Thursday, December 27, 2007

Cara Mencari Informasi Berita Seputar Haji

Bagi Anda yang mempunyai keluarga yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci, tentunya Anda memerlukan informasi untuk mengetahui perkembangan kondisi di tanah suci.


Biasanya kita kesulitan untuk menemukan informasi tentang haji, karena di situs resminya depag tentang haji juga tidak lengkap dan informasi yang dibutuhkan tidak terupdate.
Salah satu link yang cukup bagus, ada di situs ini yang menyediakan informasi antara lain :

1. Berita seputar ibadah haji
2. informasi :

Semoga dapat membantu Anda dalam memburu informasi.
update:
24 oct 2009, link ke iklantiming untuk informasi haji ini sepertinya sudah tidak aktif lagi. sangat disayangkan karena informasi yg ada cukup bagus.

Bagaimana Mencari Tenda dan membaca Peta di Mina


Untuk Anda yang punya keinginan kuat untuk melakukan Tanazul pada hari Tarwiyah ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan (baca pengalamanku disini). Anda tidak perlu khawatir untuk menemukan tenda kloter Anda di Mina. Yang perlu Anda persiapkan adalah peta perkemahan di Mina adalah peta lokasi kemah di Mina (peta ini dapat Anda peroleh di petugas PPIH atau biasanya ketua kloter atau ketua rombongan sudah dibagi peta ini), kalau tidak ada maka peta ini dapat Anda baca pada papan pengumuman / billboard seperti contoh di atas yang dipasang dibeberapa tempat di lokasi ujung terowongan Moassim atau terowongan Mina dan dibeberapa titik lain.



Penempatan Papan pengumuman ini cukup banyak dan mudah Anda temui. Penempatan tenda disana sudah fixed atau tetap karena tenda-tenda yang ada tidak dibongkar setelah pelaksanaan haji selesai dan akan digunakan untuk penempatan jamaah haji tahun berikutnya. Jadi tata letak dan nomor-nomor tenda sama dari tahun ke tahun, yang membedakan adalah yang menempati aja. misalnya kalau kloter-2 embarkasi Palembang pada tahun 1427 H ditempatkan di makhtab / tenda No. 31 sedangkan pada musim haji 1428 H kloter-2 embarkasi Palembang sesuai Qur'ah mendapat alokasi di makhtab No.2 , Nomor Makhtab ini sama dengan Nomor tenda kita nanti di Mina. Anda dapat melihat informasi nomor makhtab disini.

Anda tinggal mencari nomor makhtab Anda dipeta tersebut sesuai dengan angka bulatan-bulatan pada peta, untuk mudahnya jika Anda bawa kamera digital maka peta tersebut dapat Anda ambil sehingga mudah digunakan dalam mencari.



Cara membacanya,

  1. Perhatikan arah yang ditunjukkan, kalau mau melontar maka ditunjukkan dengan anak panah to Jamarat sedangkan ke perkemahan ditunjukkan oleh anak panah to Mudzdalifah - Arafat
  2. Peta tersebut dibagi dalam beberapa warna yang menunjukkan lokasi asal negara, jadi setiap negara warna areanya berbeda
  3. Nomor makhtab atau tenda ditunjukkan dengan angka dalam bulatan-bulatan
  4. Nomor-nomor yang ada tidak berurutan sehingga untuk nomor makhtab Anda misalnya nomor 22, maka belum tentu didepan atau disebelahnya nomor 21 atau 23


Catatan:

Bawalah kartu makhtab Anda yang dibagikan pada saat Anda pertama kali datang atau masuk makhtab di Mekkah, dengan kartu ini Anda bisa menunjukkannya ke petugas jaga tenda di Mina agar Anda diijinkan menggunakan atau tidur di tenda kloter Anda tersebut, karena kalau tidak maka Anda tidak diijinkan masuk ke tenda tersebut. Sayangnya informasi peta / legend masih menggunakan aksara arab.


Dengan Anda paham membaca peta di atas maka akan memudahkan Anda untuk bergerak dan berpergian selama berada dikawasan Mina, sehingga Anda bisa juga untuk menyempatkan diri berkunjung ke tenda lainnya untuk menjumpai famili atau kenalan Anda yang kebetulan sama-sama menunaikan ibadah haji juga.

Wednesday, December 26, 2007

Berpakaian Selama di Tanah Suci


Tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk dapat memenuhi panggilan melaksanakan ibadah haji, karena memang banyak factor yang menentukannya. Ketika kesempatan tersebut Anda peroleh seharusnya segala sesuatunya haruslah Anda persiapkan. Salah satunya adalah pakaian sehari-hari ke Masjid. Aku seringkali melihat jamaah haji yang menganggap sepele masalah pakaian. Dari bentuknya yang masih juga ada yang menunjukkan lekuk tubuh, yang terlalu tipislah atau ada juga yang tidak menutup kepala bagi kaum perempuan. Selagi di tanah air, aku selalu mengingatkan isteri untuk menyiapkan pakaian yang pantas untuk pergi ke masjid. Sebagian jamaah haji kita ada juga yang menggunakan pakaian daster (pakaian tidur) untuk sholat di masjidil Haram.
Sebaiknya ketika shalat di Masjidil Haram minimal ada persipaan untuk pakaian yang akan dikenakan. Persiapan itu digunakan untuk memantas diri, ketika akan shalat di Haram pastikan baju yang dipakai bersih, tidak kusut dan sebagainya, layak mau bertemu pacar. ''memantas diri di kaca, pantas tidak pakai baju ini dan sebagainya. Kalau kusut, ya gosok dulu tapi kalau kotor ya diganti,'' Karena pakaian yang rapi dan bersih menjadi magnet tersendiri pada pelaksanaan ritual shalat. Karena shalat lima waktu yang dijalani menjadi lebih khusyuk. Hubungannya dengan Allah juga terasa dekat. Jadi usahakanlah mengenakan pakaian terbaik, toh kita sholat di dua masjid yang sangat dimuliakan tentunya harus beda dengan yang biasa dilakukan di tanah air.
Nah..mumpung lagi di tanah suci, menggunakan parfum pada pakaian yang kita gunakan untuk sholat akan membawa kita membantu tercapainya khusu', Rasulullah sendiri senang memakai wewangian. Di tanah suci Anda dapat mencoba berbagai parfum seperti Malaikat subuh, Hajar Aswad, seribu bunga, kesturi dan lain-lain yang tidak menggunakan alkohol.

