Wednesday, May 3, 2017

Panggillah kami kembali ya Allah, Jadikan Jiwa-Jiwa kami yang selalu rindu akan rumahMu

Tatkala persiapan-persiapan perjalanan Umroh Backpaker dimulai, dan ada kabar gembira dari berkah kedatangan Raja Salman ke Indonesia beberapa waktu lalu tentang penambahan Quota jamaah haji Indonesia. Sayapun diminta istri melihat nomor antrian porsi haji kami melalui website resmi kementrian agama Republik Indonesia. Ajib.perkiraan keberangkatan haji kami InsyaAllah tahun 2018 ini.

Karena tabungan haji Arafah saya di Bank Muamalat Palembang sedangkan domisili saya saat ini sudah di Bandung, maka segera saya mengupdate informasi alamat dan kontak saya ke Bak Muamalat agar jika ada informasi pelunasan biaya perjalanan haji, saya tidak ketinggalan atau terlewat karena data yang terecord di Bank masih data yang lama.

Untuk keberangkatan haji kali ini, tentunya ada extra pengurusan dokumen dan masalah keberangkatan. Domisili di Bandung tetapi dokumen dan kemungkinan terbang melalui embarkasi Palembang. Kemungkinan saya akan membuat permohonan pindah embarkasi kalau benar keberangkatan saya atas ijin Allah benar di 2018

Jika sudah ada kesempatan Allah mudahkan kita melaksanakan ibadah umroh atau haji, maka sempatkanlah berdo'a ditempat-tempat mustajab, dan waktu-waktu mustajab di ijabahnya do'a kita. Yakinlah Allah akan menjawab kerinduan terhadap tempat di Bumi Allah yang paling mulia ini.

" Ya Allah Panggillah kami kembali, Jadikan Jiwa-Jiwa kami yang selalu rindu akan rumahMu".


Monday, May 1, 2017

TATA CARA IBADAH UMROH

TATA CARA IBADAH UMROH (MANASIK UMROH)



Perjalanan Umroh Backpacker InsyaAllah dalam satu bulan kedepan. Disamping persiapan-persiapan yang diperlukan maka persiapan ilmu manasik sangatlah diperlukan, agar merefresh kembali manasik umroh yang pernah dilakukan maka saya catat ulang hal-hal yang perlu menjadi penekanan selama melaksanakan ibadah ini, yang semoga memperbaiki manasik-manasih sebelumnya sehingga menjadi tambah sempurna ibadah yang dilakukan.

Al-Umroh secara bahasa adalay Az-ziyaroh atau berkunjung, adapun secara isitilah adalah berkunjung ke rumah Allah Ta'ala, Al Ka'bah dengan maksud untuk tawaf dan juga sa'i antara Safa dan Marwah. Ini adalah pengertian umroh secara bahasa maupun istilah. Dan umroh adalah ibadah yang agung memiliki keutamaan yg besar bagi orang yang melakukannya. Diantara dalil Sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan kepada kita salah satu keutamaan memperbanyak ibadah umrah. Hal ini disebabkan umrah memiliki keutamaan yang agung, yaitu dapat menggugurkan dan menghapuskan dosa-dosa. Dan yang dimaksud dengan dosa yang bisa dihapus di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan termasuk dosa-dosa besar. Adapun dosa-dosa yang besar maka dihapus dengan bertaubat kepada Allah Ta'ala dan tidak cukup dengan ama sholeh, dalilnya didalam sabda Nabi Shalallahu alaihi wasalam yang lain :


حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ أَبِي صَخْرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Shalat lima waktu dan shalat Jum'at ke Jum'at berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar. [HR. Muslim No.344].

Oleh karena itu Allah Subhannallahu wata'ala berfirman,
إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami akan masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). [an-Nisa/4:31].
 Menunjukkan bahwa dosa yang bisa dihapuskan dengan amal sholeh, dengan umroh, dengan sholat dengan jum'at ke jum'at berikutnya hanyalah dosa kecil, adapun dengan dosa-dosa yang besar dihapus dengan bertaubat kepada Allah Ta'ala.
Diantara keutamaan umroh disebutkan didalam salah satu hadist,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)
Dalam lafazh Bukhari yang lain disebutkan,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).
ini menunjukkan keutamaan lain umroh dan besarnya pahala khususnya di bulan ramadhan. Yang dimaksud dalam hadist di atas setara/senilai dengan haji adalah dari segi balasannya atau dalam hal pahalanya yang senilai dengan pahala haji, dan bukanlah yang dimaksud barang siapa yang umroh di bulan ramadhan, sementara dia memiliki kewajiban haji akan gugur kewajiban hajinya.
Alhamdulillah kita berharap umroh yang dilakukan di bulan ramadhan ini dapat diterima dan diberi ganjaran pahala senilai pahala haji.

HUKUM MELAKSANAKAN UMROH
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, ada yang mengatakan Sunnah dan ada diantara ulama yang menghukumi Wajib dilakukan sekali dalam seumur hidup bagi orang yang dipenuhi syarat wajibnya diantara yang memilih pendapat ini adalah Imam as syafi'i demikian juga pendapat imam Ahmad dan ini dikuatkan oleh kebanyakan ulama yang ada di Saudi Arabia, mereka mengatakan bahwasanya umroh  in wajib dilakukan sekali dalam seumur hidup apabilaa terpenuhi syarat wajibnya. mereka berdalil dengan beberapa dalil diantaranta sabda Nabi Shalallahu Alaihi wasalam ketika beliau ditanya oleh Aisyah radhiaullahu anha,
يَا رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ:

“Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi wanita?” Beliau menjawab, “Jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.”
Ini menunjukkan wajibnya bagi wanita berjihad yang tidak ada peperangan didalamnya, para ulama mengatakan wanita yang lebih lemah dari laki-laki diberi pilihan wajib berjihada dalam hal umroh dan haji, apalagi laki-laki yang secara fitrah lebih kuat dari wanita, ini diantara dalil yang dijadikan ulama dalam menghukumi wajibnya umroh bagi muslim dan muslimah apabila terpenuhi syarat wajibnya. Apa yang dimaksud syarat-syarat wajibnya umroh.
syarat-syarat wajibnya umroh adalah perkara-perkara yang ada pada diri seseorang baik muslim maupun muslimah maka dia wajib melaksanakan umroh.  Syarat wajib ini ada 5.

