Tuesday, July 29, 2008

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dari Tahun ke Tahun Semakin Turun

Lho Kok bisa turun? Bukankah pemerintah sudah mengumumkan BPIH tahun 1429H mengalami kenaikan rata-rata 4,5 sampai 5 juta rupiah atau berkisar US. $450?
Apabila kita memandangnya dengan nilai uang kartal (rupiah atau dollar) yang harus disediakan untuk berhaji maka judul itu salah. Akan tetapi jika kita memandangnya dengan suatu alat perbandingan yang sebenarnya maka Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dari tahun ke tahun semakin turun.
Apakah alat perbandingan yang sebenarnya itu ? Tidak lain dan tidak bukan adalah EMAS.

Ketika saya memberangkatkan Ibu saya dan mertua saya untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 1996 BPIH hanya berkisar 8,5 juta rupiah. namun apa yang terjadi pada tahun 1999 dimana BPIH yang ditetapkan pemerintah pada tahun 1999 melonjak 250%, dari yang semula 8.5 juta menjadi 21.5 juta. Dan ketika saya menunaikan ibadah haji tahun 2003, BPIH mengalami kenaikan lagi menjadi di atas 23 juta rupiah, dan ketika tahun 2006 saya menunaikan ibadah haji yang ke dua, BPIH kembali di atas nilai 26 juta rupiah. Tentunya banyak Saudara-saudara kita yang pupus harapannya untuk melaksanakan ibadah haji saat itu karena ketika akan melunasi BPIH,maka tabungan yang ada sudah tidak mencukupi.
Sebenarnya hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika kita mengkonversikan uang yang dimiliki menjadi Emas. BPIH tahun 1996 maupun tahun 1999 jika dikonversikan ke dalam emas tidak terlalu banyak perubahan kalau tidak bisa dibilang tetap . Bahkan di tahun 1998, jauh dibawah itu karena pemerintah masih menggunakan standar BPIH tahun sebelumnya sebelum krisis moneter.
Di tahun-tahun berikutnya, BPIH yang ditetapkan pemerintah jika dikonversikan ke emas semakin menurun. Pada tahun 2002, tercatat BPIH yang ditetapkan pemerintah setara dengan 255 gram emas 24K. Dan tahun ini meskipun mengalami kenaikan yang cukup signifikan, BPIH yang ditetapkan pemerintah hanya kurang dari separuhnya. Saya ambil contoh untuk embarkasi Palembang, dimana pemerintah menetapkan sebesar US $3.379 (kurs dollar pada tanggal 28 Juli 2008 untuk $1 sebesar Rp9.218) atau sebesar Rp31.147.622 kemudian ditambah administrasi sebesar Rp501.00 sehingga total BPIH jika dilunasi pada tanggal 28 Juli 2008 sebesar Rp 31.648.622 atau setara dengan 115 gram emas 24K (harga 1 gram emas pada tanggal 28 Juli 2008 sebesar Rp 275.565). Sehingga kalau dikonversikan dalam emas maka BPIH sebenarnya turun lebih dari 50%. (dari 255 gram menjadi 115 gram)
Gambar 1 menunjukkan statistik jumlah emas yang dibutuhkan untuk naik haji dan perbandingannya dengan BPIH yang ditetapkan pemerintah dalam rupiah.



Dari gambar tersebut, terlihat dari tahun ke tahun BPIH dalam bentuk rupiah semakin mengalami kenaikan. Sementara jika BPIH dalam bentuk Emas 24k, semakin turun. Bahkan penurunannya terbilang cukup tajam. Dengan trend seperti itu, bukanlah hal yang mustahil beberapa tahun mendatang kita bisa berangkat naik haji hanya dengan 50 gram emas 24K saja.


Mudah-mudahan dengan tulisan di atas menjadi pemicu semangat umat muslim untuk mulai beralih investasi ke Emas . Investasi emas dapat berupa (Logam Mulia, Koin Emas, Dinar Emas, atau emas dalam bentuk perhiasan). Anda bisa juga membaca tentang emas disini.

Sunday, July 27, 2008

Akhirnya BPIH 1429 H dimumkan.......



