Monday, August 30, 2010

Masjidil Haram di Masa Nanti


Perhatian Besar Kerajaan Saudi terhadap pengembangan Masjdil Haram sangat tinggi. Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah menyetujui perluasan pelataran sebelah utara Masjidil Haram demi kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah para dhuyufurrahman."

Kementerian Urusan Perkotaan yang diwakili oleh Tim Pengembangan Perluasan Pelataran sebelah Utara Masjidil Haram telah mulai pembongkaran gedung-gedung yang berada di sekitar Masjidil Haram." Demikian dilansir Koran harian Al Nadwah hari ini, Rabu (12/03/2008).

Proyek perluasan halaman Masjidil Haram ini seluas 300 ribu meter persegi. Dengan demikian sejumlah gedung dan hotel mulai digusur termasuk wilayah 'Pasar Seng' dari sebelah utara sampai sebelah barat daya yaitu wilayah Gazzah, Raqubah (Pasar Seng), Gararah, Falaq Syamia dan Jabal Hindi.Selain perluasan pelataran tersebut, juga dilakukan pembangunan perluasan terowongan untuk pejalan kaki jalur keluar masuk Masjidil Haram. Ada sekitar seribu bangunan yang akan tergusur demi proyek akbar ini. Perusahaan listrik dan telepon telah memutus jaringan yang berada di gedung-gedung tersebut. Koran Okaz hari ini memberitakan bahwa Tim Pengembangan sejak kemarin telah mengosongkan Sekolahan bernama Arafat yang telah terbangun 50 tahun silam, termasuk poliklinik Syamiah dan Pasar Nadwa yang terdiri dari 30 unit bangunan toko.Ahmad bin Nasyi, Kepala Kepolisian kota Makkah telah melarang dan menutup untuk umum memasuki wilayah Syamiah demi kelancaran pelaksanaan perluasan lokasi tersebut.Perluasan Masjidil Haram Makkah kali ini terbesar sepanjang sejarah di kota Makkah dan Madinah. Proyek menelan biaya 6 miliar Riyal Saudi dengan kontraktor termasyhur, Bin Laden.Sementara itu, perluasan tempat ibadah sa'i di Masjidil Haram masih berlanjut terus menerus. Perluasan tempat sa'i ini sudah dimulai sebelum musim haji 1428 H dan sempat distop pembangunannya saat musim haji berlangsung. ( asy / Detik ) .


Interior bagian dalam

Inilah Blueprint masjidil haran dimasa yang akan datang, Subhanallah..semakin menambah keagungan rumah Allah ini.

Sunday, August 29, 2010

Giant Clock in Mecca


Jam Raksasa yang dibangun diseputar area masjidil haram per 1Ramadhan 1431H mulai resmi beroperasi. Menara jam ini merupakan fitur dari kompleks hotel tujuh menara Abdulaziz, yang dibangun oleh perusahaan swasta Saudi, Binladen Group.Lebih dari 90 juta keping mosaik kaca yang berwarna menghiasi sisi jam, dan setiap sisinya masing-masing menerakan tulisan besar "Allah" yang bisa terlihat jelas dari seluruh pelosok kota.
Media setempat mengatakan bahwa proyek menara jam ini menelan biaya $ US3 miliar. Pembangunan ini tak urung menuai kontroversi.

Selama lebih dari satu abad, sebuah titik di atas sebuah bukit di tenggara London telah diakui sebagai pusat waktu dunia dan titik awal resmi setiap hari baru.Namun sekarang supremasi Greenwich Mean Time atau lebih dikenal sengan singkatan GMT sedang ditantang oleh sebuah jam raksasa baru yang dibangun di Mekkah, yang diperkirakan akan menjadi acuan waktu bagi sekitar 1,5 miliar warga Muslim dunia dengan menyesuaikan jam tangan mereka segera. Jam itu mulai berdetak Kamis (12/8/2010), saat umat Islam mengawali puasa selama bulan Ramadhan. Telegraph, Rabu (11/8/2010), melaporkan, jam tersebut ditempatkan di atas Mekkah Royal Clock Tower yang mendominasi kota suci Islam itu. Ini adalah jantung dari sebuah kompleks luas yang didanai Pemerintah Arab Saudi, di dalamnya terdapat hotel, pusat perbelanjaan, dan ruang konferensi.Penampilan menara jam raksasa itu sangat mirip dengan dua Menara St Stephen (St Stephen's Tower), yang merupakan tempat untuk lonceng Big Ben dan Empire State Building. Menara jam Saudi itu memang bertujuan untuk mengalahkan saingannya di Inggris tersebut dalam segala segi.Jam empat wajah itu berdiameter 151 kaki dan akan diterangi dua juta lampu LED serta dilengkapi tulisan berhuruf Arab ukuran besar yang berbunyi, "Dalam nama Allah". Jam akan berjalan berdasarkan Standar Waktu Arabia (AST), yang tiga jam mendahului GMT. Begitu sebuah puncak berkilauan ditambahkan, berupa bulan sabit untuk melambangkan Islam, tinggi bangunan tersebut akan menjadi hampir 2.000 kaki, yang menjadikannya sebagai bangunan tertinggi kedua di dunia.Jam Big Ben, sebagai perbandingan, hanya berdiameter 23 kaki, tinggi menaranya hanya 316 kaki. Warga Mekkah juga akan diingatkan bahwa sudah waktu untuk berdoa ketika 21.000 lampu hijau dan putih, dapat terlihat dari jarak 18 mil, menyala lima kali sehari. (kompas)
Sementara beberapa penduduk Mekah bersikap kritis terhadap jam besar ini. Ternyata salah satunya karena kompleks ini dibangun di atas tanah yang pernah ditinggali oleh sebuah Benteng Usman. Kelompok pengkritisi ini terus memperjuangkan untuk melestarikan peninggalan-peninggalan Islam yang terus tergerus oleh pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kerajaan Saudi.
"Saya pikir mereka mencoba untuk melakukan banyak pengembangan mewah di sekitar Masjid Agung, membuatnya lebih modern," kata Lina Edris, yang sering mengunjungi Mekah. "Namun, ternyata menara jam ini lebih tinggi daripada menara Masjid Agung, yang jelas akan menarik perhatian padahal masjid lebih penting." tambahnya.