SYARAT dan WAJIB UMROH
1.       Al Islam, yaitu seesorang beragama islam, orang tdk beragama islam dia tdk berkewajiban melaksanakan umroh dan kalau melakukan maka tdk sah umrohnya sampai dia masuk dalam agaama islam
2.       BERAKAL, seorang yg tdk berakal, tidak berkewajiban melaksanakan umroh mesikpun memenuhi syarat yg lain spt islam, berkemampuan. Pena ini diangkat untuk 3 gollongan : salah satunya dari orang yg gila sampai dia berakal kembali, dari anak kecil sampai mimpi basah
3.       SUDAH DEWASA, anak yg belum dewasa tdk berkewajiban umroh dan seandainya dia umroh sebelum dewasa maka umrohnya sah tetapi tidak menggugurkan kewajiban untuk melakukan umroh kembali apabila sudah terpenuhi syarat wajibnya. Tanda kedeasaan ada 3 ( pertama seseorang sudah berumur 15 tahun, ke dua  cirinya sdh keluar air mani baik dalam keadaan bangun maupun dalam keadaan tidur walau belum berusia 15 tahun, ke tiga keluar bulu kemaluan untuk wanita ditambah ciri ke empat yaitu sudah datang haid ).
4.       Dalam keadaan MERDEKA, bukan sebagai budak atau hamba sahaya.
5.       MEMILIKI KEMAMPUAN, yaitu kemampuan dalam dua segi ( phisik dan harta). Orang yg memiliki kemampuan phisik namun tidak memiliki kemampuan harta maka tidak ada kewajiban untuk melakukan umroh, dan apabila dia melakukan umroh maka umrohnya sah dan mengugurkan kewajibannya ( contoh orang yg diberangkatkan umroh oleh orang lain). Orang yg sdh tua renta atau sakit yg tidak diharapkan kesembuhannya maka dia wajib mewakilikan kepada orang lain untuk mewakilkannya untuk melaksanakan umroh, syarat orang yang melaksanakan umroh tersebut sudah pernah melakukan umroh dan tidak ada keharusan harus keluarga sendiri tetapi boleh oleh orang lain. Adapun untuk seorang wanita makna kemampuan adalah memilik mahrom, jadi apabila wanita tidak memiliki mahrom maka tidak boleh melakukan umroh. Yang dimaksud mahrom adalah suaminya atau orang lain yang diharamkan menikah dengannya ( nasab: ayah, paman, dsb susuan : suami dari seseorang yg pernah menyusui dia, dsb  asbab pernikahan : mertua, menantu laki-laki). Adapun jika sudah terlanjur seorang wanita berpergian umroh tanpa mahrom, sementara dia tidak tahu, maka hendaklah dia bertaubat memperbanyak istighfar dan tidak mengulangi kembali.
Jika 5 syarat tsb terpenuhi hendaklah dia mempersiapkan diri untuk melaksanakannya. Dan hendaklah ia mengetahui adab-adab umroh.

ADAB-ADAB UMROH
1.       Menjaga Keikhlasan, yaitu dia tidak melakukan ibadah ini kecuali mengharap ridho Allah ta'ala. Melakukan ibadah dengan ikhlas tentunya bukan perkara mudah, ulama memberikan panduan untuk mencapai keikhlasan dalam ibadah diantaranya :
a.       Berusaha untuk menyembunyikan amal, usahakan apa yang kita lakukan tidak diketahui mahluk entah itu keluarga kita, teman kita dll. Ini yang diajarkan para salaf dimana mereka beramal kecuali dia dan Allah saja yang mengetahui amal yang dia lakukan, menyembunyikan amalan selagi amalan tersebut bisa disembunyikan.
b.      Berusaha untuk melawan apabila ada bisikan2 syaitan yg berusaha untuk mengooda kita memalingkan kita dari keikhlasan untuk meminta sanjungan atau pujian manusia. Kita memohon pertolongan Allah dari godaan syaitan yang terkutuk
c.       Berdo'a kepada Allah supaya diberikan keiklhasan, salah satu do'a :Allahumma inni adzubika an asyruka bikaa..ya allah aku berlindung kepadamu dari menyekutukan engkau didalam perkara yang aku tahu menyekutuan engkau yang aku mengetahuiunnya dan aku memoho kepadamu dari menyekutukan engkau sedangkan aku tidak tahu
2.       Berusaha untuk megetahui hukum-hukum yg berkaitan tentang umroh bisa dengan cara membaca buku, mendengarkan ceramah, bertanya kepada ahli ilmu,apalagi ibadah  umroh ibadah yang jarang dilakukan. Walaupun orang yang beberapa tahun lalu pernah melakukan umroh belum tentu saat ini masih ingat pelaksanaan ibadah umroh. Jadi sebaiknya sebelum dia terjun didalam pelaksanaan ibadah umroh ini sebaiknya mempersiapkan diri dengan mempelajari hukum-hukum yang berkaitan tentang umroh ini, agar sesuai dengan cara umrohnya Rasulullah Shalallahu Alaihi wasalam.