Menteri Agama (Menag) M. Maftuh Basyuni mengumumkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1429 H/2008 per embarkasi yang diberlakukan pada tahun ini rata-rata mengalami kenaikan antara Rp4,5 juta hingga Rp5 juta.
Dalam keterangan pers di Operation Room Departemen Agama, Selasa (22/7), Maftuh yang didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto dan Sekjen Depag Bahrul Hayat, menyebutkan pula besaran kenaikan itu.
Untuk embarkasi :
1).Aceh sebesar 3.258 dolar AS dan Rp501.000,
2).Medan 3.292 dolar dan Rp501.000,
3).Batam 3.292 dolar dan Rp501.000,
4).Padang 3.258 dolar dan Rp501.000,
5).Palembang 3.379 dolar dan Rp501.000,
6).Jakarta 3.430 dolar dan Rp501.000,
7).Solo 3.379 dolar dan Rp501.000,
8).Surabaya 3.430 dolar dan Rp501.000,
9).Banjarmasin 3.517 dolar dan Rp501.000,
10).Balikpapan 3.517 dolar dan Rp501.000,
11).dan embarkasi Makassar 3.517 dolar dan Rp501.000.

Besaran kenaikan BPIH atau yang dahulu lebih dikenal Ongkos Naik Haji (ONH), menurut Menag, menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan perubahan besaran BPIH dari sistem zona ke sistem embarkasi yang lebih proporsional dengan mempertimbangkan jarak tempuh penerbangan dari setiap embarkasi ke Jeddah atau Madinah, yang telah memperoleh persetujuan DPR-RI.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan persetujuan terhadap usulan besaran BPIH ini untuk ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang pada saat ini sedang diselesaikan proses administrasinya, kata Menteri Agama.
Maftuh menjelaskan, pelunasan/pembayaran BPIH 1429 H/2008 dilaksanakan selama 22 hari kerja terhitung sejak hari kelima setelah Peraturan Presiden tentang BPIH ditetapkan pada Selasa (22/7) ini.
Jemaah yang telah mendapat bukti setor lunas BPIH yang sah, kata Menag, segera mendaftar ulang ke Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota tempat domisili selambat-lambatnya 7 hari setelah penyetoran pelunasan.
“Bagi jemaah yang batal berangkat dikenakan biaya administrasi satu persen,” kata Menag.
Ia mengatakan pula bahwa kenaikan BPIH ini disebabkan naiknya harga (tarif) penerbangan sebagai akibat dampak naiknya harga minyak dunia.
“Pemerintah telah melakukan upaya agar kenaikan BPIH wajar dan rasional serta tidak memberatkan jemaah haji,” ucap Menag.
Komponen BPIH 1429 H,terdiri dari biaya penerbangan sebesar 1.859 dolar (54 persen), biaya operasional di Arab Saudi termasuk living cost 1.528 dolar (44,4 persen) dan biaya operasional dalam negeri Rp501.000 (1,6 persen).(*)

Kenaikan rata-rata 5 juta rupiah ini sangat dirasakan dampaknya oleh calon jemaah haji kita. Inilah dampak dari pengelolaan ibadah haji dan birokrat kita yang perlu mendapat pehatian dan perbaikan.Dengan kondisi seperti saat ini, tentunya akan banyak calon jemaah haji yang tidak dapat melunasi BPIH nya. Mungkin hal ini menjadi pelajaran bagi saudara-saudara kita yang akan berniat melaksanakan ibadah haji di masa mendatang maka hendaknya bisa menabung dalam bentuk emas yang InsyaAllah tidak terkena dampak perubahan kurs dari uang kartal.

