Saturday, July 1, 2017

Indahnya Umroh, Itikaf di Masjidil Haram Ala Backpacker Bersama Keluarga. Part-2



1.     PERJALANAN UMROH  Backpacker 1438H

      Untuk manasik Umrohnya bisa baca di tulisan ini.
     
     Schedule awal keberangkatan ke Mekkah dari hotel pkl. 06.00 WAS, tetapi planning tersebut berubah dengan pertimbangan kalau berangkat pkl.06.00 pagi tiba di Mekkah sore hari, jalan-jalan banyak yang ditutup karena padat. Berubahnya jadwal membuat rencana belanja di Madinah batal, dan jamaah juga tidak bisa sholat Isya dan Tarawih di Masjid Nabawi karena harus on time dengan jadwal keberangkatan, karena kita berangkat ini rombongan maka harus patuh terhadap keputusan yang ada agar tidak menghambat perjalanan jamaah umroh.

    Karena perjalanan ke Mekkah ini untuk melaksanakan umroh, dan rombongan harus mengambil miqat di Dzulhulaifah / Bir Ali, maka jika tidak mau ribet mandi ditempat miqat bisa mandi di hotel di mekkah asal tidak melafadzkan niat umroh.  Persiapan umroh dengan menyiapkan kain ihram di kantong plastik ( ada juga jamaah yang langsung memakai kain ihramnya). Mandi Ihram dapat diulangi di miqat Dzulhulaifah / Bir Ali jika kondisi memungkinkan. 

     Sampai di miqat, Alhamdulillah gak terlalu ramai ruang kamar mandinya, jadi langsung mandi ihram, pakai parfum di badan (jangan dikain ihram, kalau untuk perempuan jangan pakai parfum), selesai mandi dan nyemprot parfum ke badan memakai kain ihramnya lalu menuju ke dalam masjid untuk sholat sunnah tahiyatul masjid 2 rakaat dan sholat syukrul wudhu ( sepanjag pengetahuan manasik saya, tidak ada sholat sunnah ihram).

  
     Menaiki bus, lalu ketika bus mulai bergerak kita menetapkan niat ihram didalam hati sambil melafdzkan Labbaika Umratan. Setelah ini maka mulailah berlaku larangan ihram...sepanjang perjalanan sampai ke Mekkah terus menerus bertalbiyah.
   
      Menjelang subuh, Bus sampai ditempat pemberhentian dan dimanfaatkan untuk makan sahur yang sudah disiapkan konsumsinya oleh travel. Tak lama adzan berkumandang, sholat berjamaah subuh ditegakkan di masjid ditempat perhentian tersebut.
   
     Perjalanan 5 jam dari tempat perhentian, dan sampai dihotel +/- pkl. 10.00 pagi, menurunkan koper lalu semua jamaah menuju masjidil haram menggunakan bus Saptco yang ada diseberang jalan. Tidak jauh waktu tempuh +/- 3 sampai 5 menit sudah sampai diterminal bus dekat pintu Marwah (dekat perpustakaan yg dulunya bekas rumah kelahiran nabi). Masing-masing jamaah diberi tiket bus Saptco gratis dari Menara Wisata. Tiket ini berlaku pulang pergi, kalau berangkat tiket diperiksa tetapi dari masjidil haram pulang ke hotel tidak perlu menunjukkan tiket bus lagi.

     
    Rombongan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh, masuk melalui pintu As-Salam, sebagian jamaah ada yang mengikuti muthowib yang disediakan pihak travel dan ada juga yang masing-masing, tetapi karena rata-rata jamaah ini sudah pernah bahkan sering menjalankan umroh atau haji maka lebih banyak mandiri, ketika sudah berada didalam masjid, termasuk saya yang membawa keluarga untuk menyelesaikan rangkaian umroh ini. Satu putri saya kebetulan berhalangan karena dapat haid, tetapi dia tetap mengambil ihram di miqat dzulhulaifah dan ketika kami melaksanakan umroh dia tinggal di Hotel saja ( nanti setelah bersih akan melakukan umroh bersama suaminya ). Karena mendampingi istri untuk melakukan umroh, maka suami anak saya perlu mengambil miqat ke Tan'im dengan menggunakan taxi dari hotel ke tempat miqat dan mengantar ke Masjidil Haram.

  Rangkaian Umroh dapat diselesaikan 30 menit sebelum Adzan Dhuhur berkumandang, setelahmengerjakan sholat Dhuhur kami meninggalkan masjidil haram untuk kembali ke hotel, mandi dan ganti pakaian. Sementara saya mencari Barbershop untuk menggunduli rambut kepala. Tarif gundul antara 15 sampai 20 Riyal, saya ambil yang tarif 20 Riyal dengan harapan tukang pangkasnya profesional tidak membuat luka dikepala. Ternyata harapan itu sirna ketika rasa perih dikepala muncul saat proses penggundulan, ya luka juga walau bayarnya mahal.

   Setelah umroh ini, jamaah lain pada persiapan berangkat ke Masjidil haram untuk itikaf langsung sementara saya putuskan tidak melakukan itikaf dihari pertama ini, karena kondisi badan kurang memungkinkan ( flu berat melanda saat itu), khawatir bertambah parah akan mengganggu ibadah selanjutnya. Saya pilih Sholat di masjid dekat hotel saja, Alhamdulillah masjidnya cukup besar dan di masjid ini disediakan makanan iftar juga ( susu, kurma, juice bahkan nasi briyani plus ayamnya).  Disela-sela istirahat, anak-anak pingin cari hotel lain agar bisa berkumpul disatu kamar. Hunting hotel menggunakan fasilitas Agoda.com dapat hotel untuk disewa satu kamar yang bisa diisi 7 orang selama 5 hari.


     2.   AKTIFITAS ITIKAF

     Sebenarnya gak banyak aktifitas yang kita lakukan di masjidil haram tatkala itikaf. Yang perlu kita lakukan adalah planning kapan kita datang ke masjid dan pulang jika kita tidak mengambil itikaf 24 jam full. Karena waktu masuk masjid sangat penting, agar kita bisa mudah masuk melalui gate/pintu yang dekat dengan dimana tempat kita itikaf.
    Untuk Iftar/buka puasa di masjidil haram banyak yang menyediakan ta'jil mulai dari juice, susu, yoghurt, roti,kurma dan lain-lain.
    
    Aktifitasnya sambil menunggu buka puasa, baca al qur'an ( saya membawa al qur'an ukuran kecil karena tempat saya itikaf jauh dari rak penempatan al qur'an disamping itu untuk memudahkan batas bacaan agar mudah menyambungnya), menambah hafalan sambil menunggu waktu sholat Isya,. karena dari sholat Isya' sampai subuh ini akan full kegiatan sholat berjamaah.
      Tempat itikaf yang saya pilih diantaranya dengan pertimbangan mudah mengakses toilet, suasana ditempat itikaf nyaman, tidak terlalu dingin atau panas, mudah wudhu, mudah mengambil air zamzam, dan pintu masuknya gak ribet diperiksa sama petugas jaga pintu.
   



Gbr.  Beberapa hidangan gratis saat berbuka puasa (source: sunnah travel)  

     
      Ba'da Isya, diselingi sholat mayit lalu kita melakukan sholat lail/tarawih berjamaah 10 rakaat pertama dengan satu imam. Selesai sholat tarawih session pertama, diselingi sholat mayit lagi lalu lanjut ke sholat tarawih session ke dua dengan 10 rakat dan dengan imam yang berbeda. Setiap dua rakaat satu salam. 20 rakaat ini selesai sampai kurang lebih pkl. 23.30 waktu saudi. Istirahat untuk tidur2an atau ke toilet, nanti lanjut lagi sholat lail/tahajud 10 rakaat dan ditutup dengan 3 rakaat witr.yang berkahir kurang lebih pkl. 03 dini hari. Istirahat menunggu waktu sahur dan waktu Subuh.

