Friday, November 30, 2007

Serba-Serbi Ihram dan Miqat Gelombang II

Jamaah Haji yang tergabung dalam Gelombang-I mungkin tidak terlalu direpotkan dengan pelaksanaan Miqat untuk Ihram Umrah. Karena Gelombang-I akan menuju Madinah terlebih dahulu, baru setelah 8 hari akan bergerak menuju Makkah dengan mengambil Miqat di Bir Ali.
Keputusan Anda mengambil Miqat sangatlah penting (lihat pembahasan Kesalahan Mengambil Miqat), karena ini menyangkut ibadah haji yang mungkin kesempatan Anda hanya Haji inilah seumur hidup Anda, untuk itu sempurnakanlah pelaksanaannya.

Apa yang mesti Anda persiapkan jika Anda tergabung dalam pemberangkatan Gelombang-II ;

1. Persiapkanlah Pakaian Ihram (untuk wanita mungkin tidak terlalu repot), untuk pria yaitu dua lembar kain (jika Anda mempersiapkan tiga lembar kain ihram, maka yg satu lembar Anda simpan saja di tas koper besar).


2. Parfum atau wangi-wangian

3. Sandal Jepit atau sandal bertali / model sandal gunung

4. Sabuk Ihram
Sebelum berangkat, mandi ihram terlebih dahulu di Asrama haji, pakai wangi-wangian tetapi belum berniat ihram (niat ihram nanti di atas pesawat ketika sudah berada di miqat). Tidak mengapa Anda masih memakai pakaian dalam seperti celana,dan baju kaos. Nanti setelah perjalanan udara lebih kurang 5 jam, anda siap-siap membuka semua pakaian dalam Anda. Tidak perlu khawatir dingin di pesawat karena kain ihram cukup menghangatkan tubuh jika anda pakai dengan cara ithiba' (dikemulke bahasa wong kitonyo).


Pakai ihram dari tanah air

Anda tidak perlu malu atau risih dengan jamaah lainnya jika mungkin hanya Anda sendiri yang mengenakan pakaian Ihram dari tanah air, karena ibadah haji ini harus Anda yakini dengan manasik haji sebagaimana hajinya Rasulullah jadi kenapa Anda masih ragu, justru Anda memberikan contoh yang benar didalam menjalankan ibadah haji ini. Setelah mendekati Miqat di atas pesawat akan diinfokan oleh petugas PPIH (Petugas Pembimbing Ibadah Haji) tentang pelaksanaan niat ihram, dan jika sudah setentang dengan Miqat (lihat peta juga di layar monitor) Anda akan dibimbing untuk mengucapkan niat "Labbaika Umratan". Berniatlah didalam hati untuk ihram sekaligus melafadzkan "Labbaika Umratan", selanjutnya teruslah bertalbiyah. Bagi Anda yang tetap akan mengambil Miqat di King Abdul Aziz, sebaiknya mandi ihram di Asrama haji juga karena di King Abdul Aziz Airport kamar mandi terbatas karena digunakan oleh semua jamaah yg datang bersamaan, dan kebijakan pemerintah Arab Saudi saat ini membatsai penggunaan bandara dimana setiap kloter diberi waktu hanya 30 menit, sehingga untuk menggunakan kamar mandi waktunya sangat sempit jika untuk mandi sunnah ihram.

Kesalahan mengambil Miqat..

Menara masjid Abyar Ali(Bir Ali)



Pintu Utama masjid AbyarAli (BirAli)
Masjid Dzul Hulaifah atau AbyarAli Penetapan Miqat di Jeddah.


Tentunya bagi Jemaah Calon Haji Hal (JCH) yang masuk dalam gelombang I ketentuan miqat ini tidaklah terlalu dipermasalahkan maklum karena JCH yang tergabung dalam gel-I ini akan tinggal di Madinah selama +/- 8 hari sehingga mereka akan mengambil miqat di Bir Ali. Namun tidak demikian bagi JCH yang termasuk dalam kloter gelombang-II tentunya akan timbul perselisihan pendapat tentang penetapan sahnya miqat. Ada yang berpendapat akan bolehnya mengambil miqat di Jeddah yaitu di Bandara King Abdul Aziz, hal ini sudah umum dipegang oleh ustadz-ustadz atau pemberi materi di hampir semua KBIH termasuk fatwa ulama MUI (Majelis Ulama Indonesia dalam buku manasik yang dibagikan depag pada setiap JCH). Perbedaan ini menurut mereka masuk dalam katagori khilafiyah. Nah untuk itu kita perlu mencari tahu apakah pendapat itu termasuk ikhtilaf at-tanawwu? kita perlu mencari dalilnya, jika ada. Bila pendapat ini termasuk ikhtilaf at-thodhodh maka wajib kita meninggalkan pendapat tersebut.
Pada musim haji yang baru selesai saya laksanakan pada 1427 H, di masjid-masjid di Arab Saudi sering disediakan ulama-ulama yang memberi kajian manasik haji, ba'da sholat fardhu, dimana saya mendapatkan fatwa-fatwa dari Ulama (bahkan ulama Saudi yang paling mengerti akan keberadaan batas-batas negerinya) mereka mengingkarinya, karena sudah masuk dalam wilayah wajib ihram. Karena apabila kita menggunakan pesawat udara maka wilayah miqat atau yang sejajar dengan miqat sudah terlewati sehingga JCH sudah meninggalkan wajib miqat dan harus membayar fidyah. Informasi-informasi seperti ini sering disampaikan oleh ulama-ulama Arab Saudi baik dalam ceramah-ceramah di sana maupun tulisan-tulisan yang berkaitan dengan manasik haji.



Penjelasan Dalilnya seperti ini:





Miqat adalah batas-batas yang tidak boleh dilewati oleh orang yang sedang beribadah haji kecuali dengan berihram. Hal itu telah dijelaskan oleh Rasulullah Shalallahialaihiwassalam dalam hadits Ibnu Abbas, ia berkata : Rasulullah Shalallahialaihiwassalam telah menentukan batas-batas tempat melaksanakan ibadah haji. Untuk penduduk Madinah adalah Dzulhulaifah, untuk penduduk Syam Al-Juhfah, untuk penduduk Nejed Qarn Al Manazil, dan untuk penduduk Yaman Yalamlam. Kemudian beliau bersabda, "Miqat-miqat itu adalah untuk semua penduduk yang tinggal disitu dan untuk siapa saja yang datang kesana dan dia bukan penduduknya, tetapi hendak melaksanakan ibadah haji dan umrah. Dana barangsiapa tinggal di dalam batas itu (antara miqat dan Makkah), dari mana ia tinggal, hingga tempat ihram penduduk Makkah dari Makkah". (Muttafaqun 'alaih).
Miqat-miqat itu sebagai tempat awal bagi para penduduknya untuk memakai ihram. Demikian pula semua orang yang lewat disana yang bukan penduduknya, tetapi hendak beribadah haji dan umrah.
Barang siapa yang tidak melalui miqat-miqat itu dalam perjalanannya, ia harus berihram jika telah mengetahui tempat yang sejajar dengan yang paling dekat dengan miqat-miqat itu. Umar Radhiallahuanhu berkata : "Maka lihatlah tempat yang sejajar dengannya pada jalan yang kalian tempuh? (HR.Al-Bukhari).
Demikian pula mereka yang naik pesawat terbang, harus berihram jika telah sejajar dengan salah satu miqat ketika masih di udara. Jika telah sejajar dengan miqat, berniat ihram dan bertalbiyah sejak ketika masih di udara. Tidak boleh baginya mengakhirkan ihram hingga pesawat mendekati landing/landas di bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Jeddah bukan Miqat dan bukan tempat haji atau umrah dari sana. Barangsiapa yang berihram dari tempat tersebut selain penduduknya, berarti ia telah meninggalkan yang wajib, yaitu berihram dari miqat. Maka ia harus membayar Dam.
Pakai ihram dari tanah air (sumber photo: internet)