AMALAN-AMALAN UMROH
Ada 3 tingkatan
1.       Rukun-rukun Umroh, adalah tingkatan yg paling penting. adalah perkara2 yang wajib dilakukan oleh orang yang umroh dan tidak ada gantinya apabila ditinggalkan, tidak dapat digantikan dengan uang dan tidak dengan tebusan DAM.
2.       Kewajiban Umroh, ini adalah perkara yg wajib akan tetapi jika ditingalkan dengan sengaja atau tidak sengaja masih dapat diganti yaitu dengan membayar DAM dengan memotong kambing di tanah haram Mekkah dan dibagikan untuk orang-orang miskin yang ada di tanah haram di Mekkah
3.       Perkara yang di Sunnahkan, yang apabila dikerjakan mendapat pahala apabila tidak dikerjakan tidak mempengaruhi sah tidaknya umroh

RUKUN-RUKUN UMROH
Jumlahnya ada 3 :
1.       IHRAM, artinya niat untuk masuk dalam sebuah ibadah. ihram termasuk rukun dan barang siapa yg mengerjakan semua pekerjaan umroh tetapi dia tidak berniat maka umrohnya tidak sah, karena dia meninggalkan salah satu rukun umroh. dalil, innamal akmalu bin niat, Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat. yang dimaksud dengan niat apa yg ada didalam hati kita, tergeraknya kita untuk melakukan sesuatu itu dinamakan dengan niat
2.       TAWAF, yaitu mengelilingi ka'bah 7 kali dengan sifat-sifat yang sudah ditentukan syariat. Dalilnya " Dan hendaklah mereka tawaf disekitar rumah Allah ta'ala yang kuno
3.       SA'IE, berjalan dari Sofa ke Marwah dan kembali dari Marwah ke Sofa, dalilnya Wahai manusia hendaklah kalian sa'ie karena sa'ie telah diwajibkan atas kalian.
Kalau kita sudah melakukan tiga perkara ini, yaitu Niat, Ihram, Tawaf dan Sa'ie berarti kita telah melakukan perkara-perkara yang penting dalam umroh ini.

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN UMROH
1.       Niat dari Miqot, seseorang tidak boleh melakukan niat setelah miqot karena kewajiban dia niat dari miqot atau sebelum miqot. Jika melakukan niat setelah miqot maka dia telah meninggalkan salah satu kewajiban umroh yaitu niat dari miqot. Dan yg dimaksud dengan miqot, miqot makani yaitu miqot yang berupa tempat adalah tempat-tempat yang digunakan untuk start yaitu mulainya seseorang melakujnak ibadah umroh,  jumlahnya  ada 5 tempat yg mengelilingi kota mekkah.
a.       Bir ali atau Dzulkhulaifah : letaknya di kota Madinah, dan miqat ini adalah miqat yang paling jauh diantara miqat-miqat yang lain, jaraknya dari Mekkah kurang lebih 450 km ini adalah miqot bagi penduduk MAdinah dan orang2 yang melewati kota MAdinah termasuk kita nanti
b.      Zatu Iraq, ini miqat bagi orang2 yg datang dari kota iraq posisinya barat timur laut dari kota Mekkah yang jaraknya kurang lebih 90 Km
c.       Qarnul manazil, ini posisinya di sebelah timur kota Mekkah jaraknya kurang lebih 75 km dari kota Mekkah. Dan ini merupakan miqat orang yang datang dari kota Nejd, sepeti dari Riyadh, Qasim dll
d.      Yalamlam, sebelah selatan kota mekkah jaraknya kurang lebih 90 km. ini miqat bagi orang Yaman dan orang-orang yang melewatinya termasuk jamaah kita yang ingin melakukan umroh langsung karena tidak mampir dulu di Madinah, Niat Umroh dilakukan di atas pesawat. maka niatnya di pesawat pas berada di atas Yalamlam. sebaiknya sebelum naik pesawat kita pakai pakaihan ihram. Tetapibagi orang yang tidak langsung ke Mekkah tetapi hendak jiarah dulu ke Madinah maka miqatnya boleh di akhirkan di Bir Ali, boleh melewati Yalamlam tanpat berniat ihram.
e.      Al Zuhfah, letaknya  di barat laut kota Mekah, jaraknya kurang lebih 180 km. ini adalah miqat untuk bagi penduduk Syam,Urdun, Palestina, Mesir, Maghrib.
2.       Ber TAHALUL, yaitu seseorang memendekkan atau menggunduli rambutnya bagi laki-laki dan bagi wanita cukup memendekkan rambut

PERKARA-PERKARA SUNNAH
Perkara-perkara yang disunnahkan didalam ibadah umroh, jumlahnya banyak dan kita tidak boleh meremehkan sunnah-sunnah ini, karena disinilah kita saling berlomba-lomba antara kita dengan saudara kita, mungkin dari kita semua yang melakukan umroh sama melakukan kewajiban dan rukun-rukun umroh akan tetapi yang membedakan kita dengan saudara kita adalah perkara-perkara yang disunnahkan, semakin banyak sunnah yang kita lakukan maka akan semakin besar pahalanya dan tentunya semakin sempurna umrohnya.