    Sholat tarawih dan sholat Lail, lebih enak di roof top masjidil haram, udara hangat, mudah ketempat wudhu dan mengambil air minum zamzam. Suasananya langsung dibawah langit.



Gbr. Roof top Masjidil Haram

   
    Sehabis subuh, kami istirahat di hotel. Dan kembali lagi untuk menyiapkan itikaf setelah sholat ashar, dengan membawa bekal makanan yang dibeli direstorant.
    Nasi dan lauk yang dibeli biasanya disiasati masuk ketas kecil yang biasa digunakan untuk menempatkan dokumen agar gak banyak diperiksa dipintu masuk. Kalau makanan ta'jil berupa kurma, juice, susu dll biasanya didalam masjid banyak yang memberi sedekah.
      


     3.   MEMBURU LAILATUL QADR
     
      Malam Lailatul qadr diyakini akan Allah turunkan dimalam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan (pendapat sebagian besar ulama demikian) termasuk penduduk Arab Saudi. Sehingga dimalam-malam ganjil, jamaah di masjidil haram dan masjid Nabawi selalu penuh dipadati jamaah yang memburu lailatul qadr (malam yang Allah akan mengganjar amaliyah kita sama dengan 1000 bulan). Termasuk saya dan keluarga tidak melepas peluang untuk mendapatkannya. Persiapan siang hari tidak lain sedikit tidur agar ibadah dimalam Lailatul qadr bisa maksimal. Ba'da Dzuhur setelah membeli makanan untuk berbuka dan sahur, langsung menuju masjidil haram dan tentunya langsung ke posisi tempat dimana kami itikaf (semacam basecamp lah) karena ketika pelaksanaan sholat berpisah karena jamaah bergabung yang wanita dengan wanita dan laki-laki dengan jamaah laki-laki.
     Imam di malam-malam ganjil ini adalah imam pavorite kami semua, diantaranya Sheikh Mahir Al-Mu'ayqali, Sheikh Khalid Ali Al Ghamdi, Sheikh Abdul Rehman Al-Sudais. Sesama jamaah kalau mau mastikan malam ganjil atau genap maka ditanyalah siapa imamnya, kalau Syaikh Al-Sudais maka dipastikan itu malam ganjil.
     
     Bacaan imam diatas, MasyaAllah membuat kita nyaman, tenanng dan tidak terasa kalau ibadah kita sudah sampai pkl.03 dini hari, bahkan dapat bonus do'a qunut di sholat witr dengan do'a yang panjang,padat dan sangat menyentuh jiwa-jiwa kita sehingga begitu dekatnya dengan Allah.


     4.    MENCARI HOTEL  
       
     Mungkin ada yang bertanya koq cari hotel ? bukankah perjalanan ini sudah termasuk hotel. Betul..perjalanan ini dengan membayar LA sebesar US$ 850 sudah termasuk hotel di Mekkah. Hanya saja karena kapasitas 1 kamar hotel ini diisi 20 orang, sudah pasti yang menempati kamar adalah koper jamaah saja ( karena memang programnya itikaf, maka otomatis tidurnya di masjid bukan di hotel namun demikian kalau kita mau istirahat, mandi di sianga atau malam hari masih bisa koq. karena 80% jamaah itu gak pulang, mereka itikaf di masjid full bahkan ada yg pulang setelah Idul Fitri ke hotel). Tetapi karena saya ini membawa keluarga 7 orang dan sekalian buat liburan jadi hotelnya pingin misah sehingga kami bisa satu kamar saja ( maklum anak2 saya kan di pondok jadi jarang berjumpa kecuali saat libur semester aja). Anda bisa mencari hotel melalui website yang disediakan pihak penyedian jasa seperti Agoda, mister aladin dsb. Kalau saya kemarin menggunakan Agoda.com. 
    
     Anak-anak survey kelokasi hotel yang sudah didapat untuk memastikan fasilitas dan sekalian minta ijin bisa diisi 7 orang. Hotel ini gak terlalu jauh dari hotel group kami, masih di wilayah azijiyah juga cuma beda sektor. Tarif per malam 600 ribu rupiah. Alhadulillah kamar hotel bisa diisi 7 orang, fasilitasnya juga lumayan, AC, Kulkas, Shower, kasur Springbed dengan 3 bed cukup besar. Luas kamarnya juga lumayan lah. Hotel ini hanya dihuni oleh jamaah umroh dari orang saudi sendiri atau dari negara tetangga seperti mesir. Rata-rata penghuni hotel semacam profesional ada yang perorangan dan ada yang bawa keluarga dan anak. Mereka rata-rata mengendarai mobil sendiri dan bermalamnya gak lama paling 2 atau 3 hari. Untuk tinggal cukup nyaman karena gak berisik dan gak rame mengggunakan lift.



       5. MENGGUNAKAN TAXI UBER

     Anggota keluarga saya ini kan anak-anak muda, jadi informasi didunia internet cepet sekali diketahui, salah satunya untuk transportasi dan mencari hotel. Nah karena lokasi hotel saya sekeluarga itu pisah dari hotelnya group dimana lokasi hotel saya ini tidak ada angkutan bus, maka untuk kemana-mana membutuhkan taxi. Taxi sendiri banyak yang lewat menawarkan jasanya, tetapi disamping muatnya cuma 4 orang sementara kami sekeluarga 7 orang juga tarifnya mahal. Solusinya mencari taxi yang model Innova, pajero dll yang bisa muat 7 orang terkadang nego tarif. Jadi yang paling enak pesan taxi pakai aplikasi di HP yaitu UBER tadi. Dalam menggunakan jasa taxi uber perlu sedikit bisa bahasa arab, karena rata-rata sopirnya gak bisa bahasa inggris. Lagian sopir disana males buka gmap yang dapat memandu dimana posisi kita untuk dijemput, mereka selalu bertanya dimana posisi kita, kan ribet kalau gak bisa bahasa arab. Alhamdulillah selama menggunakan taxi uber disana gak banyak masalah, karena anak-anak juga sudah lancar bahasa arabnya. Tarif uber lebih murah dibanding kita pesan taxi biasa ( kalau jumlah penumpang banyak ya. kalau sendirian mending anda naik taxi jamaah aja artinya satu taxi itu bisa diisi oleh sembarang orang dengan tujuan sama atau searah, tarif perorang 5 riyal).



     6. PINTU MASUK MASJIDIL HARAM 
     
      Kenapa pintu masuk masjidil haram perlu saya sharing kepada pembaca ? karena setiap pintu masjidl haram itu ada penjaganya yang memeriksa setiap bawaan jamaah yang masuk ke dalam masjid.
      Barang-barang yang terkadang kita butuhkan selama didalam masjid gak boleh dibawa masuk diantaranya : ransel, tas agak besar, makanan seperti nasi kan susah kalau kita bawa bekal untuk buka dan sahur dimana orang Indonesia kan makanannya nasi. Nah pintu yang aman dari pemeriksaan itu No. 26 yang ada LIFT perhatikan LIFT ya bukan escalator. pintu ini letaknya di area tempat sa'ie ( Marwah) didepan Toilet. Melalui pintu lift ini tidak diperiksa, sementara di nomor pintu yg sama tetapi yang ada escalatornya tetap diperiksa.
     Lokasi itikaf saya di lantai 9 masuk dari pintu marwah atau depan toilet yang ada lift. Nah kalau masuk lewat lift, barang bawaan kita gak diperiksa, tetapi kalau masuk ke pintu biasa atau yang ada escaatornya semua barang diperiksa, salah satu larangan barang yang tidak boleh dibawa masuk adalah nasi. repot kan kalau gak boleh bawa nasi kedalam, kita biasa buka dan sahur dengan nasi.