Saudaraku sekalian, untuk jamaah calon haji Indonesia yang langsung ke Mekkah (gelombang ke dua) akan mengalami kondisi ini, untuk itu saya sarankan agar anda mempersiapkan diri mulai dari Asrama haji (mandi sunnah ihram tetapi jangan melafadzkan "Labbaik Allahuma umratan" dulu), kemudian berpakaian ihram (untuk laki-laki pakai dua lembar kain, karena kalau perempuan persiapannya lebih mudah). Tidak usah khawatir akan kedingingan dipesawat, karena pakaian ihram cukup hangat bahkan ketika kami berada di Mina, Arafah, dan Mudzdalifah yang dinginnya luar biasa pada musim haji 1427 H lalu, Alhamdulillah tidak ada kendala. Yakinlah Allah pasti memberikan kemudahan.
Kita akan mengetahui kapan posisi pesawat telah sejajar dengan area miqat, pada saat melewati Yalamlam Pilot pesawat atau terkadang melalui petugas haji akan meng-informasikan kepada para jamaah. Untuk amannya, Anda bisa pesan ke awak kabin (pramugari) agar diingatkan beberapa menit sebelum sampai di titik koordinat Yalamlam melalui informasi dari ruang pilot. Anda amati layar monitor yang ada untuk memastikan koordinat/titik Yalamlam. Pada saat sampai di titik Yalamlam, kita melafadzkan niat Umrah (telah memakai pakaian Ihrom).Sejak saat ini mulailah berlaku pantangan Ihram, dan teruslah ber Talbiyah.
Sempurnakanlah pelaksanaan haji dan umrah anda sebagaimana yang diajarkan Rasulullah. Insya Allah Allah akan memberikan kemudahan dan kenikmatan yang tak terhingga jika kita idtiba' dijalanNya.
Adapun alasan yang membolehkan King Abdul Aziz airport sebagai tempat miqat, bisa baca disini. Anda bisa menilai beberapa alasan yang diberikan terpatahkan dengan dalil di atas. Keputusan ada di tangan Anda karena hal ini merupakan urusan keyakinan didalam beribadah tetapi paling tidak Anda sudah punya pegangan dalil perbedaannya.
Wallahua'lam bishawab.

Wednesday, November 28, 2007

Pecandu Rokok ketika berhaji



Merokok tidak pernah dikenal di jaman Rasululloh SAW. Bahkan jika kita merujuk hukum rokok dalam literatur fiqih Islam klasik jarang dituliskan oleh para ulama masa itu. Kemungkinan besar karena rokok di zaman itu belum lagi dikenal. Baru pada beberapa abad yang lalu peradaban manusia mengenal rokok secara massal. Itu pun belum lagi diketahui sejauh mana bahayanya pada kesehatan. Karena itu bila kita mengacu pada literatur klasik, tidak kita temukan pernyataan mereka tentang rokok. Sedangkan para ulama masa kini, banyak berbicara tentang bahaya rokok serta melarang umat Islam mengkonsumsinya karena alasan-alasan yang sangat nyata. Maka bila kita menelaah fatwa ulama masa kini dalam masalah rokok, hampir seluruhnya melarang.
Aku ambilkan Fatwa dan nash yg berkaitan dengan rokok :
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, ‘ hukum mengisap rokok berikut dalil nya dari Al-Qur’an dan Al-Hadits?’
Jawab: Rokok adalah haram. Dalilnya adalah firman Allah:“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada mu.” (An-Nisa: 29)“Dan janganlah kamu menjerumuskan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195)“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan.” (An-Nisa: 5)
Lalu Allah dalam banyak ayatNya melarang kita berlaku boros. Dan, tak diragukan lagi membeli rokok adalah pemborosan dan sekaligus perusakan kesehatan, sehingga termasuk hal yang dilarang. Dalam Sunnah, Rasulullah SAW melarang membuang-buang harta. Dan tentu membelanjakan uang untuk rokok adalah membuang uang, karena manfaatnya yg tidak jelas;-)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak boleh mendatangkan bahaya dan membalasnya dengan bahaya.”
Jadi bila ada sementara `tokoh` agama yang masih tetap merokok, besar kemungkinan beliau belum lagi menelaah fatwa para ulama masa kini tentang bahaya rokok. Atau belum mendapatkan informasi yang akurat berkaitan dengan bahaya rokok tersebut. Maka memang masih ada sementara kalangan yang membolehkannya atau sekedar meMAKRUHkannya dan TIDAK SAMPAI mengHARAMkannya (disertai dengan penekanan).
Tapi untuk lebih memperdalam informasi bahaya rokok kami kutipkan beberapa informasi yang berkaitan dengan bahaya rokok untuk kesehatan :
Bahaya Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Ya..tentunya bagi Anda si perokok pasti Anda sudah memegang dalil yang cocok untuk kebutuhan Anda sebagai perokok, dan jika diajukan argumen berkaitan dengan kesehatan pasti Anda juga punya argumen untuk mematahkannya.

Pada pembahasan ini, karena Blog ini aku khususkan memang untuk permasalahan yang dapat membantu Anda dalam menunaikan ibadah haji, maka pada kesempatan ini aku akan sharing tentang kebiasaan Anda di tanah suci.
Tulisan ini sebenarnya aku buat karena tergelitik ketika aku dapat info dari rekan kantor katanya ada salah satu temen dikantor yang minta dikirimin ROKOK. Wah...koq bisa.
Dicarilah rekan-rekan lain yang belum berangkat(kloter berikutnya) agar bisa dimintai tolong titip rokok. Salah satu rekan kerja yang dimintai bantuan mencari kurir kloter haji berikutnya sudah menyiapkan rokok sebanyak 2 pack. Namun setelah dicari-cari,maka rata-rata yang akan dititipin sebagai kurir, keberatan dengan alasan dia juga bawa rokok, ada juga yang tidak bersedia karena berat koper sudah 15 Kg ada lagi karena takut terjadi masalah dengan barang bawaannya.
Bagi Anda yang akan berangkat dan Anda seorang perokok, maka Anda dapat menyiapkan bekal rokok Anda (ketentuannya maksimal boleh membawa 2 pack / slop, berapa bungkus sih isi 1 pack nya mungkin 10 bungkus atau 20 bungkus ya). Perlu Anda ketahui memang harga rokok disana (Arab Saudi) sangat mahal +/- 12 Riyals untuk 1 bungkus, nah kalau Anda belain untuk terus merokok disana bisa-bisa Living Cost Anda habis untuk biaya rokok saja dan lagi tidak semua merk rokok ditanah air tersedia disana biasanya rokok-rokok buatan Amerika saja yang membanjiri Arab. Memang tidak ada larangan resmi membawa rokok, namun biasanya setahu saya jika melebihi 2 pack, maka barang Anda akan disita di embarkasi di Indonesia karena Anda dicurigai akan berdagang bukan untuk dikonsumsi sendiri, dan ini kalau pihak imigrasi Indonesia jeli melihatnya. Kalau ketahuan di Indonesia maka rokok tersebut akan diserahkan ke petugas PPIH dan selanjutnya disampaikan ke keluarga jamaah haji yang membawa rokok tersebut. Kalau kethauannya di imigrasi Arab Saudi mungkin disita begitu saja ya.. atau ada proses hukum lebih lanjut, tidak tahu juga.