Friday, July 18, 2008

Pelunasan BPIH 1429 H Tertunda lagi

Bagi tamu-tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini merasa was-was dengan belum adanya kepastian besaran BPIH yang harus dilunasi. Kepastian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2008 (1429 H) masih tertunda. Usulan tentang besaran BPIH itu saat ini masih terus jadi bahan diskusi para pemimpin negeri ini. Padahal, tahun lalu, SK Presiden tentang BPIH diterbitkan pada 5 Juni 2007 dan pelunasan ONH hingga 5 Juli 2007.
Dari sumber Depag , BPIH 2008 rata-rata 3.400 dolar AS ditambah Rp 501.000. Sementara itu, tarif penerbangan yang diusulkan, yakni Zona I (Aceh, Medan, Padang, dan Batam) 1.780 dolar AS, Zona II (Jakarta, Palembang, Solo) 1.901 dolar AS, dan Zona III (Makassar) 2.004 dolar AS. Kenaikan tarif hampir 300 dolar itu karena meroketnya harga minyak yang kini telah melewati 125 dolar AS per barel bahkan sempat menyentuh harga 140 dolar AS per barel.
Seharusnya untuk urusan ummat seperti pelaksanaan ibadah haji ini, pemerintah bisa mengambil langkah bijak dan lebih memahami kondisi rakyatnya yang akan menunaikan ibadah yang mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidupnya. Pemerintah selayaknya melakukan planing-planing jauh hari untuk langkah kedepan dengan berbagai antisipasi kemungkinan terpengaruhnya biaya akibat kenaikan minyak dunia. Kebijakan Pemerintahan pada periode ini dirasakan sangat tidak memihak rakyat, penderitaan rakyat berada pada titik yang paling menyedihkan selama kemerdekaan sebagai negara kita raih.
Meski demikian, kiranya Saudara-saudarku yang saat ini akan menunaikan ibadah haji teruslah melakukan persiapan agar pelaksanaan ibadah nantinya dapat benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan sehat wal afiat selama dan sesudah menunaikan ibadah haji. Masalah biaya BPIH, InsyaAllah kemudahan rezeki dalam melunasinya akan dimudahkan Allah dengan jalan yang tidak terduga oleh kita, yakinlah akan kebesaran Allah.
Semoga Anda sebagai tamu Allah tahun ini beruntung mendapatkan ganjaran Jannah, sebagaimana yang sudah dijanjikan.

Tuesday, April 22, 2008

Pengertian Mabrur Dalam Ibadah Haji


Mabrur (bahasa Arab) yang berasal dari kata barra-yaburru-barran yang artinya taat berbakti. Dalam kamus Al Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap karangan Ahmad Warson Munawwir terbitan Pustaka Progressif Surabaya dijelaskan kata-kata albirru artinya ketaatan, kesalehan atau kebaikan. Sedangkan mabrur sendiri artinya haji yang diterima pahalanya oleh Allah SWT.Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad SAW bersabda: alhajjul mabruru laisa lahul jazaa-u illal jannah yang artinya, “Haji yang mabrur tiada balasan kecuali surga.’’ (HR Bukhari dan Muslim).
Ibadah haji dinilai mabrur, apabila memiliki beberapa kriteria berikut ini.

  • Pertama, motivasi dan niat ibadah tersebut ikhlas semata-mata menghadap ridho Allah SAW.
  • Kedua, proses pelaksanaannya sesuai dengan manasik yang telah dicontohkan Rasulullah SAW yakni syarat, rukun, wajib bahkan sunah ibadah tersebut terpenuhi.
  • Ketiga, biaya baik untuk ibadah haji, biaya perjalanan maupun biaya untuk keperluan keluarga yang ditinggalkan diperoleh dengan cara yang halal.
  • Keempat, dampak dari ibadah haji tersebut adalah positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.