      Kalau gak mau lewat pintu ini, anda berjalan dikit ke pintu keluar Marwah, barang-barang yang ada bawaan nasi dibawa oleh perempuan aja, karena penajaganya laki-laki semua, dia males periksa barang bawaan perempuan. Bawa barang sebaiknya pakai kantong keresek aja bisa lolos dari penjagaan, kalau pakai tas bakalan disuruh keluar.



     7. SHOLAT I'ED DI MEKKAH

     Malam i'ed jangan dibayangkan seperti malam i'ed nya di Indonesia. Disana gak ada acara takbiran yang bergema dengan suara koor lewat pengeras suara dimasjid atau diruang terbuka lainnya. Gema takbir dilakukan sendiri-sendiri, dan kalaupun ada dari suara masjidil haram yang tidak diikuti oleh jamaah. Begitupun di pagi i'ed nya.
      Saya dan keluarga sebelum waktu Subuh sudah bergerak ke masjidil haram agar mudah masuk kedalam masjid, karena kalau terlambat disamping jalan-jalan ditutup kita gak kebagian tmpat didalam masdjid. Penduduk setempat pada turun ke masjid semua untuk mengikuti sholat i'ed.
      Posisi yang nyaman menurut saya di roftop masjidil haram.....


      8. PENYIAPAN BAGASI PULANG
     
     Setelah melaksanakan Sholat i'ed mulai disibukkan oleh persiapan pulang. diantara kesibukan itu adalah menyiapkan koper dan barang bawaan lain yang perlu dikemas. Berangkat dari Indonesia rata-rata membawa satu buah koper saja, tetapi karena penerbangan Saudi mengijinkan barang bawaan itu 2 x 23 Kg, maka perlu dimanfaatkan untuk oleh-oleh. Tas atau koper banyak dijual ditoko emperan atau bahkan kalau mau yang branded di mall depan masjidil haram. Kalau cuma untuk tas yang volumenya cukup besar bisa diperoleh dengan harga 30 riyal. Air Zamzam dari Menara Wisata dibaginya di Airport di Jeddah sebanyak 5 liter, dan ini dapat bagai tersendiri alias gratis tidak mengganggu jatah bagasi kita yang 2 x 23 Kg tadi. Air zamzam segitu kan dianggap kurang, maka kita bisa bawa dengan menggunakan dirigen plastik yang dibeli disana, hanya saja dirigen ini tutupnya masih mengeluarkan air juga ketika kita sudah rapat menutup bahkan sudah dibungkus dengan plastik wraping. (tips, anda siapkan selotip yang biasa dipakai untuk kran air, tanya aja ke toko material atau toko besi) selotip kran air ini bisa dipakai untuk menutup jerigen air zamzam agar tidak bocor dan bisa dimasukkan bagasi. Kalau anda sedikit mau repot, anda bisa bawa ransel atau tas yang diisi air zamzam dan bawa naikke cabin, gak ada masalah koq. lolos aja dipemeriksaan.


9. TROLLY BANDARA JEDDAH

      Fasilitas trolly di bandara Jedaah memang gak bagus, karena trolly dikuasai oleh porter yang ada disana. Kalau kita mau pakai, harus bayar 3 riyal satu trolly. Kalau anda mau sedikit capek biasa mencari bekas penggunaan orang dapat juga. Tetapi kalau punya sisa riyal, gak ada salahnya bayar 3 riyal sekalian sedekah aja anggapnya.

10. DI BANDARA JEDDAH

      Check in di bandara Jeddah gak terlalu ribet. Setelah menyerahkan passpor dan e-tiket pesawat, masukkan bagasi dan mendaftarkan air zam-zam jatah 5 liter. Air zam-zam ini nanti diserahkan di counter lain, dan air zam-zam ini tidak termasuk dalam quota bagasi kita yang diberikan oleh maskapai Saudi Airlines sebesar 2 x 23 Kg.
      Pas masukkan bagasi, satu koper saya yang dibungkus karung goni disuruh dibuka karungnya karena tidak boleh menggunakan karung goni ( padahal untuk bungkus koper), akhirnya daripada koper rusak (maklum koper baru dibeli di BinDawood), di wrapping dulu diluar dengan tarif 20 Riyal.

     Setelah selesai urusan Check In, masuk ke ruang tunggu. Menunaikan ibadah sholat Dhuhur dan Ashar di jama'. Musholla khusus tidak ada, hanya ruang terbuka di area ruang tunggu yang digunakan sebagai tempat sholat. Kalau toilet ada dan terpisah antara lokasi toilet laki-laki dan wanita.
     Ruang tunggu bandaranya dinginnya luar biasa. Nah ini juga penting diingat, selalu menyiapkan makanan ringan dan air minum karena di ruang tunggu cukup lama. Ada sih toko yang menjual makanan seperti cake dan mie instant tetapi harganya cukup mahal.




Wednesday, June 28, 2017

Indahnya Umroh, Itikaf di Masjidil Haram Ala Backpacker Bersama Keluarga. Part-1

Setelah tulisan sebelumnnya tentang persiapan umroh backpacker, kali ini saya akan berbagi pengalaman Indahnya Umroh dan Itikaf di Masjidil Haram bersama keluarga. Tulisan akan saya bagi kedalam dua bagian, pertama tentang perjalanannya dan ke dua tentang ritual pelaksanaan ibadah disana.


Ketika mendengar kata Backpacker dalam judul yang saya tulis, pikiran pembaca jangan terbawa akan perjalanan backpacker untuk wisata dengan gambaran makan, tidur yang penuh dengan perjuangan. Tetapi yang tepat dalam ibadah umroh dan itikaf ala backpacker ini adalah perjalanan berbiaya murah ( Low Cost), karena untuk fasilitas akomodasi ( transport, hotel ) sudah ada jaminan dari pihak travel agen yang mengurus Visa. Sementara ini memang susah mencari agen perjalanan yang cuma membantu menerbitkan ijin Visa aja, tetapi pasti mereka membuat satu paket dengan transportasi, muthowib, dan hotel. yang tentunya kalau semua ini bisa dipangkas maka pasti biaya untuk bisa Umroh jauh lebih murah lagi.

------- ini update tulisan saya tentang Visa ini ternyata ada Travel agent yang bersedia membantu pengurusan Visa saja. Info ini saya dapat dari teman saya yg berangkat Umroh ramadhan 1438H full backpacker artinya hanya Visa yg minta bantuan agen perjalanan. Tarif jasa pembuatan Visa US $120.  Jadi tinggal mencari tiket pesawat pp, voucher hotel, voucher bus dari bandara ke hotel dan sebaliknya serta dari Madinah ke Mekkah jika memilih Madinah dulu tujuan awal. Temen saya ini berangkat 4 orang saja.  Hanya saran saya, jika anda ingin mengambil cara backpacker seperti ini anda membutuhkan TL yang sudah pernah berangkat atau kalau anda ingin mencoba pastikan anda bisa sedikit bahasa Arab atau bahasa inggris agar memudahkan perjalanan anda ( pada saat mencari bus yang sudah dipesan, pada saat berkomunikasi dengan pihak hotel, dll  --------------


PERJALANAN UMROH BACKPACKER 1438H

Perjalanan Ibadah Umroh sekaligus bisa melaksanakan itikaf dan sholat Ied di masjidil haram bersama keluarga ( kami 7 orang dalam satu keluarga ) yang tergabung dalam 1 kelompok kecil berjumlah 28 orang.