1.       Mandi Sebelum Ihram, caranya sama seperti mandi sebelum sholat jum'at atau mandi janabah (mandi junub)
2.       Memakai dua helai pakaian bagi laki-laki yang berwarna putih (kalau pakai selain putih boleh tetapi kita telah meninggalkan sunnah). Untuk wanita menggunakan pakaian syar'i ( berhijab) kecuali memakai sarung tangan dan menutup wajah ( bercadar).
3.       Membersihkan bagian badan yang memang boleh dibersihkan seperti memendekkan kumis, mencukur bulu ketiak, memotong kuku, adapun jenggot tidak boleh dipotong baik dalam keadaan ihram maupun diluar ihram karena Nabi memerintahkan laki-laki membiarkan jenggot
4.       Mengucapkan,    
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
    “labbaik ‘umroh”
                (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah).
ketika kita niat, ketika niat  ihram dalam hati maka kita mengucapkan "labbaik umroh"  atau "Labbaik Allahumma Umroh". ini hukumnya sunnah, seandainya kita tidak mengucapkan "Labbaik Allahumma Umroh" tetapi kita cukupkan dengan niat umroh maka umrohnya tetap sah.
5.       Membaca Talbiyah, memperbanyak talbiyah dari miqat sampai sebelum kita tawaf yaitu membaca :

  لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ. اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَاْلمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”.

(Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah, aku menjawab panggilan-Mu, aku menjawab panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,  aku menjawab panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Untuk laki-laki di sunnahkan mengeraskan suara talbiyahnya, sedangkan untuk wanita dengan pelan saja
6.       Masuk Masjidil Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)
7.        Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca اللهُ أَكْبَرُ  “Allahu akbar” atau              بِسْمِ اللهِ َاللهُ أَكْبَرُ  "Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.

Ketika Tawaf bagi laki-laki disunnahkan untuk membuka bahu sebelah kanan dan menutup bahu sebelah kiri, dan ini yang dinamakan dengan ittba'. Ini disunnahkan ketika tawaf, adapun sebelum tawaf dan setelah tawaf maka tidak disunnahkan untuk membuka bahu sebelah kanan.
8.       Mengelilingi ka'bah dengan banyak berdzikir, berdo'a, membaca al qur'an, shalawat dan tidak ada do'a-do'a atau dzikir yang khusus untuk setiap putaran. Contoh do'a dari rukun hajar aswad sampai ke rukun yamani :

سُبْحَان اللهِ وَ الْحَمْدُ لِلّهِ وَ لآ اِلهَ اِلّا اللّهُ، وَ اللّهُ اَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلاَ قُوَّة ِ الَّا بِاللّهِ

(Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wala haulaa walaa kuwwata illaa billaah).

9.       Tiga putaran yang pertama, dianjurkan untuk melakukan raml, ar raml artinya memendekkan langkah dan juga mempercepat yaitu lari-lari kecil dan ini disunnahkan bagi laki-laki saja adapun wanita dengan jalan biasa.
10.   Kemudian sampai di rukun yamani sebelum rukun hajar aswad maka disunnahkan mengusap rukun yamani, kalau tidak mampu karena banyaknya orang maka dilewatkan saja tanpa isyarat ( berlalu tanpa memberi isyarat ). Dirukun yamani hanya mengusap tidak disunnahkan untuk mencium rukun Yamani. Mencium itu kekhususan di rukun hajar aswad saja.
11.   Perjalanan dari rukun Yamani ke hajar aswad disunnahkan memperbanyak do'a
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ               
“Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar”
 (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka).
12.   Setelah 7 kali putaran tawaf, menutup kedua pundak lalu menuju ke belakang maqom Ibrahim, perjalanan menuju kesana disunnakan membaca:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Wattakhidzu mim maqoomi ibroohiima musholla”
 (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat)  
13.   Sholat dibelakang maqom ibrahim kalau memungkinkan, tetapi kalau kondisi terlalu penuh maka kta bisa sholat dimana saja. Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.
14.   Selesai Sholat minum air zamzam dan membasahi kepala dengan air zamzam
15.   Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.


16.   Kemudian, menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa, membaca,
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah”  (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QS. Al Baqarah: 158).
  Lalu mengucapan,
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
“Nabda-u bimaa bada-allah bih”.

17.   Setelah itu naik ke sofa, dan usahakan menghadap kiblat dan melihat ke ka'bah. kemudian mengangkat kedua tangan lalu membaca takbir 3x, membaca tahlil 2x ,
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ    (x3
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
18.   Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki, bagi wanita berjalan biasa,  lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
19.   Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ    (x3
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian.
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.

Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran. Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir tertentu, maka boleh berdzikir, berdo’a, atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
Boleh membaca do’a ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom”
(Ya Rabbku, ampuni dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah), tidaklah mengapa  karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.
20.    Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.


Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.









Monday, December 5, 2016

Lanjutan Journey Of A Lifetime Umroh Backpacker



VAKSIN MENINGITIS

Kebetulan ada agenda walimah putri sulung saya yang acaranya dilakukan di Palembang tanggal 12 Februari 2017, karena semua anggota keluarga bisa kumpul saya putuskan mengambil vaksin meningitis di Palembang. Di tanggal 9 dan 10 Februari 2017 saya bagi pelaksanaannya. Lokasi vaksin gak jauh dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Palembang. Datang pagi lebih baik untuk mendapat antrian awal atau bisa juga booking antrian untuk hari berikut ( nanti dicatat di buku tamu oleh petugas nama kita dan rencana hari kedatangan untuk vaksin).

Syaratnya :
1. Foto Copy Pasport
2. Foto Copy Ktp
3. Pas Photo 4x6 = 1 lembar 
4. Uang Rp.315.000

Setelah didaftarkan dan diverifikasi petugas, kita bayar uang vaksin di mobil pos yang ada diparkiran kantor kesehatan tersebut, nanti baru dipanggil untuk vaksin. Buku vaksin langsung diberikan setelah penyuntikan vaksin selesai.
Di Provinsi lain, calon jamaah terkadang ada yang dipaksa petugas untuk mengambil vaksin influensa, padahal ini bukan menjadi syarat untuk mengurus Visa. Alhamdulillah di Palembang gak ada paksaan untuk vaksin influensa ini.