Haji mabrur juga dicapai oleh orang yang melaksanakannya sesuai dengan syarat, wajib dan rukunnya dan saat melaksanakannya dia tidak melakukan kemaksiatan sepertirafats, fusuk dan jidal. Yang dimaksud dengan haji yang mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT dan lawannya adalah haji mardud.
Banyak ulama menyatakan, ciri-ciri dari haji mabrur yang paling utama adalah berubahnya perilaku menjadi lebih baik setelah berhaji. Meningkat semangat belajarnya, meningkat usahanya untuk keluarga juga meningkat semangat pengajiannya. Hubungan dengan keluarganya, membina anak-anaknya untuk beribadah semakin meningkatsetelah pulang dari ibadah haji.
Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof Dr Said Agil Siradj, kemabruran akan dicapai di samping melaksanakan haji sesuai dengan aturan syariat yang memenuhi syarat dan rukunnya, dia juga mengerjakan ibadah haji dengan ikhlas. ”Semata-mata karena Allah SWT, dan bukan karena alasan yang lainnya,” ujarnya.Kiai asal Cirebon Jawa Barat ini menyebutkan, sepulang dari Tanah Suci ia akan mendapatkan ketenangan dan tuma’ninah hawa nafsunya. “Jadi, pola pikirnya tidak hanya melulu terdorong oleh nafsu angkara murka, egois, bergelimang kemewahan, dan kepuasan. Walaupun di dalam hati penuh memikirkan segala macam kehidupan dunia tapi ada ruang untuk zikir kepada Allah untuk mendapatkan tempat yang haq,’’ ujarnya.
Selain itu, sambung Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, mereka yang meraih predikat haji mabrur juga senang membaca Alquran dan gemar shalat berjamaah. “Salah satu tanda kemabruran hajinya adalah dia melakukan apa yang telah dilakukan selama menunaikan haji.”
Namun terlepas dari itu semua, kualitas haji mabrur itu terletak di hati. ”Kalau hatinya khusyuk, Allah selalu hadir di hatinya, itu ciri-ciri kemabruran haji. Paling tidak selalusadar akan kehadiran Allah SWT.’’
Pandangan serupa diungkapkan ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) KH Kholil Ridwan. Kiai Kholil menyebutkan, haji mabrur niatnya harus suci, betul-betul lillahi ta’ala menjalankan rukun Islam kelima bukan karena yang lain. Kedua, ketika melaksanakan ibadah haji masuk ke Tanah Suci dia juga suci lahir batin.
Selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, mereka pun tidak melakukan rafats, fusuq, dan jidal. Rafats bukan sekadar hubungan seksual tapi termasuk bicara yang porno, matanya juga harus dijaga. Fusuk adalah perbuatan fasik yang maksiat. Misalnya membicarakan kejelekan orang lain atau mengadu domba. Dan jidal artinya berkelahi. ”Pokoknya selama di Tanah Suci, mereka bisa menahan hawa nafsu untuk tidak menimbulkan amarah orang sehingga dia harus banyak menerima sabar.”
Ulama asal Bandung Dr KH Miftah Faridl seperti dalam bukunya berjudul Antar Aku ke Tanah Suci terbitan Gema Insani Press mengungkapkan haji mabrur dapat terlihat setelah pulang haji. ”Ia menjadi gemar melaksanakan ibadah-ibadah sunnah dan amal saleh lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan-perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat,” ujarnya.
Haji mabrur juga aktif berkiprah dalam memperjuangkan, mendakwahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar makruf dengan cara yang makruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara yang munkar. Sifat dan sikapnya berubah menjadi terpuji.
“Orang yang bergelar haji mabrur akan malu kepada Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Ia terlihat semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam,” tambahnya.
Ketua MUI Jawa Barat ini pun menambahkan, orang yang hajinya mabrur akan cepat melakukan tobat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa, dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa. Terakhir, orang yang hajinya mabrur akan sungguh-sungguh dalam memanfaatkan segala potensi yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan ’izzul Islam wal Muslimin, kemuliaan Islam dan umatnya. Semoga Anda yang baru kembali dari Tanah Suci, menjadi bagian dari orang-orang yang bersifat demikian. Atau, selalu berusaha untuk menjadi demikian

***Referensi
Dialog Jumat Tabloid Repulika, Edisi Jumat 4 Januari 2008/25 Dzulhijjah 1428 H

Thursday, January 3, 2008

Pulang ke Tanah Air dipercepat


Jamaah haji yang telah menyelesaikan semua rukun dan wajib haji yang diakhiri dengan Tawaf Wada', maka akan bersiap siap untuk kembali ke tanah air melalui jadwal pemulangan jamaah haji ke Indonesia sesuai dengan kloter masing-masing. Namun ada kalanya jamaah haji justru meminta kembali diluar jadwal yang sudah ditentukan (dipercepat) dengan beragam alasan. Kalau aku sih pinginnya kalau bisa First in Last Out ( datang ke tanah suci di awal pemberangkatan namun kembali diakhir, karena siapa yang rela puang ke tanah air cepat-cepat kalaulah begitu banyak nikmat yang Allah sediakan dengan segala garansi pahala yang akan kita dapatakan).