Sebenarnya ketika di Arab Saudi juga, Anda tidak sebebas merokok sebagaimana ditanah air. Lihat-lihatlah area yang memang tidak bermasalah untuk menikmati rokok, dan yang lebih penting adalah Anda juga bisa menghormati orang yang tidak merokok. Banyak himbauan akan bahaya rokok yang dipasang dibeberpa lokasi di Arab Saudi, seperti gambar di atas " Smooking kills 13.ooo people a day"
Pilihan ditangan Anda, mau bawa rokok dari tanah air atau beli disana. Beruntung Anda yang tidak merokok karena minimal satu urusan mempersiapkan logistik rokok tidak jadi pikiran.

Saturday, November 17, 2007

Qiyyamullail di Tanah Suci..


”Dan pada sebagian (sepertiga) malam, shalat tahajjud-lah kamu sebagai ibadah tambahan. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).

”Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.” (HR Tirmidzi)

Ayat Alquran dan hadits di atas menegaskan kepada umat Islam, agar memperbanyak ibadah shalat tahajjud (qiyamullail), sebagai ibadah tambahan. Walaupun shalat tahajjud bukan shalat wajib, keutamaannya sangat besar.
Shalat tahajjud itu makin penuh arti dan pahalanya akan berlipat ganda bila dilaksanakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, saat umrah maupun berhaji.Karena berdasarkan hadist Nabi: ”Barangsiapa yang shalat di Masjidil Haram, ganjarannya sama dengan orang shalat 100 ribu kali di tempat lain. Sedangkan orang yang shalat di Masjid Nabawi, ganjarannya sama dengan seribu kali shalat di tempat atau di masjid lain. ” . Nah bagi anda yang mempunyai kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini jangan lewatkan kesempatan melaksanakan shalat tahajjud di dua tempat suci tersebut, insya Allah pahalanya akan berlipat-lipat ganda,” .
Karena itulah, sebaiknya baik anda yang membawa keluarga, atau anda diberi amanah menjadi petugas haji (KaRu, KaRom,) maupun pembimbing ibadah haji seharusnya dapat mengajak keluarganya atau para jamaahnya agar mengoptimalkan qiyamullail saat berada di Tanah Suci. Jadi membimbing haji tidak hanya yang rukun dan wajibnya saja, namun akan lebih bermakna jika ada kegiatan plusnya. Karena itu, sebaiknya setiap malam pembimbing ibadah haji harus mengajak jamaahnya untuk melakukan qiyamullail berjamaah,” . Ini terkadang KBIH menugaskan pembimbing yang pokok-pokok ritual haji aja malah kurang paham (dan ini aku saksikan sendiri pada haji 1427 H kemarin), untungnya aku ngga’ ikut KBIH. Mudah-mudahan kasus begini hanya terjadi pada beberapa KBIH saja, untuk itu sebelum anda memutuskan untuk bergabung dengan salah satu KBIH anda pelajari dulu, cari informasi sebanyak-banyaknya.

Shalat tahajud adalah shalat sunnat yang hampir tidak pernah ditinggalkan Rasulullah saw. Karena itu, sudah seyogyanya shalat qiyamullail ini dilaksanakan oleh segenap kaum muslimin. ”Dengan melaksanakan shalat tahajud, diharapkan seorang hamba makin dekat dengan Allah,” qiyamullail merupakan channel bagi seorang hamba untuk berkomunikasi langsung dengan Allah, baik meminta, memohon ampunan maupun lainnya.
Seperti hadits Nabi, ‘Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.
Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit.” (HR Bukhari-Muslim).
Qiyamullail tidak hanya dilakukan selama di Tanah Suci. ”Hendaknya seusai menunaikan ibadah haji, pelaksanaan qiyamullail terus ditingkatkan. Sehingga terjaga kemabruran haji. Seperti diketahui, selama menunaikan ibadah haji, jamaah rela antre dan berdesak-desakan untuk melaksanakan shalat tahajjud di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi. Bahkan, jamaah rela menunggu waktu yang paling utama untuk melaksanakannya, yaitu saat diijabah-nya segala doa oleh Allah SWT pada sepertiga malam terakhir.

Untuk Saudaraku yang akan menunaikan haji tahun ini, aku titip anda perbanyak qiyamullail di tanah suci ya..dan do'akan kami yang ditanah air. Usahakan Anda sudah keluar penginapan jam 3 dini hari untuk segera menuju masjid Nabawi (jika di Madinah) dan masjidil haram (di Mekkah), kemudian perbanyaklah sholat tahajud dan ditutup dengan witir. Kalau bisa Anda pulang dari masjid sehabis sholat Dhuha. Salam

Fasilitas Haji Super Mewah


Kalau kita mendengar haji plus / ONH Plus selama ini merupakan sesuatu yang kalau dibayangkan pastilah Wah...ya betapa tidak untuk bisa berangkat dengan fasilitas ONH Plus tentunya hanyalah orang-orang yang berkantong tebalalias kaya.Namun bagaimana dengan Haji super mewah pernahkah Anda mengetahuinya. Haji super mewah menawarkan fasilitas di atas ONH plus dan ternyata memang benar-benar ada. Harian Arab Saudi, Al-Watan pernah mengungkapkannya dalam beberapa edisi lalu. Jemaah haji super mewah ini tak merasakan lagi seperti berhaji pada umumnya. Fasilitas yang mereka dapatkan diantaranya selama di Mina, dalam satu tenda di Mina mereka bisa sendirian atau dengan keluarga dengan fasilitas layaknya hotelberbintang. Tapi ngomong-ngomong berapa taripnya ?. Menurut Thariq Atsaqafi, seorang pengelola haji super mewah ini, tarip terendah pelayanan haji super mewah ini adalah 6.900 Riyal, setara Rp 17.250.000. Namun, yang termahal bisa mencapai 65.000 Riyal atau setara dengan Rp 162.500.000 (baca seratus enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) yang jika dikurs dolar menjadi 17.350 USD. Kemewahannya atau fasilitasnya, menurut Thariq, jemaah sudah dijemput di bandara Jeddah dengan kendaraan limousin atau superband keluaran tahun 2006. Mereka tinggal layaknya di bintang lima. Tenda di Mina diubah sedemikian rupa sehingga menyerupai hotel berbintang lima. Di ruangan ini tersedia komputer dan internet. Makanan dan minuman tersedia, juga fasilitas seperti faksimile dan telepon. Juga, televisi yang bisa memonitor kondisi tempat melontar jamarat serta pelajaran manasik haji.

