Friday, November 9, 2007

Lokasi Bersejarah di Madinah

Masjid Nabawi
Jika Anda menggunakan penerbangan Saudi Arabia Airline maka pesawat bisa mendarat di Jika Jika Anda menggunakan penerbangan Saudi Arabia Airline maka pesawat bisa mendarat di Bandara Madinah, sedangkan jika menggunakan Garuda Indonesia (termasuk jamaah haji dari embarkasi Palembang) akan mendarat di Bandara udara King Abdul Aziz di Jedah. Kalau dari bandar udara Madinah ke Madinah (maktab di dekat masjid Nabawi) membutuhkan waktu +/- 20 menit. Tetapi kalau dari King Abdul Aziz +/- 6 jam perjalanan. Sepanjang jalan hanya ada gurun-gurun pasir, tetapi pada saat memasuki kota terlihat rumah-rumah dan hotel-hotel. Mendekati penginapan jika malam hari akan terlihat menara Masjid Nabawi yang Subhanallah sangat bagus sekali dan menakjubkan pada malam hari, hati Anda pasti mulai bergetar menyaksikan keberadaan Anda yang seperti mimpi bisa berada dikota suci ini. Penginapan di seputar Nabawi cukup dekat jaraknya dengan masjid. Setelah para jamaah mendapat kamar dan menempatkan barang-barangnya biasanya jamaah bergegas menuju masjid karena merasa sudah tidak sabar lagi untuk berjumpa dengan Sang Khalik pada saat bersimpuh di Masjid dan tentunya sebagian karena ingin mengejar jumlah rakaat Sholat Arbain (Sholat wajib berjamaah selama 40 waktu tanpa terputus), tentunya bagi yang meyakini hadist dimana Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa shalat di masjidku sebanyak 40 shalat, tidak terlewatkan satu shalatpun, niscaya dia akan terbebas dari api neraka,selamat dari siksa dan bersih dari kemunafikan”,
Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Anas, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang shalat sebanyak 40 hari berjamaah dan mendapatkan takbiratul ikhram (takbir pembuka shalat), dia dinyatakan mendapatkan dua pembebasan yaitu siksa neraka dan kemunafikan.
Namun ada juga yang menapikan hadist tersebut tidak kuat, seperti Syeikh Al-Albani rahimahullah mempermasalahkan kekuatan hadits ini, beliau mengatakan bahwa hadits ini majhul (tidak dikenal) dan didalamnya ada dha'f (kelemahan).
Di dalam kitab beliau yang populer, Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha'ifah nomor 364 jilid 1 halaman 540, beliau mengatakan bahwa hadits ini munkar.
Di dalam kitab Dha'ifut At-Targhib wa At-Tarhib, nomor 755 disebutkan hadits ini munkar.
Jadi kesimpulannya, hadits ini dari segi kekuatannya masih diperselisihkan oleh para ulama. Sebagian mengatakannya shahih dan yang lain mengatakan tidak.
Namun buat kita, seandainya memang kita berkesempatan untuk tinggal di Madinah setidaknya selama 8 atau 9 hari, maka sayang sekali bila kita tidak shalat berjamaah di masjid, jadi yang kita kejar adalah sholat berjamaahnya bukan untuk memenuhi anjuran hadist tersebut.
Wallahualam, silahkan Anda untuk memahami dan memutuskan untuk mengikuti yang mana, hanya saja jangan sampai Anda memaksakan diri jika jadwal keberangkatan Anda ke Mekkah maju dan Anda belum mencukupi 40 waktu, sehingga jika anda memaksakan untuk dapat 40 waktu dapat mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan. Di sela-sela ibadah di Madinah Anda dapat menyempatkan diri berkunjung ke Masjid-masjid bersejarah yang ada di sekitar kota Madinah (namun didalam mengunjungi tempat-tempat yang aku sebutkan ini bukanlah sunnah), antara lain :

Tempat Bersejarah Yang biasa dikunjungi Jamaah Haji di Madinah :
1. Masjid Quba
Masjid Quba