PENGURUSAN VISA

Visa untuk umroh ternyata tidak bisa kita lakukan mandiri seperti visa kunjungan ke negara selain Saudi Arabia, jadi harus melalui biro perjalanan umroh dan haji yang terdaftar di kemenag. Rombongan Backpacker kami mempercayakan pengurusannya melalui PT Menara Wisata.

Persyaratan yang diminta sbb:

1. Poto 4x6 = 6 lembar ( Back ground Putih )
2. Buku Meningitis
3.Copi Akte lahir untuk anak saja
4.Copi Buku Nikah utk Jamaah yg umur 45 thn kebawah
5. Surat Penjamin dari. Menara Wisata diisi dengan dibubuhi Materai 6000 sama Copi KTP penjamin Umroh. Surat penjamin ini menjelaskan kalau kita yang berangkat akan kembali bersama rombongan sesuai dengan schedule perjalanan.
6. Pasport asli
7. Tiket Jakarta ke Kuala Lumpur, karena kami start ke Madinah nya melalui Kuala Lumpur
8. Tiket Saudi Airlines Pp
9. Uang LA $850  untuk  :
  • Manasik
  • Visa
  • Hotel di Makah dan Madinah
  • City tour Makah dan Madinah
  • Muthowib/Pembimbing Umroh
  • Air Zam zam 5 liter
10. Ternyata ada satu persyaratan lagi yang diminta dalam pengurusan Visa, katanya ini prosedur baru mulai bulan Desember 2016 untuk pembuatan Visa, semua Jamaah harus menyerahkan surat Confirmation letter atau surat Rekomendasi dari kantor Maskapai Saudi airlines di Kualalumpur (karena kami berangkat dari Kuala Lumpur kalau yg terbang dari Indonesia maka Confirmation letternya dari perwakilan Saudi Arabia airlines Indonesia, ditujukan ke kantor Kedutaan Saudi di Jakarta,ini berlaku utk semua Maskapai.                      
Karena tiket kami adalah rute Kualalumpur - Madinah jadi untuk kepengurusannya harus ke Kualalumpur tidak boleh di Jakarta,karena memang setiap Negara Agen Saudinya kepemilikannya berbeda. Contoh Confirmation Letternya seperti ini,



Manasik (optional), Muthowib (optional) tetapi karena sudah paket dari Menara Wisata maka menjadi cost juga, hikss

Karena tiket Jakarta - Kuala Lumpur saya belum issued maka, hunting tiket di Traveloka plus memanfaatkan discount yang diberikan Traveloka lumayan dapat 300 ribu.
Saya ambil penerbangan malam menggunakan KLM tanggal 9 Juni 2017 pkl 18:45 WIB. Rencana dari Bandung pakai mobil ke Bekasi, titip mobil di tempat saudara di Bekasi pertimbangan pulangnya nanti dari Jedah ke Soekarno Hatta, jadi bisa istirahat sebentar dan Go to Bandung nya pakai mobil sendiri.

Saat ini menunggu pengurusan Visa dari Menara Wisata ke Kedutaan Besar Saudi di Jakarta,
Sambil menunggu pelaksanaan Umroh ( Semoga Allah beri kemudahan ), perlu refresh ilmu manasik umroh agar umroh yang kita lakukan ini berbeda dari umroh-umroh jamaah pada umumnya khususnya dalam meraih pahala dan ridho-Nya.

Andapun bisa menyimak Manasik (Tata Cara) Umrah Sesuai Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi wasallam oleh ust Abdullah Roy

To be continued.........

Wednesday, October 5, 2016

Persiapan Umrah BackPacker 2017




Sudah lama gak membuat tulisan di blog ini semenjak ada fasilitas Facebook.
InsyaAllah, kali ini dimulai dengan tulisan tentang backpacker Umrah. Sebenarnya kurang tepat kalau saya sebut backpacker murni, ya semi backpacker lah, karena untuk perjalanan umrah kita tidak bisa 100% melakukannya sendiri khsususnya untuk penerbitan Visa Umrah yg mengharuskan lewat Biro Perjalanan Umrah & Haji yg terdaftar.

Umrah Backpacker akan saya buat tulisan secara berseri, dan saya awali dari persiapan backpacker ini sebelum saya menunaikannya.

Rencana keberangkatan saya pilih dibulan Ramadhan, mempertimbangkan hari libur sekolah 2 anak saya kebetulan sedang mondok di pesantren Solo. Umroh Backpacker program 'itikaf menjadi pilihan, setelah mengamati diskusi dimedia WA untuk keberangkatan UBP 'itikaf ini di tahun 2016 M kemarin.
Langkah awal, harus membereskan pembuatan paspor dulu karena jarang keluar negeri passpor sudah lama mati dan anak-anak juga belum memiliki passpor.

Sebelum Idul Fitri 1437H kemarin saya mulai menyiapkan passpor (48 lembar) yg diterbitkan kantor imigrasi Palembang, Alhamdulillah dalam satu hari, 7 passpor ( saya dan keluarga) selesai.
Kemudian ba'da I'ed mulai mengontak temen-temen yg pada tahun itu sudah melaksanakan umrah backpacker ini. Untuk komunikasi bergabung dalam media komunikasi WhatApps.