Pengakuan Iman As-Syaikh, seorang juru masak sebuah hotel berbintang lima di Riyadh yang sudah lima tahun melayani haji super mewah ini, mengatkan kalau kemewahan berhaji seperti ini tak terbayangkan. Makanan dikenakan mahal. Menurut Iman, untuk sarapan saja dikenakan biaya 150 Riyal. Untuk makan siang dan malam dikenakan masing-masing 200 Riyal. Bayangkan, untuk haji khusus Indonesia saja selama di Arafah mina hanya dikenakan 250 Riyal. Sementara jemaah haji membayar makan selama lima hari kepada muassasah sebesar 300 Riyal.Selama melakukan ritual haji dari Arafah, Mina, dan Mekah, jemaah haji super mewah menikmati layanan kelas satu dengan kendaraan superband sendirian atau dengan keluarga. “Kami akan mengantarnya kembali ke bandara dengan kendaraan yang sama,” kata Thariq, manajer sebuah hotel di Riyadh itu.
Catatan:

Sesungguhnya Allah tidak menyukai yang berlebih-lebihan, dan dengan kemewahan itu bukan jaminan untuk memperoleh haji yang mabrur. Namun banyak juga jamaah yang sebenarnya mampu memanfaatkan kekayaannya dengan mengambil haji plus tetapi bergabung dalam haji biasa, dan menurut mereka banyak kelebihan jika ikut jamaah haji biasa, minimal menikmati jamuan sebagai tamu Allah, yaitu kelezatan ibadah ruhani yang tidak dapat terlukiskan. Silahkan Anda memilih sendiri mana yang menurut Anda menjadi pembenarannya. Wallahualam

Friday, November 16, 2007

Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas


"Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas, " begitulah pernyataan yang dilontarkan Ali al-Ahmad, direktur Institute for Gulf Affairs-lembaga riset oposisi Saudi- yang berbasis di Washington, melihat perkembangan kota suci Makkah saat ini.Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyuk-annya makin terkikis, Ka'bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat Muslim sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.Menurutnya, perkembangan kota Makkah sekarang adalah sebuah bencana. "Hal ini akan memberikan pengaruh buruk bagi umat Islam. Ketika mereka ke Makkah mereka tidak punya perasaan apapun, tidak ada keunikan lagi. Apa yang anda lihat cuma semen dan kaca, " ujar Ahmad serius. Ahmad cukup beralasan melontarkan pernyataannya itu, karena kota Makkah saat ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat perbelanjaan dan toko-toko besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&M dan Topshop.
Pusat perbelanjaan Abraj Al-BaitPusat perbelanjaan Abraj Al-Bait ( http://www.abrajalbait.com/ ), salah satu mall terbesar di Saudi yang baru dibuka menjelang musim haji bulan Desember 2006 kemarin, nampak megah dengan monitor-monitor televisi flat, cahaya lampu-lampu neon, dengan pusat hiburan, resto-resto cepat saji, bahkan toko pakaian dalam.Pusat perbelanjaan itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan kompleks hotel yang menjulang tinggi. Bahkan kompleks bangunan yang rencananya selesai tahun 2009 nanti, akan menjadi gedung tertinggi ketujuh di seluruh dunia, dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit dan tempat sholat yang luas.


Seluruh pegunungan di dekat Jabal Omar, kini sudah diratakan. Di lokasi itu juga akan dibangun kompleks hotel dan lebih dari 130 gedung-gedung tinggi baru.Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyuk-annya makin terkikis, Ka'bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat Muslim sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi."Ini adalah akhir dari Makkah, " kata Irfan Ahmad dari London, pendiri Islamic Heritage Foundation, yang secara khusus aktivitasnya mempertahankan peninggalan-peninggalan bersejarah di Makkah, Madinah dan tempat-tempat lainnya di Arab Saudi."Sebelumnya, bahkan pada masa Ustmani, tak satu pun gedung-gedung di Makkah yang tingginya melebihi tinggi Masjid Haram. Sekarang, banyak gedung yang lebih tinggi dari Masjid Haram dan tidak menghormati keberadaan masjid itu, " tukas Irfan.Uang, tentu saja menjadi motivasi utama boomingnya gedung-gedung tinggi di Makkah. Karena setiap tahun, kota itu dibanjiri oleh para jamaah haji. Papan-papan iklan di sepanjang jalan menuju Makkah, seolah menjadi daya tarik bagi para investor yang mencari keuntungan dari usaha penginapan.Sejumlah organisasi Islam mengatakan, berdirinya gedung-gedung megah di kota Makkah, juga dilatarbelakangi motif agama. Mereka menuding pemerintah Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justeru disembah-sembah oleh para pengunjung.Ahmad dari Islamic Heritage Foundation mengaku punya kalatog lebih dari 300 tempat-tempat bersejarah di Arab Saudi, termasuk pemakaman dan masjid-masjid. Ia mengatakan, sebuah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan dihancurkan untuk membangun tempat kamar mandi."Sama sekali tidak menghormati Kabah, tidak menghormati rumah Tuhan atau lingkungan dari tempat-tempat bersejarah itu, " kata Sami Angawi, seorang arsitek Saudi yang ingin mempertahankan peninggalan bersejarah di Makkah."Padahal, memotong pohon saja seharusnya tidak boleh dilakukan di kota ini, " sambungnya.Kemajuan kadang memang harus dibayar mahal. Bahkan pasar malam, di mana para jamaah bisa menjual barang-barang yang dibawanya, kini sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan keluarga-keluarga di Makkah yang biasa menyambut para jamaah haji, sudah tidak terlihat lagi sejak rumah-rumah mereka digusur untuk perluasan Masjid Haram di era tahun 1970-an.Angawi kini berusaha melakukan pendekatan pada kerajaan Arab Saudi agar memberi perhatian besar atas penghancuran tempat-tempat bersejarah. Ahmad melobi pemerintah-pemerintah negara Asia dan Arab untuk menghentikan penghancuran yang dilakukan pemerintah Saudi. Kedua tokoh ini menyayangkan kurangnya kepedulian umat Islam atas isu-isu ini. Kepentingan bisnis dan uang mengalahkan segala-galanya."Makkah tidak pernah berubah seperti sekarang ini. Apa yang anda lihat sekarang baru 10 persennya saja dari apa yang akan ada, yang akan jauh lebih, lebih buruk lagi, " kata Angawi risau. (ln/IHT/eramuslim)

Informasi Jamarat

Jumrah Wusta


Sebagai info tempat melempar Jumroh (Jamarat) :

Dari info di fahad.com dan penelitian Prof. Dr. Dirk Helbing Chair of Sociology,EHT Zurich, pada The Dynamics of crowd Disasters : an empirical study, dimulainya pengembangan Jamarat area menjadi empat lantai dimulai 15 Januari 2006 selepas haji tahun itu.Badan otoritas Haji Saudi mengatakan, bahwa target pembangunannya memakan waktu 3 tahun dengan biaya 4.2 bilion riyals ($ 1.2 bilion).
Tahap pertama telah dilalui tahun kemarin (sudah digunakan 2 lantai pada haji 1427H, saat ini sudah selesai 4 lantai) dengan selesainya dua bridge dan emergency exit bawah tanah untuk jamaah dan ambulance, Alhamdulillah tahun kemarin (1427 H saat saya melaksanakan haji) tidak ada kecelakaan seperti tahun sebelumnya, yang pada saat itu (pada haji 1423H) saya pernah berada di tengah-tengah pusaran masa terjadinya bencana, yang dilaporkan banyak jamaah meninggal dunia. Alhamdulillah Alloh SWT masih memberi kesempatan saya sekali lagi untuk memperbaiki kualitas sisa hidup ini. Bagi anda yang akan menunaikan ibadah haji, Insya Allah kegiatan melontar jauh lebih mudah dan lebih aman dibanding sebelum dilakukan pengembangan seperti saat ini.