Masjid Quba’ adalah masjid pertama yang di bangun oleh Rasulullah SAW di wilayah Madinah sewaktu Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah.Rasulullah SAW menghabiskan waktu lebih dari 20 malam disini setelah hijrah sambil menunggu Ali bin Abi Thalib. Masjid ini disebutkan didalam Al Quran sebagai masjid yang didirikan atas dasar kesalehan dan keimanan. Jarak dari Masjid Nabawi +/- 3 km. keistimewaan masjid ini adalah : Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa telah bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba’ lalu sholat didalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umroh.”( Ibn Majah). Disekitar Masjid Quba, ada bangunan bersejarah lainnya seperti :

a) Rumah Ali bin Abi Thalib yang terletak dibelakang masjid Quba
b) Masjid Fadhikh yang terletak dibagian Timur Masjid Quba. Nama masjid diambil dari sebuah pohon palem yang pernah tumbuh ditempat itu

2. Masjid Jumuah

Masjid Jum’ah, adalah Masjid di mana tempat Rasulullah SAW sholat jum’at pertama dalam hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Letaknya kira-kira 1 km sebelah utara Masjid Quba’.

3. Masjid Al-Ghamamah
Masjid Al-Ghamamah (Masjid Musholla), Letaknya di sebelah barat daya Masjid Nabawi, yang berjarak +/- 300 m. Rasullah SAW pernah sholat Ied di tempat ini.

4. Masjid Abu Bakar Al-Shiddiq
Masjid Abu Bakar Al-Shiddiq, Jarak dari Masjid Nabawi sekitar 335 m, dan dari masjid Ghomamah sekitar 40 m. Masjid ini adalah salah satu tempat yang digunakan sholat Ied oleh Rasulullah SAW dan diikuti oleh Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq pada masanya.

5. Masjid Qiblatain
Dinamakan dengan Masjid Qiblatain karena ayat perintah pindah kiblat, “…Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram…”, Q.S. Al-Baqarah ayat 144. Cuma terjadi perbedaan penuturan kisah apakah ketika peristiwa itu terjadi apakah yang sedang menunaikan sholat Dhuhur di tempat ini,Rasulullah SAW sendiri atau sahabat Rasulullah SAW. Menurut penjaga masjid Qiblatain, Abdullah Al Aqil, para jamaah haji rata-rata tidak memahami betul kisah soal masjid ini. Saat turunnya perintah menghadap kiblat, sahabat Rasulullah SAW yang bernama Bani Salamah sedang shalat Ashar, tengah melaksanakan rakaat kedua menghadap Baitul Maqdis. Karena sahabat utusan Rasulullah datang, memberitahukan telah turun wahyu shalat menghadap Ka'bah lalu Bani Salamah yang menjadi imam langsung memutar arah shalatnya secara berlawanan ke arah Masjidil Haram, Makkah. "Mereka berebut salat di situ karena mereka mengira Nabi shalat di sini dulu. Itu tidak benar sebagaimana diriwayatkan di hadis Imam Bukhori. Masjid ini hanya milik sahabat Nabi, Bani Salamah. Jadi yang berpindah arah kiblat ini bukan Nabi, dan bukan Nabi yang shalat di sini. Tapi sahabat Nabi, yakni Bani Salamah, makanya disebut Qiblatain. Saya sudah berkali-kali menjelaskan, tapi yang datang silih berganti ya susah juga," Masjid Qiblatain sebelumnya dinamai Masjid Bani Salamah.Letaknya di tepi jalan menuju Kampus Universitas Madinah di dekat istana raja ke jurusan Wadi Aqiq sekitar 5 Km dari Masjid Nabawi. Pada awalnya, kiblat masjid ini menghadap ke arah Baitul Maqdis di Jerusalem, Palestina, kemudian turunlah wahyu agar memindahkan kiblat dari arah semula ke arah Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut, maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua yaitu ke Jerusalem dan ke arah Masjidil Haram, Makkah.Meski disebut masjid qiblatain, sekarang hanya ada satu mihrab menghadap Ka'bah.Mihrab bekas menghadap Baitul Maqdis hanya tinggal tulisan yang bagian bawahnya sekarang menjadi pintu masuk masjid