Perjalanan Umrah Backpacker ini tujuannya mengejar 'itikaf di 10 hari terakhir. Kenapa milihnya backpacker alasan yg pasti adalah biaya, jika dibandingkan umrah biasa harganya yg pasti selangit jika waktu umrah adalah ramadhan apalagi di 10 hari terakhir. Sedangkan saya berangkatnya 7 orang, ya lumayanlah uang yang harus disiapkan.

Berkaitan saya merencanakan berangkat sekeluarga, salah satunya untuk bisa bersyukur karena Allah telah memuliakan saya sebagai pemimpin keluarga saya dan sebagai pertanggunjawaban kepada mereka ,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]

Minimal saya ingin membimbing manasik umrah keluarga sendiri.

Back ke pembahasan..............

Schedule pemberangkatan Umroh backpacker ini  adalah 11 Juni 2017 M dan kembali 26 Juni 2017 M. lumayan 16 hari ya.
Nah salah satu faktor low cost perjalanan umrah dengan cara ini adalah bagaimana cara mendapatkan tiket dengan harga promo. Tiket pesawat diserahkan kepada anggota yg mau berangkat, bisa berangkat dari mana saja yang terpenting bisa datang dan kembali dari bandara yang sama dan dalam waktu berdekatan.

Pilihan rombongan kami, maskapai Saudi Arabia Airlines dimana start awal dari Kuala Lumpur - Medinah pada tanggal 11 Juni 2017 dan pulangnya dari Jeddah - Cengkareng. Kalau ditanya koq ambil dari Kuala Lumpur kenapa gak dari Jakarta, Surabaya, dll  ya itu tadi sementara yg tarifnya murah dari Kuala Lumpur. Pulangnya sengaja ambil ke Cengkareng bukan ke Kuala Lumpur lagi, pertimbangannya kalau pulang kan bagasi oleh-oleh membengkak, nah kalau ke Kuala Lumpur kita harus ganti pesawat ke tanah air maka bagasi yg ditentukan maskapai seperti Air Asia bakalan kempes kantong kita.

Alhamdulillah saya langsung isued tiket untuk 7 orang diharga Rp 65.780.400,- atau Rp  9.397.200 (Pp). Oh iya isued tiket sebaiknya langsung di websitenya Saudi Arabia Airlines karena kalau menggunakan agen harganya jauh lebih mahal. 
Harga tiket ini selalu berubah tergantung kurs dollar dan juga jumlah seat promo yg dijual oleh maskapai Saudi Arabia Airlines.

Sampai saat ini anggota group kami baru berjumlah 26 orang yang sudah isued tiket.
Nah mungkin ada yang bertanya gimana dengan Visa, akomodasi selama di Arab Saudi, dan penginapan. Untuk  Land Arrangement (Visa, Hotel, Makan, Snack, Transportasi, Muthowif dll) diurus oleh travel agen, sedangkan tiket diserahkan kepada jamaah. Karena 60% biaya umroh itu adalah biaya tiket pesawat, makanya di awal kita perlu cari tiket super saver.

Umroh 'Itikaf Backpacker tentunya diutamakan ibadahnya dan kemandirian, jadi sebaiknya benar-benar mempersiapkan manasik umrah nya dengan baik. Dan mental baja didalam menghadapi banyak kesulitan jika dibandingkan dengan umroh normal.

Para Jama'ah mendapat kesempatan beribadah di tanah suci selama 16 hari dengan 10 hari terakhir i'tikaf secara penuh di Masjidil Haram.

Nah berikut time plan perjalanan ini,



🕋 Schedule Plan

🗓┃ 11 Juni 2017
🏁┃ MP: Kuala Lumpur
🛫┃ Berangkat ke Madinah SV 827

🗓┃ 12-14 Juni 2017
🛬┃ Tiba di Madinah
🚌┃ Perjalanan Ibadah
🕌┃ ke Masjid Nabawi

🗓┃ 14- 25 Juni 2017
🚌┃ Perjalanan ke Mekkah
🕌┃ Umrah, I'tikaf di   Masjidil Haram

🗓┃ 26 Juni 2017
🛫┃ Pulang ke Tanah Air
        Jeddah - Jkt SV 816


  1.  Perjalanan Pp 16 hari
  2.  Dari tempat asal ke  - Kuala Lumpur bisa pakai Air Asia,  Lion,  Malindo atau yg lain tergantung   mau pakai maskapai apa
  3.  Kul ke Med dan Jeddah ke Jkt by Saudi Airlines sesuai penerbangan yg disepakati bersama
  4.  Hotel di Madinah Hotel Andalus Al khoir Bintang 3 jarak +- 200 m, Sekamar 4/5 org/ Bed
  5.  Hotel di Makah Hotel Lu'lu di daerah Mahbasjin/Assel satu kamar 5 Bed utk 15-20 org, karena Itikaf ( Buat taruh Tas aja atau klo ada yg mau tidur istirahat bisa ).Jarak Hotel ke Masjidil Haram 1, 5 km tp kita bisa naik Bis Sapco sdh Standby didepan Hotel kita, ditempuh hanya 5 menit langsung tembus ke daerah Sa'i jd lebih cepat sampainya.
  6. City tour by Bus Full AC
    •  Madinah satu hari: Masjid Quba, Qiblatain, Kebun Kurma, Bukit Uhud dll
    •  Makah satu hari: Jabal tsur, Jabal Rahmah, Mina, Musdhalifah, Arofah, Jaronah
    •  Jeddah: Masjid Qishos, Masjid Terapung, Cornice shopping center
  7.  Air Zamzam 5 ltr
  8.  Manasik Asrama Haji Pondok Gede (optional)
  9.  Muthowif (optional)


Thursday, March 20, 2014

Pilih Bertayamum atau Berwudhu


Pilih Tayammum atau Berwudhu ?