Jamarat sudah selesai di tahun 2009


Pencapaian yang menakjubkan dimana tempat Jumah ini mampu menampung total 300.000 jamaah per jam atau mampu menampung 5 jyta jamaah dengan aman untuk melakukan tahapan melontar pada tanggal 10,11,12, dan 13 Dzulhijah.
Pondasinya sendiri dibuat dengan kapasitas yang dirancang mampu mensupport lebih dari 12 lantai. Menurut berita terakhir, biaya pembangunan pondasi, mencapai 800 Juta Riyal. setiap lantai mempunyai panjang 950 meter dan 80 meter lebar. Lantai pertama setinggi 12 meter, memiliki pintu masuk dari arah selatan dan utara untuk jamaah dari arah mina. sednagkan lantai kedua diperuntukkan bagi jamaah yang datang dari makkah.
Masuk ke lantai tiga harus melalui jalan menanjak yang berawal dari jalan King Fahd Mina. eskalator besar dan tangga lebar siap menyambut jamaah.
Akses menuju lantai empat adalah dari arah sisi selatan jumrah, melalui jalan menanjak di Bukit Al-Khaif, Jalan King Abdul Aziz. terowongan di sisi utara jembatan dengan 6 jalur yang menghubungkan Arab Souk dan Al-Jouhara Souk di Mina akan mengurangi kemacetan yang sering terjadi dan memisahkan arus kendaraan dan arus jamaah.
Fasilitas lain yang spesial di proyek ini adalah sistem pendingin udara yang menggunakan teknologi terkini. Sistem ini mempertahankan temperatur di jembatan dan sekitarnya berkisar 29 derajat Celsius, dan juga disediakan percikan kabut air untuk jemaah. Otoritas haji telah membatasi jamaah yang akan menuju ke jembatan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Areal sekitar jembatan jumrah juga telah diperluas. Ada tempat yang dipersiapkan untuk menyimpan barang jemaah. ada juga tempat untuk Cleaning sevice juga ambulance. Untuk menjaga keselamatan jamaah, proyek ini memperhatikan jalan masuk dan keluar jembatan bagi jamaah sehingga mengindari bertemunya arus jamaah yang selama puluhan tahun sebelumnya menyebabkan kematian.
Adapun tempat untuk emergency, disediakan oleh Pertahanan Sipil dan diawasi oleh Angkatan bersenjata. Proyek ini juga menyediakan helipad untuk mengangkut jamaah yang sakit.
Ada juga sedikit tempat yang akan disediakan bagi para penjual jasa cukur rambut, termasuk juga untuk toilet dan tempat makan. Beberapa kamera pengawas pun telah dipasang untuk mengawasi penyelesaian pembangunan dan juga untuk mengawasi jalannya ritual jumrah ini.

Saat ini project pembangunan tempat melontar jumrah ini sudah selesai 5 lantai dengan berbagai fasilitasnya. Untuk mengetahui perkembangan terkini silahkan klik link ini.

Wednesday, November 14, 2007

Bagaimana Menjemur Pakaian di Tanah Suci


Jemur Pakaian di Lantai atas gedung

Kegiatan cuci mencuci akan menjadi bagian dari keseharian jamaah haji selama berada di tanah suci. Biasanya ditempat penginapan sudah disediakan tempat menjemur pakaian yang dipakai secara bersama di lantai gedung paling atas. Namun dipemondokan di Madinah jarang yang menyediakan fasilitas menjemur dikarenakan bangunan di Madinah merupakan Hotel. Satu-satunya jalan adalah menjemur pakaian dibagian-bagian kosong antara kamar (jangan dijalan umum/koridor hotel). Yang jadi kendala adalah bagaimana anda memasang tali jemuran sementara pihak hotel tidak membolehkan kita memasang paku (tahu sendiri, kalau kamar hotel dipenuhi paku jadi merusak dinding). Anda bisa memanfaatkan kaitan engsel pintu untuk menambatkan tali jemuran sehingga anda terhindar dari merusak dinding hotel. Untuk itu saya menyiapkan tali plastik yang tidak terlalu besar diameternya, biasanya dijual sudah jadi per 10 atau 15 meter, haraganya waktu itu aku beli sekitar 2500 atrau 3000 rupiah.

Perlengkapan lain adalah Hanger atau gantungan baju. Sebaiknya pilih hanger yang ringan dan tidak memakan tempat. Saya sengaja pilih yang dari bahan kawat/besi, karena lebih ringan dan tidak makan tempat di koper. Pilihlah hanger dengan kawat yang diameter agak besar dan kuat agar tidak mudah bengkok ketika dibebani pakaian yang basah. Hanger berfungsi untuk menggantungkan pakaian yang dujemur sehingga dapat menghemat tempat jemuran. Namun jika anda mau sedikit capek, maka anda dapat menjemur pakaian di lantai paling atas gedung. Ya sedikit ekstra mengantar dan menjemput pakaian, apalagi jika kamar anda berada dilantai 2 atau 1, sementara lantai paling atas ada di tingkat 10 sampai 13, belum lagi kalau lift lagi padat atau bahkan macet. Menjemur dikamar juga cepat kering, biasanya kalau kita menjemur pagi hari maka sehabis maghrib biasanya sudah kering, karena udara disana kekeringannya sangat tinggi. Makanya kalau anda membawa pakaian terlalu banyak maka akan mubazir karena tidak terpakai.


Yang perlu diperhatikan ketika menjemur secara bersama adalah :

1. Pakaian Anda perlu diberi tanda pengenal ( nama, kloter, dsb) agar tidak tertukar
2. Siapkan peniti atau jepitan buku/kertas, agar jemuran tidak berterbangan bahkan bisa kabr sampai lantai 1
3. Sebaiknya tidak menggunakan fasilitas tali jemuran orang lain, kecuali tali masih kosong dari jemuran

Jemur pakaian di Mina

Di Mina biasanya tidak ada acara cuci-mencuci, karena tempat mencuci dan tempat menjemur tidak memungkinkan. Tetapi tetap aja pemandangan cuci mencuci ini terlihat, dan tempat menjemurnya memanfaatkan pagar tenda ataupun sisi tenda itu sendiri.