Tanggal 9 Juni 2017 Hari Jum'at pagi sehabis sholat Subuh, dengan menggunakan kendaraan pribadi Grand Livina, kami sekeluarga menuju Bekasi. Rencana awal mobil mau dititipkan di tempat keponakan di Bekasi. +/- pkl. 10.00 WIB sampai di Bekasi untuk istirahat. Kemudian mobil ada yang mau makai, oleh keluarga besan kami di Jakarta selama kami melaksanakan umroh. Rencana diubah, selesai sholat jum'at +/- pkl. 14.00 wib kami bergerak menuju Terminal 2F Cengkareng untuk keberangkatan ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat KLM. Mobil dibawa pulang oleh keluarga.

Saat keberangkatan tetap melaksanakan ibadah shaum ramadhan.






Check in di counter KLM


Setelah check in di counter KLM, menuju ruang tunggu. Sayangnya lupa membawa makanan untuk berbuka berupa ta'jil hanya sempat beli paket Hokben aja. Di ruang tunggu tidak nampak ada yang menyediakan makanan ta'jil untuk berbuka, sayang juga ya kesempatan untu meraih pahala dengan sebutir kurma oleh pihak angkasa pura dengan bandara yang megah terlewat begitu saja. Akhirnya di deket ruang tunggu, saya membeli 1/4 Kg kurma Palm Fruit yang tentunya harus dibayar dengan harga 2 kali lipat dari harga diluar bandara.

Setelah terdengar waktu adzan, berbuka dengan ta'jil ala kadarnya dan dilanjut sholat jama' qasar manghrib dan isya' di musholla bandara. Belum selesai sholat, informasi bandara menyampaikan kalau penumpang KLM tujuan Kuala Lumpur  segera boarding.

Ba'da sholat kami coba melewati gate boarding, disini kami dilarang membawa air minum yang ada di botol ke pesawat. beberapa botol disita, peraturan penerbangan international demikian. Karena kami butuh minum untuk makan hokben yang dibeli akhirnya di waktu boarding kami makan di gate pemeriksaan, sebelumnya agak sedikit bersitegang dengan petugas karena larangan makan dan minum disitu.

Sesampainya di KLA, untuk mengambil bagasi ternyata ada di terminal lain yang harus dicapai menggunakan transportasi train semacam MRT. Setelah semua bagasi keluar, menunggu jemputan dari saudara.





Menunggu keluar bagasi


Di Malaysia, hanya 2 malam yang dimanfaatkan untuk jalan-jalan liburan anak-anak. Mampir ke Twin Tower, main ke Sea wordnya Malaysia.









Tanggal 11 Juni 2017 adalah starting point perjalanan umroh ini dimana selesai sholat Dhuhur menuju Bandara Kuala Lumpur untuk melakukan Check in di conter Saudi Arabia Airlines yang berada di counter J, Oh iya usahakan melakukan WEB CHECK ini 24 jam sebelum waktu keberangkatan untuk memudahkan proses check ini di Bandara sekaligus dengan Web Check in ini kita bisa memilih kursi yang nyaman selama dalam perjalanan. Untuk pilihan tempat/kursi di pesawat Boeing 787-9 (789) yang kami tumpangi ini kami memilih deretan kursi No.30 di bagian ekonomi class, untuk selonjoran kaki enak. Bagian yang agak lega adalah area exit dan area restorant cabin.




Siap-siap Check In di Counter Saudi Ailines


Space waktu saya di Bandara aagak sedikit mepet waktunya karena harus melewati antrian imigrasi yang cukup panjang, idealnya kita datang ke Bandara itu bisa check ini pkl. 13.00 waktu Kuala Lumpur sehingga nggak terlalu lama untuk antri di imigrasi dan kita bisa istirahat didalam. Sampai sore hari, kami tetap melaksanakan puasa. Pesawat Saudi Arabia yang kami tumpangi menuju Madinah mengalami delay cukup lama hampir 1 jam lebih, dengan pertimbangan waktu buka yang semakin panjang kami memutuskan untuk tidak melanjutkan puasa hari itu, hanya satu anak laki-laki saya yang bertahan sampai waktu buka di Madinah.

Setelah 1 jam dari take off +/- pkl 17.00 KUL, awak cabin menyajikan minuman ringan dan makan malam bagi yang tidak menjalankan puasa. Inilah waktu berbuka saya dalam perjalanan.


Sajian makan di pesawat Saudi Airlines


Selama perjalanan, hiburan di layar video kursi banyak pilihan mulai dari permainan/games, menyimak video manasik umroh, murottal al qur'an dari qori terkenal, sampai film action dan film komedi. Tetapi karena badan capek, waktunya sepanjang perjalanan KUL - Madinah dipakai tidur. Sementara anak-anak menikmati perjalanan dengan beberapa menu hiburan dilayar monitor yang ada.
Sholat Maghrib dan Isya' tidak dilakukan di pesawat, tetapi kami lakukan pada saat sudah mendarat saja di Bandara Madinah, karena waktu sholat maghrib dan landing cukup pendek.



Hiburan di pesawat Saudi Airlines


Dua Jam sebelum mendarat, awak cabin menyajikan makanan lagi sekaligus sebagai makanan untuk berbuka bagi jamaah yang bertahan untuk tetap berpuasa.




Keluar dari pesawat menuju counter imigrasi


Pkl. 21 an waktu arab saudi, pesawat mendarat di Bandara International Madinah, melewati lorong garbarata menuju pemeriksaan imigrasi. Seperti biasa antrian di bagian imigrasi ini cukup melelahkan karena pos pemeriksaan hanya dibuka 3 loket dari belasan loket yang tersedia. Sambil menunggu antrian, kami melakukan sholat berjamaah jama' qasar untuk sholat maghrib dan isya' diarea imigrasi tersebut. Gak kami dapati ruang musholla, sehingga di area terbuka saya berjamaah dengan keluarga dengan diimami oleh anak saya yang bungsu. Selesai sholat menunggu antrian yang masih panjang dan memakan waktu cukup lama.

Setelah melewati proses imigrasi yang memakan waktu panjang, kami mengambil bagasi yang sudah berada di area bagasi claim.


Antrian di Imigrasi


Keluar pintu sudah dicegat oleh petugas arab saudi yang mendata semua jamaah yang datang, rombongan siapa, siapa muthowibnya, siapa muasasahnya.....ribet banget sampai akhirnya penjemput kami dari muasasah datang baru kami bisa menaiki Bus. Tim Leader dan anggota lain entah kemana terpisah...disini peran TL rombongan perlu mendapat perhatian, agar jamaah/anggota tidak harus mengatasi masalah sendiri-sendiri. Karena kalau kita gak bisa bahasa arab repot memberi penjelasan kepada petugas disana.

Masukan bagi Tim Leader backpacker manapun, agar ketika keluar dari bandara lebih dahulu melewati pemeriksaan imigrai kemudian membantu anggotanya untuk bisa keluar dan bersama rombongan menuju Bus.

Setelah cukup memberi penjelasan dan bertemu dengan muthowif yang menjemput dari Menara Wisata, petugas bisa melepas kami sekeluarga menaiki Bus. Didalam Bus menunggu jamaah lain yang lolos dari pemeriksaan cukup lama, sementara udara panas sudah begitu terasa mengeringkan tenggorokan, Air minum tidak tersedia didalam Bus.

Nah disini menjadi masukan lagi bagi TL atau pihak travel untuk bisa menyediakan air minum/ air mineral botol di bus agar jamaah tidak kesulitan mendapat air minum mengingat di pesawat saat naik dilarang membawa air minum ( sebaiknya anda bisa menyiapkan botol kosong aja saat naik pesawat baik dari Cengkareng maupun Kuala lumpur, nanti diatas pesawat minta isi ke crew pesawat air minumnya) .




Bus mendekati area hotel


Pkl 22.30 waktu arab saudi, bus melaju ke hotel, setelah semua koper turun dan kamar dibagi kami beristirahat. Pihak Menara Wisata menyediakan makan malam yang sebelumnya diperuntukkan untuk makan buka puasa. Lumayan mengganjal perut yang lapar.