Bagi Anda yang menginginkan pulang lebih awal harus mengajukan permohonan untuk pemulangan dini (istilahnya bagi petugas PPIH "tanazul" juga atau tanazul kepulangan) ke petugas bagian tanazul atau YANPUL (Layanan Pemulangan) di Daerah Kerja Mekkah di Wisma Haji Indonesia, Ajiziah. Tentunya, ada beberapa alasan yang diizinkan untuk melakukan tanazul / pemulangan dini ini, prioritasnya ditujukan untuk jamaah yang sakit. Namun, pada kenyataannya, selain itu, ada pula jamaah yang sehat yang mengajukan tanazul ini, karena alasan kedinasan." Bagi jamaah haji yang sakit, untuk mendapatkan tempat / kursi penerbangan dalam tanazul tersebut, jamaah itu perlu mendapatkan surat dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi (untuk Saudi Airlines) atau dokter bandara (untuk Garuda Indonesia). Bagi jamaah yang sakit, selain surat rekomendasi dari tim medis, perlu juga diketahui soal kondisi sakitnya itu. ''Kalau dia bisa duduk, maka seat yang disediakan adalah untuk satu orang, sama dengan penumpang lainnya. Tapi, kalau yang sakit itu hanya bisa dalam posisi tidur atau terbaring, maka perlu kursi yang lebih banyak,''

Bagi jamaah yang hanya mampu untuk tidur, maka kursi yang dibutuhkan untuknya adalah tiga unit. Itu bila penerbangan yang digunakan adalah Garuda. Kalau di SAA, kursi yang disediakan untuk jamaah tersebut mencapai 6 unit yang bisa disatukan menjadi sebuah ranjang (stretcher-case).

Proses permohonan tanazul itu tergantung kepada maskapai penerbangan apa yang digunakan. Kalau menggunakan Garuda, permohonan bisa kapan saja diajukan, umumnya satu hari sebelumnya. Tapi, itu pun tergantung pada ruang kosong yang ada di penerbangan tersebut. Kalau untuk Saudi Airlines, permohonannya diajukan empat hari sebelumnya. Sebenarnya asalkan ada seat kosong kepulangan dini bisa diakomodir oleh petugas haji kita disana.

Hadiah Berharga dari Raja Abdullah


Setiap jemaah haji yang pulang dari menunaikan ibadah haji maka ketika Boarding atau mau memasuki pesawat yang akan membawa jamaah haji kembali ke tanah air, setiap jamaah akan mendapat hadiah berharga dari Raja Abdullah yang bergelar Khadimul Haramain. Hadiah tersebut adalah sebuah Al-Quran mewah hasil cetakan Percetakan Al-Quran di Madinah.

Pemberiaan dilakukan melalui pintu-pintu keluar yang akan menuju ke area parkir pesawat. Kabarnya Pemerintah Arab Saudi menganggarkan 65 juta Riyal untuk mencetak 1,65 juta kitab suci Al-Quran dan terjemahannya dalam bahasa Inggris, Prancis, Cina, Thailand, Indonesia, Turki, Spanyol, Jerman, Albania, dan lain sebagainya.

Al-Quran itu dibagikan di 35 tempat (bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat) dan melibatkan 500 pekerja. Tidak hanya Mushaf Al Qur'an yang dibagikan tetapi buku cetakan dalam 26 bahasa tentang Islam dan haji serta kaset berisi informasi tentang Haji.

Thursday, December 27, 2007

Cara Mencari Informasi Berita Seputar Haji

Bagi Anda yang mempunyai keluarga yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, tentunya Anda memerlukan informasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di tanah suci.

Biasanya kita kesulitan untuk menemukan informasi tentang haji, karena di situs resminya depag tentang haji juga tidak lengkap dan informasi yang dibutuhkan tidak terupdate.
Salah satu link yang cukup bagus, ada di situs ini yang menyediakan informasi antara lain :

1. Berita seputar ibadah haji
2. informasi :

atau ada yang ingin mencari tahu nomor porsi nya akan berangkat tahun berapa ? silahkan klik link ini  http://haji.kemenag.go.id/v3/node/955358 

Semoga dapat membantu Anda dalam memburu informasi.
update:
24 oct 2009, link ke iklantiming untuk informasi haji ini sepertinya sudah tidak aktif lagi. sangat disayangkan karena informasi yg ada cukup bagus.