Monday, November 12, 2007

Oleh Oleh dari Tanah Suci ....# 1

Sebelum aku lanjutkan tips barang bawaan yang perlu anda bawa, aku mau kasih info tentang beberapa souvenir atau oleh-oleh bagi Anda yang sudah menyiapkannya buat orang-orang tercinta di tanah air. Namun aku sarankan anda dari saat ditanah air mencatat siapa-siapa yang akan Anda alokasikan oleh-oleh tersebut (buatlah semacam check list, baik untuk putera-puteri, orang tua, tetangga, saudara, temen agar memudahkan Anda didalam mencari oleh-oleh tsb). Tujuan aku postingkan ini agar Anda tetap konsentrasi untuk kegiatan ibadah dan untuk urusan souvenir bisa Anda kumpulkan atau cari dengan alokasi waktu satu atau dua kali ke pasar karena barang-barang yang akan Anda beli sudah Anda catat sebelumnya.


Sebaiknya Anda berbelanja di Madinah aja, karena tempat belanja disana lebih banyak dan pilihan serta kualitas juga beragam disamping itu penjual di Madinah lebih ramah dibanding di Mekkah kemudian jarak tempat belanja lebih dekat dari hotel sehingga memudahkan Anda untuk membawa pulang ke hotel kalau di Mekkah disamping tokonya kurang representative juga pemondokan jamaah jauh sehingga menyulitkan Anda untuk membawa barang yang Anda beli sampai ke hotel, dan yang terpenting harga barang di Madinah lumayan lebih miring daripada di Makkah. Cuma biasanya harga terus beranjak naik setiap hari. Kalau aku karena berangkat dalam Gel. I, maka aku special bilang ke isteri bahwa untuk belanja difocuskan di Madinah saja sehingga waktu di Makkah bener-bener konsentrasi ibadah aja paling kalau kebetulan lewat terus ada pernik-pernik yang naksir baru deh beli namun tidak khusus masuk-masuk ke toko lagi, makanya koper kami sudah gemuk duluan sewaktu mau ke Makkah.
Dan ini tidak masalah karena koper besar kita nanti 2 hari sebelum ke madinah sudah dibawa oleh petugas ke Madinah jadi bukan kita yang bawa-bawa koper. Belanja di Madinah juga cuma dialokasikan waktu dua hari, kebetulan aku sudah hafal tempat belanja disana sehingga ngga' perlu hunting kemana-mana lagi. Langsung aja ketempat Grosir, lumayan menghemat biaya. Kalau disekitar masjid Nabawi, agak mahal karena belinya satuan.
Nah..beberapa item yang bisa Anda cari di Madinah (di Makkah juga ada) :

  • Baju gamis atau kalau di Indonesia ada yang menyebutnya jubah, baju ini nyaman dipakai untuk sholat, namun kalau Anda kurang PD untuk memakainya ke masjid maka minimal Anda pakai pada saat sholat di rumah sekalian nostalgia di tanah suci. Aku rekomendasikan merk gamis " Al Haramain", pilihan warnanya banyak dan bahannya bagus banget. Harganya juga tidak terlalu mahal, untuk harga 40 riyal sudah dapet kualitas yang bagus. Dari beberapa merk baju yang pernah aku beli ternyata merk ini yang menurutku Oke punya. Memang sih banyak yang jual baju gamis dengan cara obral di kaki lima, namun baik dari bahan maupun kualitas akan membuat Anda kecewa, biasanya harga baju beginian sekitar 18 sampai 20 riyal.

  • Scarf, atau kalau dikita biasa disebut sorban, juga ada beberapa motif ada yang polos ada yang bermotif sebagaiana yang dipakai oleh saudara-saudara mujahid kita di Palestine. Yang menurutku kualitasnya cukup bagus adalah yang buatan Pakistan, kainnya halus dan tidak terlalu tipis. Harganya berkisar antara 20 riyal sampai 30 riyal tergantung kepandaian Anda menawar.

Penjual kayu siwak


Siwak : dahulu Rasulullah dan para sahabat selalu menggunakan alat pembersih gigi yang terbuat dari kayu siwak. Menggunakan siwak termasuk salah satu sunnah. Ada suatu kisah didalam peperangan sahabat, dimana pasukan muslim waktu itu hampir mengalami kekalahan, kemudian dilakukan evaluasi, ternyata pasukan muslim saat itu meninggalkan salah satu sunnah ini, dan ketika diminta oleh panglima perang untuk mulai bersiwak, ternyata sungguh luar biasa, Allah memberikan kemenangan pada pasukan muslim. Siwak banyak dijual di kaki lima. Memilih siwak yang baik adalah kayunya masih lentur, jangan terlalu tua. Biasanya yang kualitas bagus harganya mahal, sepanjang ukuran pensil bisa dihargai 5 riyal, bandingkan dengan kualitas biasa yang dihargai 5 real untuk satu ikat. Memang beda sih dipakainya, kalau yang masih lentur, seratnya lembut dan tidak menyakiti gusi. Cara pakainya gampang, Anda kupas kulit ujung siwak kurang lebih 1.5 cm, lalu bagian dagingnya digigit-gigit dahulu sebelum digunakan sampai membentuk seperti kuas baru bisa digunakan. Perlu anda ketahui bahwa getah kayu siwak ini berfungsi sebagai pembunuh kuman yang bersarang digigi, bahkan ada yang mencoba kayu ini jika direndam bisa sebagai penghambat mensturasi (cara pakainya aku ngga tahu tapi ada yang pernah cerita begitu).

Peci : peci haji biasanya sangat disukai untuk dijadikan oleh-oleh karena praktis dan tidak terlalu berat bawanya. Aku sarankan peci haji itu yang buatan tangan / hand made, dan yang bagus buatan Pakistan, memang harganya lebih mahal sedikit dibanding buatan Turkey. Namun harganya cukup murah kalau belinya per doz. Nah untuk yang mode exclusive memang jarang dijual di toko-toko kecil, kalau aku nyarinya di Hilton tempat belanja di depan masjidil Haram, disana toko-toko di Hilton banyak menjual beragam peci dengan harga yang bisa ditawar, nawarnya 1/3 dari harga yang ditawar, karena si pedagang Arab ini pintar memanfaatkan peluang. Biasanya yang belanja disana jemaah haji ONH Plus, yang tentunya suka gengsi menawar, tinggal pilih masukkan ke tas plastik, langsung deh menuju kasir. Nah kalau kayak aku, terpaksa deh harus hunting dan banyak menawar. Kalau Ibu-ibu jangan terlalu ramah menawar ke si Arab, jangan samakan dengan kalau lagi belanja di Indonesia. Si Arab ini rata-rata, matanya nakal. Bagi Bapak-bapak sebaiknya kawal terus isteri Anda, bila perlu bapaknya saja yang menawar.