Jika kebetulan kita safar dan harus melaksanakan sholat fardhu di atas pesawat atau Kereta Api, sedangkan kita sudah tidak memiliki wudhu lagi (batal wudhu), apakah kita akan memilih bertayammum atau berwudhu dengan air sebelum mengerjakan sholat fardhu di dalam kendaraan.
Kebiasaan saya untuk perjalanan safar dng jarak tempuh pesawat yg lama, adalah berwudhu menggunakan air.


Kenapa ? 
Karena untuk boleh tayammum, kita masih wajib mengusahakan air terlebih dahulu kalaulah sudah tidak ada air lagi maka tayammum baru boleh dilakukan. Bahkan lebih afdhal menunda shalat karena masih mengusahakan air dari pada shalat di awal waktu dengan tayammum.
Ada dua masalah besar jika kita mengambil pilihan mau tayammum di dalam pesawat.


Jika masih bingung dalam menggunakan sprayer untuk wudhu, silahkan simak tuntunan di link youtube berikut 




Pertama, 

Di dalam Al-Quran Al-Kariem Allah SWT menegaskan bahwa tayammum itu hanya boleh dikerjakan bila seseorang tidak menemukan air.
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا
Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun. (QS. An-Nisa' : 43)

Padahal di atas pesawat itu air mencukupi, baik untuk minum, juga untuk cuci muka bahkan untuk istinja'. Maka kebolehan tayammum menjadi gugur dengan sendirinya karena masih adanya air di atas pesawat.

Kedua,

Di dalam Al-Quran Al-Kariem Allah Subhanallahu Wa Ta'ala juga menegaskan bahwa bertayammum hanya dibolehkan menggunakan tanah yang bersih. Masalah besarnya justru di dalam pesawat itu malah tidak ada tanah. Jadi kalau mau bertayammum di dalam pesawat, mau tidak mau para penumpang harus membawa bungkusan berisi tanah untuk dipakai tayammum.Tentu ini akan menjadi masalah membawa tanah kedalam kabin pesawat.


Bukankah tayammum bisa dengan menggunakan permukaan kursi?

Inilah masalahnya, perintah bertayammum di dalam Al-Quran itu adalah menggunakan tanah. Bunyi ayatnya fatayammamu sha'idan tayyiba, dan bukan fatayammamu kursiyyan thayyiba. 

Sebab kursi di dalam pesawat udara itu jelas bukan tanah. Segala debu dan kotoran tentunya sudah dibersihkan dengan vacum cleaner. Sehingga kursi itu menjadi steril dari debu yang kelihatan. Kalau kursi pesawat international berdebu, pastilah para penumpang langsung bersih-bersin dan terkena radang saluran pernafasan (ISPA).
Kalau pun kita masih ngotot mengatakan bahwa di kursi pesawat itu pasti masih tersisa debu, tentunya ada debu-debu ukuran mikroskopis, yang hanya bisa dilihat kalau kita mengintip lewat mikroskop. Tetapi perlu diingat bahwa debu atau molekul ukuran mikrospokis ini sesungguhnya bukan hanya ada di kursi, tetapi di udara yang kita hirup sekalipun juga ada.
Kalau debu ukuran mikroskopis itu bisa digunakan untuk bertayammum, maka seharusnya kita bisa bertayammum cukup dengan menggeleng-gelengkan kepala dan menggerak-gerakkan tangan saja, toh di udara sekitar wajah dan tangan kita ada banyak debu mikroskopis.




Jadi, Bukankah di pesawat atau Kereta Api  masih kita dapati air untuk berwudhu ?

1. Tetapi kan jumlah air sedikit/terbatas jangan sampai mengambil jatah jamaah lain selama dalam perjalanan.
2. Kalau wudhu di kamar kecil pesawat bahaya akan terjadi banjir dan mengancam keamanan pesawat.
3. Wah antriannya gak kebayang dengan jumlah penumpang yg bisa sampai 450 an orang

Ada Caranya sehingga semua kekhawatiran itu akan kita reduksi atau hilangkan.

Agar tidak mengganggu penggunaan toilet pesawat atau lama antrian (semisal perjalan haji dan umrah), maka saya biasa menyiapkan botol sprayer kalau lupa air botol mineral yang 600 ml sdh cukup. Jadi saya selalu menyiapkan di ransel saya sprayer untuk berwudhu.



                                                            Botol Air Sprayer


Dengan menggunakan botol air sprayer. Cukup diisi air lalu semprotkan butir-butir air itu ke wajah, tangan hingga siku, kepala dan juga kaki. Semua itu bisa kita lakukan tanpa harus meninggalkan kursi tempat duduk kita.
Menggunakan sprayer cukup praktis, cukup semprotkan air ke anggota wudhu' hingga basah dan mengalirkan air. Lalu kita ratakan pelan-pelan ke sekujur bagian yang memang harus basah.

Mudah sekali, bukan?
Dalam contoh pesawat jamaah haji yang mengangkut 450 jamaah lebih, botol kecil ini sangat bermanfaat untuk membuat saya berwudhu, tanpa harus antri wudhu di toilet dan tanpa mengambil jatah air toilet pesawat jamaah lain dan juga menghindari tergenangnya air di toilet pesawat yg sering diperingatkan ketika mengikuti manasik.

Mungkin ada yang bertanya, apakah boleh wudhu dengan air yang kurang dari dua qullah ? biasanya yang berpegang pada mahzhab syafi'i.