Bagaimana Mencari Tenda dan membaca Peta di Mina


Untuk Anda yang punya keinginan kuat untuk melakukan Tanazul pada hari Tarwiyah ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan (baca pengalamanku disini). Anda tidak perlu khawatir untuk menemukan tenda kloter Anda di Mina. Yang perlu Anda persiapkan adalah peta perkemahan di Mina adalah peta lokasi kemah di Mina (peta ini dapat Anda peroleh di petugas PPIH atau biasanya ketua kloter atau ketua rombongan sudah dibagi peta ini), kalau tidak ada maka peta ini dapat Anda baca pada papan pengumuman / billboard seperti contoh di atas yang dipasang dibeberapa tempat di lokasi ujung terowongan Moassim atau terowongan Mina dan dibeberapa titik lain.



Penempatan Papan pengumuman ini cukup banyak dan mudah Anda temui. Penempatan tenda disana sudah fixed atau tetap karena tenda-tenda yang ada tidak dibongkar setelah pelaksanaan haji selesai dan akan digunakan untuk penempatan jamaah haji tahun berikutnya. Jadi tata letak dan nomor-nomor tenda sama dari tahun ke tahun, yang membedakan adalah yang menempati aja. misalnya kalau kloter-2 embarkasi Palembang pada tahun 1427 H ditempatkan di makhtab / tenda No. 31 sedangkan pada musim haji 1428 H kloter-2 embarkasi Palembang sesuai Qur'ah mendapat alokasi di makhtab No.2 , Nomor Makhtab ini sama dengan Nomor tenda kita nanti di Mina. Anda dapat melihat informasi nomor makhtab disini.

Anda tinggal mencari nomor makhtab Anda dipeta tersebut sesuai dengan angka bulatan-bulatan pada peta, untuk mudahnya jika Anda bawa kamera digital maka peta tersebut dapat Anda ambil sehingga mudah digunakan dalam mencari.



Cara membacanya,

  1. Perhatikan arah yang ditunjukkan, kalau mau melontar maka ditunjukkan dengan anak panah to Jamarat sedangkan ke perkemahan ditunjukkan oleh anak panah to Mudzdalifah - Arafat
  2. Peta tersebut dibagi dalam beberapa warna yang menunjukkan lokasi asal negara, jadi setiap negara warna areanya berbeda
  3. Nomor makhtab atau tenda ditunjukkan dengan angka dalam bulatan-bulatan
  4. Nomor-nomor yang ada tidak berurutan sehingga untuk nomor makhtab Anda misalnya nomor 22, maka belum tentu didepan atau disebelahnya nomor 21 atau 23


Catatan:

Bawalah kartu makhtab Anda yang dibagikan pada saat Anda pertama kali datang atau masuk makhtab di Mekkah, dengan kartu ini Anda bisa menunjukkannya ke petugas jaga tenda di Mina agar Anda diijinkan menggunakan atau tidur di tenda kloter Anda tersebut, karena kalau tidak maka Anda tidak diijinkan masuk ke tenda tersebut. Sayangnya informasi peta / legend masih menggunakan aksara arab.


Dengan Anda paham membaca peta di atas maka akan memudahkan Anda untuk bergerak dan berpergian selama berada dikawasan Mina, sehingga Anda bisa juga untuk menyempatkan diri berkunjung ke tenda lainnya untuk menjumpai famili atau kenalan Anda yang kebetulan sama-sama menunaikan ibadah haji juga.