Tasbih : berbagai macam dan bentuk tasbih dengan bahan dasar kayu dan batu dari berbagai negara banyak dijumpai. Ada satu yang khas tasbih yang terbuat dari bahan kayu KOKKA. Namun bukan hanya tasbih, seperti mainan liontin, cincin,gelang,anting juga ada yang terbuat dari bahan ini. harganya kalau yang asli memang cukup mahal. Tidak salahnya jika ingin dijadikan souvenir dan kenang-kenangan, aku masih menyimpan satu tasbih Kokka, dengan aroma yang khas kayu tersebut, walaupun tasbih tersebut tidak aku pergunakan sebagai alat hitung dalam berdzikir.

Kurma (macam-macam kurma)
Alloh SWT telah melebihkan kurma dari buah-buahan yang lain, Alloh SWT menyebutnya di 20 tempat yang berbeda di dalam Al Qur’an dengan memakai lafadz pohon kurma : an -Nakhl,an-Nakhiil atau an-Nakhlah.
Anda dapat mempelajari sendiri di dalam Al Qur’an di surat : Ar-Rahman:11, Al-Qaf:10, Yaasiin:67, Ar-Ra’du:4, Maryam:25-26 (Dalam menjelaskan ayat ini Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : ‘Tiada sesuatu yang lebih baik dari perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah’.), Maryam:23, Al-Baqarah:266, Al-An’am:99, Al-An’am:141, An-Nahl:11, An-Nahl:67, Al-Isro’:91, Al-Kahfi:32, At-Taha:71,Al-Mu’minun:19, Yaasiin:34,Qamar:20, Ar-Rahman:68, Al-Haaqah:7 dan ‘Abasa:29.

Di Madinah terdapat pasar kurma terbesar dan terlengkap karena menjual berbagai macam jenis kurma.
Hanya beberapa ratus meter dari halaman masjid Nabawi, Kurma yang dicari biasanya kurma Ajwa (kurma nabi) harganya tergantung kualitas karena ada 3 kualitas kurma ini : harga berkisar antara 40 riyals sampai 80 riyals.

    Kurma Hijau

Kurma lain yang selalu dicari adalah kurma hijau yang sebagian jamaah mencari kurma ini karena dianggap dapat menyuburkan rahim ibu yang belum memiliki keturunan. Kurma hijau agak sulit dicari jika memang belum musimnya seperti tahun 1427 H kemarin hampir tidak ada yang menjual jenis kurma ini, di Jeddahpun sempat aku cari ke beberapa sentra penjualan kurma tapi nihil.

Kurma Basah

Kurma segar yang masih bertangkai seperti buah-buahan biasa biasanya banyak dijual ketika kita jiarah kebeberapa masjid di Madinah (masjid quba), nah didekat masjid tersebut banyak pedagang menjual kurma ini. Kurma ini sepertinya dimasukkan dalam pendingin udara karena kalau terlalu lama kena panas maka bentuknya berubah jadi kurma ini tidak dapat dibawa sebagai oleh-oleh ke tanah air, namun Anda harus mencobanya, per kilo dijual seharga 10 riyals.

    Kurma Ajwa (yg kecil) dan Kurma Ambar

Aku kemarin tidak terlalu banyak membeli kurma cuma jenis ajwa dan satu lagi jenis yang biasa disajikan oleh orang-orang Arab dalam menjamu buka puasa / shaum di masjid Nabawi dengan teh pahit khas Arab. Kata orang arabnya sih bisa sebagai obat kejantanan pria (ada ada saja). Biasanya setiap hari senin dan kamis penduduk Arab suka mengadakan iftor jama'i atau buka puasa bersama didalam masjid, siapa saja boleh menikmati sajian kurma, ada makanan sejenis ketan, teh pahit ketika adzan maghrib sudah berkumandang.


Di Makkah :

Pacar (dalam bentuk bubuk atau biasa disebut Pacar Cina dan dalam bentuk pasta biasa disebut Rani Heana karena sesuai dengan nama merk dagang) : pacar ini biasa digunakan sebagai pewarna traditional untuk mengecat kuku (sering digunakan ketika untuk perkawainan). Nah yang bagus kalau yang bubuk itu dari Madinah, belinya di kaki lima aja (kalau di Madinah jarang jual pacar bubuk) banyak ibu-ibu berkulit hitam yang jual, 1 kaleng susu kecil 2 riyal kalau ditawar 3 kaleng 5 riyal. Aku kadang kasihan juga mau nawar. Pacar yang dijual di kaki lima bagus. kalau belinya di toko, pacarnya stock lama, biasanya kualitas getah kurang bagus lagi dijualnya per kantong harganya lebih mahal.


Kreasikan karya Anda


Nah.. kalau mau yang praktis buat souvenir bisa beli yang dalam bentuk pasta (Rani Henna), seperti odol kalau yang dalam bentuk pasta sebaiknya beli di grosir di Madinah, 1 dus besar cuma 20 riyal kalau di Tanah Air bisa sampai Rp 145.000

Oleh-oleh Khas Tanah Suci #2


KHUF.



Ya bentuknya memang layaknya sepatu bot dengan resluiting dibagian sisi, namun khuf tidak menggunakan hak sebagaimana sepatu umumnya. Bahan khuf ada yang terbuat dari kulit dan ada juga dari bahan imitasi kulit. Khuf ini sangat bermanfaat untuk mengatasi udara dingin selama Anda menunaikan ibadah sholat di tanah suci, baik di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram. Harganya tidak terlalu mahal, kalau yang dari kulit sekitar 25 ~ 35 riyals, kalau yang imitasi sekitar 7 riyals. Khuf merupakan salah satu alas kaki yang digunakan pada masa Rasulullah, untuk itu tidak ada salahnya Anda membeli oleh-oleh ini sekalian dimanfaatkan juga selama di tanah suci tetapi tidak untuk dipakai ketika Anda tengah menjalankan ihram. Untuk perempuan ada juga khuf yang didesign seperti sepatu balet, jadi oleh-oleh ini bisa menjadi pertimbangan didaftar souvenir Anda.
Di Indonesia juga biasanya ada yang menjual dengan kisaran harga Rp 150.000,- 