Ambisi pemerintah Kerajaan Saudi menjadikan jam ini sebagai rujukan jam dunia menggantikan Bigban yang ada di Inggris.

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.
Yang jadi persoalan maukah masyarakat dunia mengubah dari GMT ke Mecca ? kalau alasan ilmiah mungkin saja mudah untuk melakukan hal tersebut tetapi banyak faktor lain yang menjadikan dunia enggan berpindah ke rujukan makkah sebagai pusat Bumi. Perlu perjuangan dan dukungan ummat muslim dunia.

Saturday, August 28, 2010

Cara mudah menghitung jumlah putaran Tawaf atau Sa'ie


Di dalam list barang bawaan Haji yang ada di blog ini ada item Karet Gelang, pasti ada yang bertanya untuk apa ? Disini saya jelaskan lagi apa sih gunanya bawa karet gelang .......
Yang paling utama adalah sebagai alat bantu penghitung (Counter) jumlah lintasan Tawaf atau Sa'i yang sedang kita kerjakan, walaupun sebenarnya sangat mudah apabila kita ingin menghitung untuk jumlah bilangan yang hanya 7 (tujuh) dalam kondisi normal. Ya..pada pelaksanaan Tawaf dan sa'i tentunya konsentrasi kita lebih kepada kekhusuan bacaan do'a kita untuk setiap lintasan belum lagi kondisi padatnya jamaahnya yang luar biasa dengan dorongan dan himpitan ribuan manusia yang melakukan tujuan yang sama, maka seringkali kita menjadi lupa sudah berapa hitungan yang kita lakukan. Apalagi untuk jamaah yang sudah usia lanjut tambah deh lupanya.
Alat yang paling mudah adalah dengan menggunakan karet gelang sebanyak 7 (tujuh) karet yang dapat ditempatkan di salah satu lengan, cara menggunakannya adalah pada setiap selesai melakukan satu putaran tawaf atau satu lintasan sa'i maka satu karet gelang Anda pindahkan ke lengan yang lain. Lakukan sampai karet gelang berpindah semua ke lengan yang lain. Artinya pelaksanaan Tawaf atau sa'ie Anda sudah selesai.


Saya punya pengalaman lain lagi dalam menghitung jumlah putaran tawaf, ceritanya ketika sedang melakukan tawaf sunnah (tawaf pengganti tahiyatul masjid) dan kebetulan saat itu saya tidak membawa alat counter namun ketika itu saya mengenakan jaket. jadilah kancing jaketku sebagai alat counter, setiap satu putaran maka satu kancing jaketku aku buka dan seterusnya sampai tujuh kancing terbuka...He he itu waktu hajiku yang pertama....ya intinya Anda bisa memanfaatkan apa saja sebagai alat bantu untuk mempermudah jumlah hitungan, bisa saja pake uang logam yang dipindah dari satu saku ke saku lainnya kalau untuk tawaf sunnah.
Kalau kebetulan ada kenalan dengan jamaah dari India, maka biasanya mereka memberikan Gift / hadiah berupa tasbih dengan jumlah manik-manik 7 (tujuh) butir, yang memang mereka bawa cukup banyak sebagai hadiah ke jamaah lain untuk bentuknya bisa lihat di gambar atas. tasbih tsb dimasukkan ke salah satu jari tangan kita, dan setiap hitungan dengan memindahkan manik-manik / biji tasbih ke bawah.
Kita kembali ke karet gelang tadi, disamping fungsinya sebagai alat counter benda ini bisa Anda fungsikan untuk mengikat tempat makanan (kantong plastik), dan lain-lain. Jadi benda ini perlu Anda pertimbangkan untuk diikutkan dalam logistik haji kan tidak berat membawanya Yup.. demikian tips kali ini, tunggu tips berikutnya.
Salam