6. Masjid Ijabah
Masjid Ijabah, terletak di sebelah utara Baqi, +/- 583 m. Dinamakan masjid Ijabah menurut Imam Muslim meriwayatkan dari Amir ibn Sa’ad dari bapaknya : bahwa suatu hari Rasulullah SAW datang dari gunung dan ketika melewati masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk masjid dan shalat dua rakaat, dan kami shalat bersamanya. Rasulullah SAW berdoa panjang, lalu menghadap kami sambil berkata : “Aku telah mohon kepada Allah SWT tiga hal; ia mengabulkan yang dua dan menolak yang satu. Aku mohon kepada Allah SWt agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan dan kelaparan, Allah SWt pun mengabulkannya. Dan aku mohon agar Allah SWt tidak membinasakan umatku dengan menenggelamkannya, Allah SWT pun mengabulkannya. Dan aku mohon agar tidak ada fitnah dan perbedaan diantara mereka, (tetapi) Allah SWT tidak mengabulkannya.” (Shahih Muslim)

7. Masjid Umar
Masjid Umar

8. Masjid Saba'
Masjid Saba' (kompleks tujuh masjid).Kini hanya tinggal lima masjid, yakni masjid Ali,Masjid Fatimah,Masjid Fath, masjid Salman Al-Farisi dan masjid Umar. Masjid Fath terletak dipuncak gunung, nama itu diambil dari nama kemenangan Muslim dalam perang Kahndaq. Rasulullah berdo'a untuk kemenangan Muslim dilokasi ini.

9. Jabal Uhud

Jabal Uhud

JCH Sering berphot sekitar Uhud

Jabal Uhud, letaknya di dalam batas tanah Madinah sebelah utara yang membentang dari timur hingga barat.. Keutamaan Jabal Uhud yaitu Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memandang Uhud sambil berkata : “Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kitapun mencintainya” (shahih Muslim). Di tempat inilah terjadinya perang Uhud, dan banyak para sahabat Rasulullah SAW yang menjadi syuhada diantaranya adalah Hamzah (paman Rasulullah dan mendapat julukan “Sayyid al Syuhada – Pemimpin para Syuhada”). Di sini juga para Syuhada di makamkan.

10. Makam Suhada Uhud

Tempat dimakamkan 28 Syuhada perang Uhud

Makam Syuhada Uhud : Rasulullah SAW memerintahkan agar para syuhada Uhud dimakamkan di lapangan tempat terjadinya pertempuran, dimana dua atau tiga orang dikubur dalam satu liang. Kuburan ini dekat dengan Jabal Rumat, dan menziarahinya adalah sunnah (ziarah kubur).

11. Jabal Rumat

Jabal Rumat (Jabal Ainain), yaitu sebuah bukit merah yang terletak di sebelah selatan makam syuhada, disamping wadi Qonat. Disebut Jabal Rumat karena di situ Rasulullah SAW menunjuk 50 orang pemanah (rumat) untuk bersiaga dalam perang Uhud, yang di komandani oleh Abdullah ibn Jabir RA. Rasulullah SAW berkata : “Lindungilah pasukan kuda jangan sampai mereka menerobos ke kita, dan tetaplah di tempatmu, kalah atau menang, jangan sampai mereka masuk dari belakangmu”. Setelah kaum musyrikin kocar-kacir, para pemanah berteriak-teriak: “rampasan, rampasan”, sehingga mereka mengabaikan perintah komandannya. (Akibatnya) ketika kaum musyrikin melihat ada celah kosong, mereka langsung berputar kea rah belakang bukit dan balik mengepung kaum muslimin, hingga banyak dari sahabat yang menjadi syahid, dalam pertempuran tersebut Rasulullah SAW pun giginya patah.