Jawabannya, syarat air yang digunakan untuk wudhu adalah air mutlak yang suci dan mensucikan. Tetapi dari segi jumlah tidak harus berjumlah dua qullah. Air dua qullah itu adalah batas air sedikit, yang apabila ke dalam air yang kurang dari dua qullah itu kemasukan air musta'mal, maka air itu semua jadi musta'mal dan tidak bisa digunakan untuk mengangkat hadats. Jadi kalau kemasukan air musta'mal saja, dia baru jadi musta'mal.
Adapun air di botol yang tertutup rapat, mana mungkin bisa kemasukan air musta'mal? Botolnya tertutup rapat, sehingga meski airnya kurang dari dua qullah, akan tetap menjadi air mutlak yang suci dan mensucikan. 

Apakah air di sprayer itu cukup ? dan layak untuk berwudhu ?
Ya pertanyaan ini memang wajar bagi kita  yang biasa tinggal di Indonesia. karena masyarakat kita terkenal boros dalam penggunaan air sampai-sampai orang arab menjuluki kita sebagai manusia ikan karena ketergantungan dengan air tinggi dan boros. Lihat saja ditempat-tempat wudhu keran yang dibuka sebesar-besarnya, bahkan membanjiri lantai area wudhu.

Rasulullah SAW Menegur Shahabat Yang Boros Air Ketika Berwudhu'

Rasulullah SAW bukan saja sekedar hemat air ketika berwudhu'. Namun beliau bahkan juga menegur shahabat yang boros air ketika berwudhu'. Perhatikan hadits berikut ini : 
أَنَّ رَسُول اللَّهِ مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَقَال : " مَا هَذَا السَّرَفُ ؟ " فَقَال : أَفِي الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ ؟ فَقَال : " نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهْرٍ جَارٍ
Rasulullah SAW berjalan melewati Sa'd yang sedang berwudhu' dan menegurnya,"Kenapa kamu boros memakai air?". Sa'ad balik bertanya,"Apakah untuk wudhu' pun tidak boleh boros?". Beliau SAW menjawab,"Ya, tidak boleh boros meski pun kamu berwudhu di sungai yang mengalir. (HR. Ibnu Majah)
  

Jumlah Air Yang Digunakan Rasulullah SAW Untuk Berwudhu

Berapa banyak air yang dibutuhkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika berwudhu'. Di dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari disebutkan :

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Dari Anas r.a dia berkata bahwa Rasulullah SAW berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sha’ hingga lima mud air. (HR. Bukhari Muslim) 


Tahukah Anda, satu mud berapa liter? 

Mari kita buka kitab fiqih modern yang ditulis oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili, jilid 1 halaman 75 pada Bab Maqayis. Disana disebutkan bahwa ternyata satu mud itu hanya 0,688 ltr. Ternyata jumlahnya tidak sampai satu liter, cuma 0,68 liter. 




  
Jumlah 0,68 ltr itu kurang lebih hanya sebotol air minum kemasan ukuran menengah, bukan ukuran 1 liter. 

Kembali ke penggunaan sprayer tadi, maka jumlah air yg kita semprotkan Insya Allah cukup dan jika membasuh bagian wajib wudhu maka sah juga wudhunya.

Kelebihan Wudhu' Dari Tayammum

Disamping kemudahan yang saya jelaskan di atas, ada hal lain yang kita peroleh dari kelebihan berwudhu 
antara lain :

1. Wudhu Cukup Sekali Tayammum Harus Berkali-kali

Shalat di dalam pesawat kalau memang harus dikerjakan, sebaiknya dilakukan dengan cara dijamak saja. Dengan demikian, kita tidak perlu bolak-balik berwudhu untuk tiap shalat. Cukup sekali berwudhu', dan dua shalat bisa kita kerjakan sekaligus.
Sedangkan kalau pakai tayammum, maka tiap kali shalat harus tayammum lagi. Walau pun shalatnya dijamak, tetapi tetap untuk satu shalat dibutuhkan satu tayammum.
Sebab umumnya para ulama menganggap bahwa kedudukan tayammum tidak sederajat dengan wudhu'. Tayammum hanya sekedar membolehkan orang shalat, tetapi sebenarnya tidak mengangkat hadats. Maka begitu shalat selesai, statusnya langsung berhadats lagi. Kalau mau shalat lagi, ya harus tayammum lagi. Dan ini jelas merepotkan, karena harus tayammum berulang-ulang.

Dengan pandangan jumhur ulama yang menyatakan bahwa tayammum sesungguhnya tidak mengangkat hadats, maka status orang yang bertayammum tetap berhadats, walaupun sudah tayammum. Kalau jamaah haji berwudhu, maka selama belum batal, bisa melakukan shalat berulang kali, 


2. Wudhu' Adalah Perkara Yang Muttafaq, Tayammum Masih Ikhtilaf
Wudhu' dengan air adalah perkara yang tidak ada khilafiyahnya sama sekali. Sedangkan bertayammum, penuh dengan khilafiyah. 

a. Khilafiyah pertama sudah dijelaskan di atas, yaitu umumnya ulama masih belum membolehkan kita bertayammum kecuali setelah mengusahakan air terlebih dahulu. Dan ternyata airnya ada, cuma hanya karena 'ogah' dan malas saja, sehingga kita memaksakan ayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT menghendaki yang mudah dan tidak menghendaki yang susah. 

b. Khilafiyah kedua, tayammum dengan menggunakan jok kursi dan dinding pesawat tentu akan jadi sangat kontroversial. Sebab yang disebutkan di dalam Al-Quran adalah bertayammum dengan tanah dan bukan dengan debu mikroskopik tak terlihat mata. 


Semoga memberi pencerahan dan pilihan bagi saudaraku untuk mengerjakan setiap amalan ibadah dengan kesempurnaan