Istirahat sampai adzan subuh yang pertama, lalu makan sahur yang disediakan pihak menara wisata lalu bersiap ke Masjid Nabawi yang jaraknya +/- 250 meter saja.
Udara diluar saat subuh masih terasa panas, seperti muka kita ini berada di ruang mesin mobil yang sedang dihidupkan mesinnya. Luarr biasa musim panas yang menyambut puasa ramadhan pada perjalanan umroh kali ini.




Halaman Masjid Nabawi, Madinah



Untuk betemu dengan keluarga, kami sepakat pkl 06.00 waktu arab saudi bertemu dititik yang disepakati ( pintu 27 ) ke arah mall bin dawood.



IBADAH SELAMA DI MADINAH

Di Madinah, pelaksanaan ibadah seperti biasa belum ada waktu itikaf. Setelah Adzan pertama subuh, melakukan sahur lalu bersegera ke Masjid Nabawi. Jangan terlalu mepet datang ke masjid diwaktu sholat fardhu karena bakal kebagian tempat dihalaman masjid apalagi perempuan space di dalam masjid sangat terbatas. Kondisi cuaca di luar masjid walau pkl .03 atau 04 dini hari panasnya menyengat, bisa 40 derajat celsius, belum lagi terpaan angin panasnya, yang pastinya gak jaman dan membuat gak khusu' sholat. Sambil menunggu waktu sholat, bisa dimanfaatkan untuk membaca al qur'an, menghafal, berdzikir.
Ba'da sholat subuh, selalu ada kajian ilmu yang diisi oleh ustadz asal indonesia, kalau waktu saya disana yang mengisi ustadz DR Abdullah Roy, LC.MA.
Setelah kajian, bisa mengisi waktu bebas, mau pulang ke hotel atau kalau yang kuat dengan cuaca panas bisa jalan-jalan atau mencari oleh-oleh.



IFTAR / BUKA PUASA DI MADINAH



Suasana iftar di halaman masjid Nabawi ( photo focus islam )


Ba'da Ashar sebaiknya tidak usah kembali ke hotel lagi untuk menunggu waktu berbuka, kalaupun mau pulang usahakan 1 jam sebelum waktu buka atau pkl. 18.00 sore sudah di masjid, Adzan maghrib disana +/- pkl. 19.07 waktu arab saudi. Kita bisa memilih untuk berbuka dihalaman atau didalam masjid. Kalau didalam masjid makanan yang didapat gratis itu bukan makanan berat (nasi ), paling paket Kurma, juice, susu, laban, roti dan buah-buahan, kopi arab, karena makanan seperti Nasi memang tidak boleh masuk kedalam masjid.
Kalau di halaman masjid anda bisa menikmati nasi bukhari, nasi briyani, nasi mandi, dsb yang akan membawa kesan tersendiri suasana dan menu makan saat iftar disana.



Foto Viral D Viral.
Gbr. Nasi Bukhari




Setiap makanan yang dibawa kedalam masjid untuk dibagikan gratis ke jamaah, selalu diperiksa ketat di pintu-pintu masuk masjid Nabawi.

Tetapi kalau dihalaman masjid banyak banget menunya ditambah nasi Briyani, nasi minyak dsb plus ayam yang masih panas. Paket nasi ini terkadang sudah dikemas dalam kemasan alumunium foil yang bisa kita bawa pulang kalau nasi tersebut tidak kita makan saat itu, tetapi terkadang nasi dituangkan diatas plastik untuk dimakan beramai-ramai, yang terakhir ini suasana makannya memang luar biasa enak dan ngangenin.  Masing-masing lapak dari dermawan yang bersedekah untuk iftar, menunya berbeda-beda dan enaknya kita bisa ganti-ganti lapak untuk mencoba sajian yang berbeda.
Untuk makan berbuka puasa di Madinah tidak usah khawatir, karena makanan berlimpah dari sodaqoh, infaq orang-orang kaya disana.
Hanya saja terkadang saya melihat para jamaah yang ada kurang menjaga adab, bahkan kesannya tidak bisa mengendalikan nafsu disaat-saat menjelang berbuka, nafsu serakah mereka muncul, makanan yang dibagi oleh petugas yang ditunjuk dermawan untuk dibagi rata banyak juga yang mengambil lebih dari jatahnya dengan memasukkan ke kantong atau tas yang disiapkan oleh jamaah yang akan berbuka, yang kemudian mereka meminta jatah lagi seolah-olah belum mendapat bagian. Ini pemandangan yang sering saya jumpai didepan mata kepala sendiri, sampai anak saya sempat mendokumentasikan prilaku-prilaku saudara-saudara kita yang kurang mengedepankan adab.

Kita disunnahkan mendo'akan orang yang telah memberi kita bukaan dihari itu dengan do'a terbaik.
Usahakan di menit-menit menjelang berbuka, memperbanyak do'a karena inilah waktu-waktu mustajab dikabulkannya do'a, dimana kesempatan ini jarang dimanfaatkan oleh orang-orang yang berpuasa.




SHOLAT LAIL 


Sehabis sholat maghrib menunggu _/- 2 jam untuk mengerjakan sholat Isya'. Waktu sholat isya jedahnya dari sholat maghrib cukup lama. Sholat Isya dilakukan pkl 21.00 waktu arab saudi, langsung dilanjut dengan sholat Tarawih. Sholat tarawih dilakukan 2 rakaat satu salam.

Pada hari biasa yaitu malam 1 sampai 20 Ramadhan jumlah raka’at shalat tarawih di 2 masjid (Masjidil Haram dan masjid Nabawi) dengan total berjumlah 23 (20 tarawih dan 3 witir) namun pada 10 malam terakhir Ramadhan jumlah raka’at di dua masjid berubah menjadi 31 raka’at dengan rincian (20 rakaat tarawih setelah isya tanpa witir kemudian istirahat, dilanjutkan malam hari jam 01.00, 8 raka’at qiyaam 3 raka’at witir).

Satu rakaatnya dengan bacaan yang cukup panjang, makanya kalau mau mengikuti sholat Lail ini kita prepare tidur siang beberapa menit lah agar tetap tidak mengantuk. . Pulang ke hotel biasanya makan malam, dari pihak Menara Wisata menyediakan makan untuk buka tadi yang belum diambil oleh jamaah.


OLEH-OLEH DI MADINAH

Sebaiknya di Madinah ini kalau kita mau berburu oleh-oleh, karena disamping harganya murah dibanding di Mekkah juga lebih dekat toko-tokonya dengan hotel kita. Variasi oleh-oleh juga banyak tinggal siapkan uangnya aja.




Kurma muda

Kurma bisa didapat dipasar kurma disebelah utara masjid Nabawi, Saya lebih suka kurma Safawi harganya 20 Riyal mirip kurma Ajwa tetapi lebih panjang dan besar, kurma jenis Sukari (kurma ini memiliki tekstur yang khas dan rasanya seperti ada paduan susu/creamernya) harganya juga murah per Kg 10 Riyal. Kurma lain adalah rukhtob, kurma muda basah. Selain itu paling kacang arab. Kacang-kacangan ini kalau mau dapat harga murah beli di Masjid Quba aja disana murah-murah.

Kalau pakaian, untuk laki-laki saya biasa beli jubah merk Al Haramain dengan harga 45 s/d 50 riyal. Kemudian peci rajut made inn Turkey, satu lusinnya 12 Riyals, peci rajut buatan tangan dari bangladesh 1 buah 5 Riyals. Untuk perempuan bisa cari oleh-oleh Abaya, cadar.  Oleh-olehnya begitu aja, saya gak tertarik mencari tasbih dsb.