Wednesday, December 26, 2007

Berpakaian Selama di Tanah Suci


Tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk dapat memenuhi panggilan melaksanakan ibadah haji, karena memang banyak factor yang menentukannya. Ketika kesempatan tersebut Anda peroleh seharusnya segala sesuatunya haruslah Anda persiapkan. Salah satunya adalah pakaian sehari-hari ke Masjid. Aku seringkali melihat jamaah haji yang menganggap sepele masalah pakaian. Dari bentuknya yang masih juga ada yang menunjukkan lekuk tubuh, yang terlalu tipislah atau ada juga yang tidak menutup kepala bagi kaum perempuan. Selagi di tanah air, aku selalu mengingatkan isteri untuk menyiapkan pakaian yang pantas untuk pergi ke masjid. Sebagian jamaah haji kita ada juga yang menggunakan pakaian daster (pakaian tidur) untuk sholat di masjidil Haram.
Sebaiknya ketika shalat di Masjidil Haram minimal ada persipaan untuk pakaian yang akan dikenakan. Persiapan itu digunakan untuk memantas diri, ketika akan shalat di Haram pastikan baju yang dipakai bersih, tidak kusut dan sebagainya, layak mau bertemu pacar. ''memantas diri di kaca, pantas tidak pakai baju ini dan sebagainya. Kalau kusut, ya gosok dulu tapi kalau kotor ya diganti,'' Karena pakaian yang rapi dan bersih menjadi magnet tersendiri pada pelaksanaan ritual shalat. Karena shalat lima waktu yang dijalani menjadi lebih khusyuk. Hubungannya dengan Allah juga terasa dekat. Jadi usahakanlah mengenakan pakaian terbaik, toh kita sholat di dua masjid yang sangat dimuliakan tentunya harus beda dengan yang biasa dilakukan di tanah air.
Nah..mumpung lagi di tanah suci, menggunakan parfum pada pakaian yang kita gunakan untuk sholat akan membawa kita membantu tercapainya khusu', Rasulullah sendiri senang memakai wewangian. Di tanah suci Anda dapat mencoba berbagai parfum seperti Malaikat subuh, Hajar Aswad, seribu bunga, kesturi dan lain-lain yang tidak menggunakan alkohol.

Rumput Fatimah..Oleh-oleh Tanah Suci

RUMPUT FATIMAH (Labisa pumila)
dikenal sebagai tanaman yang dapat membantu proses memperlancar kelahiran.
Berdasarkan penelitian di Malaysia, rumput fatimah ini mengandung zat Fitokimia yang berfungsi untuk merangsang kontraksi rahim. Cara pemakaiannya adalah dengan merendam rumput fatimah, air rendamannya inilah yang diminumkan kepada Ibu yang akan melahirkan, semakin lama direndam maka kadar fitokimianya semakin pekat. Cuma dosis yang tepat tentunya sulit dipastikan. Biasanya dokter tidak pernah mengijinkan penggunaan obat-obatan tradisional seperti ini.
Para jemaah haji, biasanya membawa pulang rumput fatimah sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di tanah air, karena dipercaya sebagai obat yang manjur untuk membantu proses kelahiran. Namun, di sisi lain, rumput fatimah juga kerap digunakan sebagai obat pelancar haid bagi orang-orang yang ”mendadak” telanjur hamil di luar perencanaan. Para ibu yang telanjur ber-KB tapi kebobolan maka digunakan solusi aborsi menggunakan rendaman akar rumput fatimah ini. Wallahu a'lam. Dan yang jelas penyalahgunaan yang tidak bertanggung jawab seperti ini sangat dilarang oleh Agama.
Untuk mendapatkan oleh-oleh rumput fatimah ini tidaklah sulit, namun kalau bisa sempatkan diri membeli ketika Anda ziarah ke Jabal Uhud karena banyak dijual di sana dan harganyapun lebih murah, satu akar rumput fatimah dijual dengan harga antara 3 sampai 5 riyals tetapi kalau anda membelinya sudah di Mekah maka harganya bisa mencapai 7 sampai 10 riyals lagian rumputnya sedikit dan merupkan stock lama.
RUMPUT FATIMAH Di Indonesia
Penggunaan rumput fatimah sebagai pelancar haid sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, terlebih bagi masyarakat Dayak Iban di Pulau Kalimantan, perbatasan Indonesia dan Serawak. Masyarakat Dayak Iban biasanya memanfaatkan rumput fatimah ini dengan mengambil akarnya. Kemudian dicuci, dipotong-potong lalu direbus. Air rebusan akar rumput fatimah ini yang kemudian diminum untuk melancarkan kelahiran atau haid.Sehabis melahirkan, para perempuan Dayak Iban ini juga menggunakan daun sembong, yang kelihatan seperti gulma, untuk mandi. Daun sembong tersebut dibuang akarnya, dibersihkan dan kemudian direbus. Rebusan inilah yang digunakan untuk mandi sehingga tubuh terasa sejuk dan segar.