Thursday, January 3, 2008

Pulang ke Tanah Air dipercepat


Jamaah haji yang telah menyelesaikan semua rukun dan wajib haji yang diakhiri dengan Tawaf Wada', maka akan bersiap siap untuk kembali ke tanah air melalui jadwal pemulangan jamaah haji ke Indonesia sesuai dengan kloter masing-masing. Namun ada kalanya jamaah haji justru meminta kembali diluar jadwal yang sudah ditentukan (dipercepat) dengan beragam alasan. Kalau aku sih pinginnya kalau bisa First in Last Out ( datang ke tanah suci di awal pemberangkatan namun kembali diakhir, karena siapa yang rela puang ke tanah air cepat-cepat kalaulah begitu banyak nikmat yang Allah sediakan dengan segala garansi pahala yang akan kita dapatakan).

Bagi Anda yang menginginkan pulang lebih awal harus mengajukan permohonan untuk pemulangan dini (istilahnya bagi petugas PPIH "tanazul" juga atau tanazul kepulangan) ke petugas bagian tanazul atau YANPUL (Layanan Pemulangan) di Daerah Kerja Mekkah di Wisma Haji Indonesia, Ajiziah. Tentunya, ada beberapa alasan yang diizinkan untuk melakukan tanazul / pemulangan dini ini, prioritasnya ditujukan untuk jamaah yang sakit. Namun, pada kenyataannya, selain itu, ada pula jamaah yang sehat yang mengajukan tanazul ini, karena alasan kedinasan." Bagi jamaah haji yang sakit, untuk mendapatkan tempat / kursi penerbangan dalam tanazul tersebut, jamaah itu perlu mendapatkan surat dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi (untuk Saudi Airlines) atau dokter bandara (untuk Garuda Indonesia). Bagi jamaah yang sakit, selain surat rekomendasi dari tim medis, perlu juga diketahui soal kondisi sakitnya itu. ''Kalau dia bisa duduk, maka seat yang disediakan adalah untuk satu orang, sama dengan penumpang lainnya. Tapi, kalau yang sakit itu hanya bisa dalam posisi tidur atau terbaring, maka perlu kursi yang lebih banyak,''

Bagi jamaah yang hanya mampu untuk tidur, maka kursi yang dibutuhkan untuknya adalah tiga unit. Itu bila penerbangan yang digunakan adalah Garuda. Kalau di SAA, kursi yang disediakan untuk jamaah tersebut mencapai 6 unit yang bisa disatukan menjadi sebuah ranjang (stretcher-case).

Proses permohonan tanazul itu tergantung kepada maskapai penerbangan apa yang digunakan. Kalau menggunakan Garuda, permohonan bisa kapan saja diajukan, umumnya satu hari sebelumnya. Tapi, itu pun tergantung pada ruang kosong yang ada di penerbangan tersebut. Kalau untuk Saudi Airlines, permohonannya diajukan empat hari sebelumnya. Sebenarnya asalkan ada seat kosong kepulangan dini bisa diakomodir oleh petugas haji kita disana.

Hadiah Berharga dari Raja Abdullah


Setiap jemaah haji yang pulang dari menunaikan ibadah haji maka ketika Boarding atau mau memasuki pesawat yang akan membawa jamaah haji kembali ke tanah air, setiap jamaah akan mendapat hadiah berharga dari Raja Abdullah yang bergelar Khadimul Haramain. Hadiah tersebut adalah sebuah Al-Quran mewah hasil cetakan Percetakan Al-Quran di Madinah.

Pemberiaan dilakukan melalui pintu-pintu keluar yang akan menuju ke area parkir pesawat. Kabarnya Pemerintah Arab Saudi menganggarkan 65 juta Riyal untuk mencetak 1,65 juta kitab suci Al-Quran dan terjemahannya dalam bahasa Inggris, Prancis, Cina, Thailand, Indonesia, Turki, Spanyol, Jerman, Albania, dan lain sebagainya.

Al-Quran itu dibagikan di 35 tempat (bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat) dan melibatkan 500 pekerja. Tidak hanya Mushaf Al Qur'an yang dibagikan tetapi buku cetakan dalam 26 bahasa tentang Islam dan haji serta kaset berisi informasi tentang Haji.