CITY TOUR DI MADINAH


City tour dari pihak Travel disediakan, tetapi tidak semua lokasi dikunjungi. Akhirnya saya sekeluarga sewa mobil yang muat 7 orang untuk city tour duluan ketempat yang tidak diagendakan untuk dikunjungi.  Yang dekat bisa ke Khandak, Percetakan Al Qur'an, Melewati istana King Salman, Masjid Qiblat a'in. Sewa mobilnya 40 Riyal.
Sementara City Tour dari travel ke Kebun kurma, masjid Quba, Bukit Uhud




Foto Sunnah Travel.
Bus City Tour ( photo sunnah travel)

Di depan Gerbang Pagar Utama Masjid Nabawi No. 21, terdapat mobil yang disiapkan pemerintah KSA untuk City Tour di Kota Madinah dengan biaya SAR 80 per orang, mungkin yang Umroh mandiri / backpacker, bisa menggunakan fasilitas ini.

Atau anda bisa memilih untuk mengunjungi Museum Madinah, dengan berjalan kaki melewati perumahan penduduk.


Foto Sunnah Travel.

Foto Sunnah Travel.

Foto Sunnah Travel.


Foto Sunnah Travel.

Gbr.Museum Madinah ( source:  sunnah travel)



SARANA KOMUNIKASI 


Selama di Arab Saudi saya membeli kartu perdana dan voucher Mobily, salah satu operator celular terbesar disana. Untuk bisa mengaktifkan kartu perdana kita harus menunjukkan nomor Visa, untuk itu sebaiknya sebelum berangkat Visa nya bisa di photo di HP atau photo Copy. Nomor Visa ini akan dijadikan identitas pengguna celular, termasuk nanti diambil sidik jari kita untuk mencocokkan data visa dengan pemilik. Kalau gak ada visa dan sidik jari maka kita tidak bisa menggunakan kartu yang kita beli. Harga kartu perdana 30 Riyal untuk paket 1 GB, nanti setelah itu beli voucer seharga 10 riyals untuk tambahan paket data 2 GB.


Baca pengalaman saya selanjutnya....


Wednesday, May 3, 2017

Panggillah kami kembali ya Allah, Jadikan Jiwa-Jiwa kami yang selalu rindu akan rumahMu



Tatkala persiapan-persiapan perjalanan Umroh Backpaker dimulai, dan ada kabar gembira dari berkah kedatangan Raja Salman ke Indonesia beberapa waktu lalu tentang penambahan Quota jamaah haji Indonesia. Sayapun diminta istri melihat nomor antrian porsi haji kami melalui website resmi kementrian agama Republik Indonesia. Ajib.perkiraan keberangkatan haji kami InsyaAllah tahun 2018 ini.

Karena tabungan haji Arafah saya di Bank Muamalat Palembang sedangkan domisili saya saat ini sudah di Bandung, maka segera saya mengupdate informasi alamat dan kontak saya ke Bak Muamalat agar jika ada informasi pelunasan biaya perjalanan haji, saya tidak ketinggalan atau terlewat karena data yang terecord di Bank masih data yang lama.

Untuk keberangkatan haji kali ini, tentunya ada extra pengurusan dokumen dan masalah keberangkatan. Domisili di Bandung tetapi dokumen dan kemungkinan terbang melalui embarkasi Palembang. Kemungkinan saya akan membuat permohonan pindah embarkasi kalau benar keberangkatan saya atas ijin Allah benar di 2018

Jika sudah ada kesempatan Allah mudahkan kita melaksanakan ibadah umroh atau haji, maka sempatkanlah berdo'a ditempat-tempat mustajab, dan waktu-waktu mustajab di ijabahnya do'a kita. Yakinlah Allah akan menjawab kerinduan terhadap tempat di Bumi Allah yang paling mulia ini.

" Ya Allah Panggillah kami kembali, Jadikan Jiwa-Jiwa kami yang selalu rindu akan rumahMu".


Monday, May 1, 2017

TATA CARA IBADAH UMROH

TATA CARA IBADAH UMROH (MANASIK UMROH)



Perjalanan Umroh Backpacker InsyaAllah dalam satu bulan kedepan. Disamping persiapan-persiapan yang diperlukan maka persiapan ilmu manasik sangatlah diperlukan, agar merefresh kembali manasik umroh yang pernah dilakukan maka saya catat ulang hal-hal yang perlu menjadi penekanan selama melaksanakan ibadah ini, yang semoga memperbaiki manasik-manasih sebelumnya sehingga menjadi tambah sempurna ibadah yang dilakukan.

Al-Umroh secara bahasa adalay Az-ziyaroh atau berkunjung, adapun secara isitilah adalah berkunjung ke rumah Allah Ta'ala, Al Ka'bah dengan maksud untuk tawaf dan juga sa'i antara Safa dan Marwah. Ini adalah pengertian umroh secara bahasa maupun istilah. Dan umroh adalah ibadah yang agung memiliki keutamaan yg besar bagi orang yang melakukannya. Diantara dalil Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan kepada kita salah satu keutamaan memperbanyak ibadah umrah. Hal ini disebabkan umrah memiliki keutamaan yang agung, yaitu dapat menggugurkan dan menghapuskan dosa-dosa. Dan yang dimaksud dengan dosa yang bisa dihapus di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan termasuk dosa-dosa besar. Adapun dosa-dosa yang besar maka dihapus dengan bertaubat kepada Allah Ta'ala dan tidak cukup dengan ama sholeh, dalilnya didalam sabda Nabi Shalallahu alaihi wasalam yang lain :


حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ أَبِي صَخْرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Shalat lima waktu dan shalat Jum'at ke Jum'at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar. [HR. Muslim No.344].

Oleh karena itu Allah Subhannallahu wata'ala berfirman,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami akan masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). [an-Nisa/4:31].

Menunjukkan bahwa dosa yang bisa dihapuskan dengan amal sholeh, dengan umroh, dengan sholat dengan jum'at ke jum'at berikutnya hanyalah dosa kecil, adapun dengan dosa-dosa yang besar dihapus dengan bertaubat kepada Allah Ta'ala.

Diantara keutamaan umroh disebutkan didalam salah satu hadist,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

ini menunjukkan keutamaan lain umroh dan besarnya pahala khususnya di bulan ramadhan. Yang dimaksud dalam hadist di atas setara/senilai dengan haji adalah dari segi balasannya atau dalam hal pahalanya yang senilai dengan pahala haji, dan bukanlah yang dimaksud barang siapa yang umroh di bulan ramadhan, sementara dia memiliki kewajiban haji akan gugur kewajiban hajinya.
Alhamdulillah kita berharap umroh yang dilakukan di bulan ramadhan ini dapat diterima dan diberi ganjaran pahala senilai pahala haji.

HUKUM MELAKSANAKAN UMROH

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, ada yang mengatakan Sunnah dan ada diantara ulama yang menghukumi Wajib dilakukan sekali dalam seumur hidup bagi orang yang dipenuhi syarat wajibnya diantara yang memilih pendapat ini adalah Imam as syafi'i demikian juga pendapat imam Ahmad dan ini dikuatkan oleh kebanyakan ulama yang ada di Saudi Arabia, mereka mengatakan bahwasanya umroh  in wajib dilakukan sekali dalam seumur hidup apabilaa terpenuhi syarat wajibnya. mereka berdalil dengan beberapa dalil diantaranta sabda Nabi Shalallahu Alaihi wasalam ketika beliau ditanya oleh Aisyah radhiaullahu anha,

يَا رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ:

“Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi wanita?” Beliau menjawab, “Jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.”