12. Al-Khandak

Parit Khandak sudah jadi jalan

Masjid Al-Khandaq, daerah ini adalah daerah tempat terjadinya perang khandaq. Di mana sebelum pertempuran kaum muslimin menggali parit (khandaq) untuk pertahanan diri atas usulan dari sahabat Rasulullah SAW yaitu Salman Al-Farisi RA. Masjid ini sendiri di bangun tahun 1424 H. Namun sekarang parit-parit yang dibuat sudah tidak ada dan sudah jadi jalan.

Masjid Al-Fath Masjid Salman Al-Farisi Masjid Saidina Ali

Masjid Saidina Umar
Disekittar bangunan masjid besar ini terdapat 7 buah masjid salah satunya adalah Masjid Al-Fath (masjid Kemenangan).


13. Jannatul Baqi

Jannatul Baqi

Jannatul (makam Baqi)Baqi’ Al-Gharqad, Baqi’ adalah sebuah pemakaman di Madinah, dimana di kubur lebih dari 10 ribu sahabat, istri dan anak-anak Rasulullah SAW (Fatimah putri Nabi Muhammad SAW), serta tabi’in dan para pengikutnya. Menziarahinya adalah sunnah. Rasulullah SAW pernah memintakan ampun bagi penghuni Baqi’, yang terkenal dalam doanya (Shahih Muslim). Perkuburan baqi hanya beberapa ratus meter dari masjid Nabawi, kalau kita habis menziarahi Rasulullah terus saja kepintu keluar.

14. Perkebunan Kurma
Perkebunan kurma. Madinah terkenal dengan perkebunan dan buah kurmanya yang sangat enak dan bagus. Keutamaan makan buah kurma adalah : Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa di waktu pagi hari makan 7 butir kurma dari kedua labah (yaitu batas sebelah timur dan barat), ia tidak akan kena racun hingga sore hari” (shahih Muslim: 2047). Sementara hadits lain membatasi maksud kurma di atas dengan kurma ‘ajwah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa di waktu pagi makan 7 butir kurma ‘ajwah, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir” (shahih Bukhari no. 7569)
Pasar Kurma (Suqut Tamr). Dibangun pada tahun 1982 M, terletak +/- 300 m di selatan Masjid Nabawi. Di pasar ini dijual berbagai macam dan jenis kurma. Selain kurma, di tempat ini juga dijual coklat, kacang Arab, kismis, buah zaitun, buah tin dan berbagai makanan hasil olahan dari bahan dasar kurma.

15. Percetakan Al Quran, King Fahd

Percetakan King Fahd Al Qur'an

King Fahd Al Qur’an Printing (Percetakan Al Qur’an). Dari masjid Nabawi sekitar 10 km. Disini kita dapat melihat dari dekat percetakan Al Qur’an yang katanya terbesar dan tercanggih di dunia. Disini juga kita dapat membeli Al Qur’an dan terjemah dalam berbagai bahasa dan berbagai ukuran, kaset murottal dari berbagai qari internasional. Yang boleh masuk ke percetakan hanya laki-laki saja dan di larang membawa kamera, handycam maupun handphone yang berkamera. Masih banyak tempat lainnya, jika Anda sempat untuk mengunjunginya seperti Universitas Islam Madinah, Masjid Imam Bukhari, Masjid Utsman, dll.
Madinah Al Munawwarah adalah kota yang tidak akan di masuki oleh Dajjal selain kota Mekkah Al Mukarramah. Kota Madinah sangat nyaman untuk hidup. Di kota ini jasad Rasulullah SAW, dan dua orang sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA di makamkan tepatnya di bawah kubah Hijau di Masjid Nabawi.

Kota Madinah adalah bagian dari bumi yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ketika Hijrah : “Ya Allah, Engkau keluarkan aku dari bagian bumi yang paling aku cintai, berilah aku tempat menetap di bagian bumi yang paling Engkau cintai”.

1 comment:

sigit said...

subhanallah, doakan aku bisa kesana sebelum allah memanggilku. La kahulawalakuawata illa billah...