Saturday, November 10, 2007

Komunikasi & Dokumentasi

Komunikasi


Komunikasi dengan anggota keluarga nampaknya masih menjadi kebutuhan para jemaah haji. Supaya lebih khusuk sebaiknya tinggalkan alat komunikasi canggih di rumah (communicator akan menggoda anda untuk mengakses internet dsb). Bawa aja handphone yang sederhana fiturnya yang penting bisa dipake nelpon dan sms, lagian disana banyak jamaah dari negara lain bahkan orang arabnya sendiri masih make HP kuno padahal arab saudi kan negara kaya, emang orang Indonesia kalau dipikir-pikir pengikut mode juga atau konsumptif.
Terus bagaimana dengan nomor SIM Card, bawa dari Indonesia (nomor Indonesia) atau nomor lokal. Awalnya aku mempersiapkan nomor lokal (pake salah satu operator GSM terkemuka di Indonesia, postpaid aku pake T*********L dan prepaid aku pake punyanya I*****T), mulai dari mengajukan permohonan (photo copy passpor bahkan temenku ada yang diminta deposit uang segala, kalau yg prepaid cukup anda call ke callcenter operator aja untuk dibukakan roamingnya). Aku bawa dua nomor (prepaid dan postpaid, dari dua operator telekomunikasi berbeda). Nah..yang postpaid awalnya mengecewakan karena sampai disana ngga' bisa dipake, sudah menghubungi call centernya, yg juga ngga' ada solusi yang cepat. baru setelah di Mekkah bisa digunakan dan itupun sering bermasalah. Jadi bagi anda yang mempertahankan nomor Indonesia pertimbangkan lagi deh, selain mahal, lama-lama juga sering error. Susah kirim sms. Nomor prabayarku, cepat sekali argonya ketika dipake nelpon, makanya kadang aku nelpon lewat wartel aja, murah meriah kalau pas malam hari karena disana menerapkan tarif discount yang cukup besar.
Temen-temen jemaah haji lainnya juga mengalami problem yang sama, akhirnya banyak yang ganti pake nomer lokal. Sebenarnya gampang kok belinya, trus tinggal pindah sim card, beres!! Sebagian jamaah awalnya ragu karena mempertahankan komunikasi dengan relasi atau keluargnya, akhirnya banyak juga yg beralih. SIM Card prepaid / pra bayar banyak dijual di toko maupun pedagang asongan, harganya yang termurah untuk nomer perdana 100 real. Tarifnya kalau sms ke lokal arab sana cuma 0.25 real, sms ke Indonesia cuma 0.5 real…Nah lho kalau gitu kapan bisa ngabisi pulsanya, ada temennya isteri malah ngasih pinjaman gratis HP nya di Jeddah karena pulsanya masih banyak, silahkan siapa yang perlu telpon keluarga pake telpon gratis katanya. Waah hemat tenan ? ?? Cuma memang itulah jemaah haji kita kurang dapat info kayak gini, mereka sudah termakan promosi operator Indo yang ternyata disamping harga pulsa mahal, kalau kita ada masalah juga lambat solusinya.

Sebagai Informasi Bagi yang mau mengaktifkan roaming international (Untuk Operator TSel):
1. Langsung datang ke GraPARI yang perlu dibawa untuk mengaktifkan SLI/Roaming Internasional selama ibadah haji adalah:
  • No tsb adalah no ybs.
  • KTP
  • Passport/Bukti setoran ONH
  • Uang jaminan gak mesti. Artinya akan menjadi kebijakan graPARI, terkait dengan masa kartu aktif, usage selama ini dlsb, tapi kebiasaannya sih ada uang jaminan.

Tips hemat menggunakan kartuHALO

  • Lebih baik terima panggilan, tariff flat Rp. 4.000/menit
  • Call ke Indonesia, gunakan operator Mobiliy Sabtu-Kamis offpeak 21.00 – 07.00 (waktu setempat) dan Jumat/Hari Libur = SAR 3,34/Menit atau sekitar Rp. 8.350/mnt
  • Gunakan SMS dengan tariff +/- SAR 0.8 atau sekitar 2.000 / SMS

Tips hemat menggunakan kartu simPATI

  • Lebih baik terima panggilan, tariff Rp. 5.500/menit
  • Call ke Indonesia, pergunakan cara call UCB Rp. 13.100/menit : *131*+#) Contoh : *131*+62215240811#
  • Kirim SMS = Rp.3.500/sms. Pastikan No. service center adalah +6281100000
    Untuk mengetahui tarif lebih detail dapat menghubungi call center Telkomsel , 111 dari kartuHALO dan 116 dari simPATI

Nah sekarang tinggal anda pertimbangkan mau pake nomor Indonesia atau beli SIM Card disana, silahkan hitung-hitungan.

WARTEL di King Abdul Aziz Airport

Waktu menunggu di Jeddah bisa digunakan untuk shalat, memeriksa barang bawaan, atau berkeliling melihat-lihat situasi bandara. Jamaah gelombang kedua yang akan ke Makkah biasanya sudah berganti pakaian ihram di bandara ini. Sedangkan jamaah gelombang pertama hendaknya menyiapkan pakaian hangat untuk mengantisipasi udara dingin dalam perjalanan ke Madinah.
Jika ingin makan, jamaah bisa membeli makanan di restoran-restoran yang tersedia. Semua restoran dimiliki oleh jaringan Al Baiaader. Makanan yang dijual relatif lebih mahal dibandingkan harga di luaran. Air mineral harganya sekitar 3 riyal. Makan dengan menu kentang dan ayam sekitar 12 riyal. Tapi porsinya 'raksasa', dijamin tak akan habis jika dimakan sendiri oleh orang Indonesia. Jika ini menelepon ke Tanah Air, jamaah bisa menuju ke wartel-wartel yang ada di bandara. Cuma untuk menelepon, jamaah harus waspada. Penjaga telepon biasanya tetap mengutip 2-3 riyal setiap kali menelepon kendati nomor yang kita tuju tidak tersambung. Jangan lupa mintalah struk pemakaian saat akan membayar.

Dokumentasi


Biasanya untuk kenang-kenangan ketika kita sudah berada di tanah air. Namun ada juga diantara jamaah kami yang nggak setuju bawa kamera, katanya nggak pada tempatnya. Berangkat haji kan untuk ibadah bukan wisata, he he he. Cuma pas sampai di Indonesia dia cari-cari aku untuk bagi dokumentasi dari hasil shooting handycamku. Aku bawa camera digital dan handycam sony kecil agar mudah dibawa dan tidak merepotkan.

Hati-hatilah mengambil Photo, Video selama di tanah suci

Penggunaannyapun harus disesuaikan dengan kondisi Arab saudi, karena tidak semua tempat boleh menggunakan alat tersebut, biasanya kami gunakan di tempat ziarah. Nah kalau didalam masjid tentunya ini membawa resiko, untuk itu pandai-pandailah menyisatinya kalau menggunakan camera matikan lampu/blitznya, yang jelas memang dilarang sesuai dengan pengumuman yang terpampang di halaman masjid (cuma mungkin karena dalam bahasa inggris dan Arab, jadi banyak jamaah yang tidak ngerti). Disana aku melihat sendiri beberapa orang yang tertangkap dan digiring ke kantor askar karena kedapatan mengambil gambar didalam masjidil haram. Biasanya curi curi bawa kamera ke masjidil Haram dan karena nggak pernah ketauan askar biasanya jadi kecanduan. Bawa handphone berkamera terus…foto kabah, bukit safa & marwah dan bagian dalam masjidil haram yang menarik lainnya.Nah pas lagi apes dia tertangkap basah!! oleh askar. Biasanya diproses di kantor dan membuat perjanjian, si askar menyita memory cardnya.Nah bisa dibayangkan, hilang sudah semua dokumentasi yang sudah susah-susah mengumpulkannya. Kalau mau mengambil photo sebaiknya dilantai paling atas masjidil haram, setelah subuh (setelah matahari terbit), nah dilokasi itu biasanya aman dan askarnya juga kalau lihat ngga' diapa-apain dan itu aku lihat banyak yang menggunakan camera maupun handycam, termasuk aku sendiri banyak mengabadikan moment di atas. Aku tahunya juga dari jamaah Indonesia, saat dia melihatku curi-curi ngambil gambar ka'bah dari balik tasku. dia bilang dari atas aja pak. viewnya bagus terus aman lagi, ngga' diapa-apain.