Ini menunjukkan wajibnya bagi wanita berjihad yang tidak ada peperangan didalamnya, para ulama mengatakan wanita yang lebih lemah dari laki-laki diberi pilihan wajib berjihada dalam hal umroh dan haji, apalagi laki-laki yang secara fitrah lebih kuat dari wanita, ini diantara dalil yang dijadikan ulama dalam menghukumi wajibnya umroh bagi muslim dan muslimah apabila terpenuhi syarat wajibnya. Apa yang dimaksud syarat-syarat wajibnya umroh.
syarat-syarat wajibnya umroh adalah perkara-perkara yang ada pada diri seseorang baik muslim maupun muslimah maka dia wajib melaksanakan umroh.  Syarat wajib ini ada 5.

SYARAT dan WAJIB UMROH
1.    Al Islam, yaitu seesorang beragama islam, orang tdk beragama islam dia tdk berkewajiban melaksanakan umroh dan kalau melakukan maka tdk sah umrohnya sampai dia masuk dalam agaama islam
2.  BERAKAL, seorang yg tdk berakal, tidak berkewajiban melaksanakan umroh mesikpun memenuhi syarat yg lain spt islam, berkemampuan. Pena ini diangkat untuk 3 gollongan : salah satunya dari orang yg gila sampai dia berakal kembali, dari anak kecil sampai mimpi basah
3.   SUDAH DEWASA, anak yg belum dewasa tdk berkewajiban umroh dan seandainya dia umroh sebelum dewasa maka umrohnya sah tetapi tidak menggugurkan kewajiban untuk melakukan umroh kembali apabila sudah terpenuhi syarat wajibnya. Tanda kedeasaan ada 3 ( pertama seseorang sudah berumur 15 tahun, ke dua  cirinya sdh keluar air mani baik dalam keadaan bangun maupun dalam keadaan tidur walau belum berusia 15 tahun, ke tiga keluar bulu kemaluan untuk wanita ditambah ciri ke empat yaitu sudah datang haid ).
4.       Dalam keadaan MERDEKA, bukan sebagai budak atau hamba sahaya.
5.       MEMILIKI KEMAMPUAN, yaitu kemampuan dalam dua segi ( phisik dan harta). Orang yg memiliki kemampuan phisik namun tidak memiliki kemampuan harta maka tidak ada kewajiban untuk melakukan umroh, dan apabila dia melakukan umroh maka umrohnya sah dan mengugurkan kewajibannya ( contoh orang yg diberangkatkan umroh oleh orang lain). Orang yg sdh tua renta atau sakit yg tidak diharapkan kesembuhannya maka dia wajib mewakilikan kepada orang lain untuk mewakilkannya untuk melaksanakan umroh, syarat orang yang melaksanakan umroh tersebut sudah pernah melakukan umroh dan tidak ada keharusan harus keluarga sendiri tetapi boleh oleh orang lain. Adapun untuk seorang wanita makna kemampuan adalah memilik mahrom, jadi apabila wanita tidak memiliki mahrom maka tidak boleh melakukan umroh. Yang dimaksud mahrom adalah suaminya atau orang lain yang diharamkan menikah dengannya ( nasab: ayah, paman, dsb susuan : suami dari seseorang yg pernah menyusui dia, dsb  asbab pernikahan : mertua, menantu laki-laki). Adapun jika sudah terlanjur seorang wanita berpergian umroh tanpa mahrom, sementara dia tidak tahu, maka hendaklah dia bertaubat memperbanyak istighfar dan tidak mengulangi kembali.
Jika 5 syarat tsb terpenuhi hendaklah dia mempersiapkan diri untuk melaksanakannya. Dan hendaklah ia mengetahui adab-adab umroh.

ADAB-ADAB UMROH
1.       Menjaga Keikhlasan, yaitu dia tidak melakukan ibadah ini kecuali mengharap ridho Allah ta'ala. Melakukan ibadah dengan ikhlas tentunya bukan perkara mudah, ulama memberikan panduan untuk mencapai keikhlasan dalam ibadah diantaranya :
a.      Berusaha untuk menyembunyikan amal, usahakan apa yang kita lakukan tidak diketahui mahluk entah itu keluarga kita, teman kita dll. Ini yang diajarkan para salaf dimana mereka beramal kecuali dia dan Allah saja yang mengetahui amal yang dia lakukan, menyembunyikan amalan selagi amalan tersebut bisa disembunyikan.
b.  Berusaha untuk melawan apabila ada bisikan2 syaitan yg berusaha untuk mengooda kita memalingkan kita dari keikhlasan untuk meminta sanjungan atau pujian manusia. Kita memohon pertolongan Allah dari godaan syaitan yang terkutuk
c.       Berdo'a kepada Allah supaya diberikan keiklhasan, salah satu do'a :

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ

Allaahumma Innii A'udzu bika an Usyrika bika wa Anaa A'lamuhuu wa Astaghfiruka Limaa Laa A'lamuhu

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad dan Shahih Abi Hatim serta yang lainnya, shahih)

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

Allaahumma Innaa Na'udzu bika min an Nusyrika bika wa Anaa A'lamuhuu wa Nastaghfiruka Limaa Laa A'lamuhu

"Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan kami memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui." (HR. Ahmad IV/403 dari Abu Musa al Asy'ari. Dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih al Targhib wa al Tarhib I/121-122 no. 36)

2.  Berusaha untuk megetahui hukum-hukum yg berkaitan tentang umroh bisa dengan cara membaca buku, mendengarkan ceramah, bertanya kepada ahli ilmu,apalagi ibadah  umroh ibadah yang jarang dilakukan. Walaupun orang yang beberapa tahun lalu pernah melakukan umroh belum tentu saat ini masih ingat pelaksanaan ibadah umroh. Jadi sebaiknya sebelum dia terjun didalam pelaksanaan ibadah umroh ini sebaiknya mempersiapkan diri dengan mempelajari hukum-hukum yang berkaitan tentang umroh ini, agar sesuai dengan cara umrohnya Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam.


AMALAN-AMALAN UMROH
Ada 3 tingkatan :

1.   Rukun-rukun Umroh, adalah tingkatan yg paling penting. adalah perkara2 yang wajib dilakukan oleh orang yang umroh dan tidak ada gantinya apabila ditinggalkan, tidak dapat digantikan dengan uang dan tidak dengan tebusan DAM.
2.     Kewajiban Umroh, ini adalah perkara yg wajib akan tetapi jika ditingalkan dengan sengaja atau tidak sengaja masih dapat diganti yaitu dengan membayar DAM dengan memotong kambing di tanah haram Mekkah dan dibagikan untuk orang-orang miskin yang ada di tanah haram di Mekkah
3. Perkara yang di Sunnahkan, yang apabila dikerjakan mendapat pahala apabila tidak dikerjakan tidak mempengaruhi sah tidaknya umroh

RUKUN-RUKUN UMROH
Jumlahnya ada 3 :

1.       IHRAM, artinya niat untuk masuk dalam sebuah ibadah. ihram termasuk rukun dan barang siapa yg mengerjakan semua pekerjaan umroh tetapi dia tidak berniat maka umrohnya tidak sah, karena dia meninggalkan salah satu rukun umroh. dalil, innamal akmalu bin niat, Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat. yang dimaksud dengan niat apa yg ada didalam hati kita, tergeraknya kita untuk melakukan sesuatu itu dinamakan dengan niat
2.       TAWAF, yaitu mengelilingi ka'bah 7 kali dengan sifat-sifat yang sudah ditentukan syariat. Dalilnya " Dan hendaklah mereka tawaf disekitar rumah Allah ta'ala yang kuno
3.       SA'IE, berjalan dari Sofa ke Marwah dan kembali dari Marwah ke Sofa, dalilnya Wahai manusia hendaklah kalian sa'ie karena sa'ie telah diwajibkan atas kalian.
Kalau kita sudah melakukan tiga perkara ini, yaitu Niat, Ihram, Tawaf dan Sa'ie berarti kita telah melakukan perkara-perkara yang penting dalam umroh ini.

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN UMROH
1.       Niat dari Miqot, seseorang tidak boleh melakukan niat setelah miqot karena kewajiban dia niat dari miqot atau sebelum miqot. Jika melakukan niat setelah miqot maka dia telah meninggalkan salah satu kewajiban umroh yaitu niat dari miqot. Dan yg dimaksud dengan miqot, miqot makani yaitu miqot yang berupa tempat adalah tempat-tempat yang digunakan untuk start yaitu mulainya seseorang melakujnak ibadah umroh,  jumlahnya  ada 5 tempat yg mengelilingi kota mekkah.
a.       Bir ali atau Dzulkhulaifah : letaknya di kota Madinah, dan miqat ini adalah miqat yang paling jauh diantara miqat-miqat yang lain, jaraknya dari Mekkah kurang lebih 450 km ini adalah miqot bagi penduduk MAdinah dan orang2 yang melewati kota MAdinah termasuk kita nanti
b.      Zatu Iraq, ini miqat bagi orang2 yg datang dari kota iraq posisinya barat timur laut dari kota Mekkah yang jaraknya kurang lebih 90 Km
c.       Qarnul manazil, ini posisinya di sebelah timur kota Mekkah jaraknya kurang lebih 75 km dari kota Mekkah. Dan ini merupakan miqat orang yang datang dari kota Nejd, sepeti dari Riyadh, Qasim dll
d.      Yalamlam, sebelah selatan kota mekkah jaraknya kurang lebih 90 km. ini miqat bagi orang Yaman dan orang-orang yang melewatinya termasuk jamaah kita yang ingin melakukan umroh langsung karena tidak mampir dulu di Madinah, Niat Umroh dilakukan di atas pesawat. maka niatnya di pesawat pas berada di atas Yalamlam. sebaiknya sebelum naik pesawat kita pakai pakaihan ihram. Tetapibagi orang yang tidak langsung ke Mekkah tetapi hendak jiarah dulu ke Madinah maka miqatnya boleh di akhirkan di Bir Ali, boleh melewati Yalamlam tanpat berniat ihram.
e.      Al Zuhfah, letaknya  di barat laut kota Mekah, jaraknya kurang lebih 180 km. ini adalah miqat untuk bagi penduduk Syam,Urdun, Palestina, Mesir, Maghrib.
2.       Ber TAHALUL, yaitu seseorang memendekkan atau menggunduli rambutnya bagi laki-laki dan bagi wanita cukup memendekkan rambut

PERKARA-PERKARA SUNNAH
Perkara-perkara yang disunnahkan didalam ibadah umroh, jumlahnya banyak dan kita tidak boleh meremehkan sunnah-sunnah ini, karena disinilah kita saling berlomba-lomba antara kita dengan saudara kita, mungkin dari kita semua yang melakukan umroh sama melakukan kewajiban dan rukun-rukun umroh akan tetapi yang membedakan kita dengan saudara kita adalah perkara-perkara yang disunnahkan, semakin banyak sunnah yang kita lakukan maka akan semakin besar pahalanya dan tentunya semakin sempurna umrohnya.

1.       Mandi Sebelum Ihram, caranya sama seperti mandi sebelum sholat jum'at atau mandi janabah (mandi junub)
2.       Memakai dua helai pakaian bagi laki-laki yang berwarna putih (kalau pakai selain putih boleh tetapi kita telah meninggalkan sunnah). Untuk wanita menggunakan pakaian syar'i ( berhijab) kecuali memakai sarung tangan dan menutup wajah ( bercadar).
3.       Membersihkan bagian badan yang memang boleh dibersihkan seperti memendekkan kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, adapun jenggot tidak boleh dipotong baik dalam keadaan ihram maupun diluar ihram karena Nabi memerintahkan laki-laki membiarkan jenggot
4.       Mengucapkan,    
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
    “labbaik ‘umroh”
                (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).
ketika kita niat, ketika niat  ihram dalam hati maka kita mengucapkan "labbaik umroh"  atau "Labbaik Allahumma Umroh". ini hukumnya sunnah, seandainya kita tidak mengucapkan "Labbaik Allahumma Umroh" tetapi kita cukupkan dengan niat umroh maka umrohnya tetap sah.
5.       Membaca Talbiyah, memperbanyak talbiyah dari miqat sampai sebelum kita tawaf yaitu membaca :

  لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ. اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَاْلمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

(Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Untuk laki-laki di sunnahkan mengeraskan suara talbiyahnya, sedangkan untuk wanita dengan pelan saja
6.       Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)
7.        Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca اللهُ أَكْبَرُ  “Allahu akbar” atau              بِسْمِ اللهِ َاللهُ أَكْبَرُ  "Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.

Ketika Tawaf bagi laki-laki disunnahkan untuk membuka bahu sebelah kanan dan menutup bahu sebelah kiri, dan ini yang dinamakan dengan ittba'. Ini disunnahkan ketika tawaf, adapun sebelum tawaf dan setelah tawaf maka tidak disunnahkan untuk membuka bahu sebelah kanan.
8.       Mengelilingi ka'bah dengan banyak berdzikir, berdo'a, membaca al qur'an, shalawat dan tidak ada do'a-do'a atau dzikir yang khusus untuk setiap putaran. Contoh do'a dari rukun hajar aswad sampai ke rukun yamani :

سُبْحَان اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ وَ لآ اِلهَ اِلّا اللّهُ، وَ اللّهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّة ِ الَّا بِاللّهِ

(Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wala haulaa walaa kuwwata illaa billaah).

9.       Tiga putaran yang pertama, dianjurkan untuk melakukan raml, ar raml artinya memendekkan langkah dan juga mempercepat yaitu lari-lari kecil dan ini disunnahkan bagi laki-laki saja adapun wanita dengan jalan biasa.
10.   Kemudian sampai di rukun yamani sebelum rukun hajar aswad maka disunnahkan mengusap rukun yamani, kalau tidak mampu karena banyaknya orang maka dilewatkan saja tanpa isyarat ( berlalu tanpa memberi isyarat ). Dirukun yamani hanya mengusap tidak disunnahkan untuk mencium rukun Yamani. Mencium itu kekhususan di rukun hajar aswad saja.
11.   Perjalanan dari rukun Yamani ke hajar aswad disunnahkan memperbanyak do'a
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ               
“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”
 (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka).
12.   Setelah 7 kali putaran tawaf, menutup kedua pundak lalu menuju ke belakang maqom Ibrahim, perjalanan menuju kesana disunnakan membaca:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Wattakhidzu mim maqoomi ibroohiima musholla”
 (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat)  
13.   Sholat dibelakang maqom ibrahim kalau memungkinkan, tetapi kalau kondisi terlalu penuh maka kta bisa sholat dimana saja. Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.
14.   Selesai Sholat minum air zamzam dan membasahi kepala dengan air zamzam
15.   Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.


16.   Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).
  Lalu mengucapan,
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

17.   Setelah itu naik ke sofa, dan usahakan menghadap kiblat dan melihat ke ka'bah. kemudian mengangkat kedua tangan lalu membaca takbir 3x, membaca tahlil 2x ,
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ    (x3
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
18.   Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, bagi wanita berjalan biasa,  lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
19.   Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ    (x3
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.

Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
Boleh membaca do’a ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom”
(Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.
20.    Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.


Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.


PENTING !!!!

Didalam Umroh, tidak ada istilah tawaf qudum yang biasa dikerjakan oleh jamaah umroh, yaitu tawaf sebelum meninggalkan kota Mekah. Tawaf Qudum itu hanya pada pelaksanaan prosesi ibadah haji bukan umroh. Kalau anda mau tawaf, lakukan saja dengan niat tawaf umroh yang dapat dilakukan kapan saja tanpa ada keharusan waktu yang ditentukan. Karena sewaktu saya Umroh Backpacker mendengar instruksi dari Tim Leader yang mengingatkan jamaah untuk melakukan tawaf qudum.