Rumput Fatimah..Oleh-oleh Tanah Suci

RUMPUT FATIMAH (Labisa pumila)
dikenal sebagai tanaman yang dapat membantu proses memperlancar kelahiran.
Berdasarkan penelitian di Malaysia, rumput fatimah ini mengandung zat Fitokimia yang berfungsi untuk merangsang kontraksi rahim. Cara pemakaiannya adalah dengan merendam rumput fatimah, air rendamannya inilah yang diminumkan kepada Ibu yang akan melahirkan, semakin lama direndam maka kadar fitokimianya semakin pekat. Cuma dosis yang tepat tentunya sulit dipastikan. Biasanya dokter tidak pernah mengijinkan penggunaan obat-obatan tradisional seperti ini.
Para jemaah haji, biasanya membawa pulang rumput fatimah sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di tanah air, karena dipercaya sebagai obat yang manjur untuk membantu proses kelahiran. Namun, di sisi lain, rumput fatimah juga kerap digunakan sebagai obat pelancar haid bagi orang-orang yang ”mendadak” telanjur hamil di luar perencanaan. Para ibu yang telanjur ber-KB tapi kebobolan maka digunakan solusi aborsi menggunakan rendaman akar rumput fatimah ini. Wallahu a'lam. Dan yang jelas penyalahgunaan yang tidak bertanggung jawab seperti ini sangat dilarang oleh Agama.
Untuk mendapatkan oleh-oleh rumput fatimah ini tidaklah sulit, namun kalau bisa sempatkan diri membeli ketika Anda ziarah ke Jabal Uhud karena banyak dijual di sana dan harganyapun lebih murah, satu akar rumput fatimah dijual dengan harga antara 3 sampai 5 riyals tetapi kalau anda membelinya sudah di Mekah maka harganya bisa mencapai 7 sampai 10 riyals lagian rumputnya sedikit dan merupkan stock lama.
RUMPUT FATIMAH Di Indonesia
Penggunaan rumput fatimah sebagai pelancar haid sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, terlebih bagi masyarakat Dayak Iban di Pulau Kalimantan, perbatasan Indonesia dan Serawak. Masyarakat Dayak Iban biasanya memanfaatkan rumput fatimah ini dengan mengambil akarnya. Kemudian dicuci, dipotong-potong lalu direbus. Air rebusan akar rumput fatimah ini yang kemudian diminum untuk melancarkan kelahiran atau haid.Sehabis melahirkan, para perempuan Dayak Iban ini juga menggunakan daun sembong, yang kelihatan seperti gulma, untuk mandi. Daun sembong tersebut dibuang akarnya, dibersihkan dan kemudian direbus. Rebusan inilah yang digunakan untuk mandi sehingga tubuh terasa sejuk dan segar.

Monday, December 24, 2007

Kurma Madinah dan Pasar Kurma

Salah satu oleh-oleh khas Tanah Suci yang biasanya dicari jamaah haji adalah kurma Madinah. Disebut kurma Madinah karena memang kurma ini lebih besar, dan kenyal daging buahnya. Rasanya pun manis dengan daging buah kering. Kurma ini tentu saja didatangkan dari Madinah.
Kota Madinah al Munawarah memang dikenal sebagai produsen kurma nomor satu di Arab Saudi. Komoditas ini merupakan salah satu yang banyak diincar oleh para jamaah dari seluruh dunia hingga membuatnya sangat ramai diperdagangkan.
Untuk memperoleh kurma, tempat yang paling banyak dikunjungi jamaah pada setiap musim haji adalah Pasar Kurma (Madinah Dantes Market). Terletak di pusat kota, sekitar 600 meter arah selatan dari Masjid Nabawi, tepatnya di kawasan Qurban. Lebih mudahnya, untuk pergi ke Pasar Kurma, berjalanlah ke arah Kubah Hijau Masjid Nabawi dari arah Baqi.

Kemudian jika kita menghadap ke arah Kubah Hijau dan membelakangi Baqi, Pasar Kurma berada di sisi kanan kita. Berjalanlah lurus ke arah kanan maka, kita melihat Pasar Kurma. Cukup besar dan mencolok mata.
Pasar kurma ini dibangun tahun 1982 oleh Pemerintah Arab Saudi. Pasar ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 22.00 waktu setempat. Di sini, hampir semua jenis kurma bisa diperoleh, paling tidak ada 26 jenis kurma. Tapi tak hanya kurma. Makanan olahan dari kurma pun bisa diperoleh. Misalnya coklat isi kurma, kurma isi kacang, kismis, serta biskuit isi selai kurma.
Jejeran kios penjual kurma saling menawarkan kurma dengan harga bervariasi. Ada juga yang menjual borongan. Pilihan pun amat beragam, tinggal tergantung kejelian serta kemahiran menawar harga. Kurma Madinah sendiri ada beragam jenis, mulai dari Ajwa, Ambhar dan Safawi ( ini merupakan jenis kurma pavorit), dan satu lagi kurma Sukkari. Sedangkan untuk yang jenis biasa juga banyak yang per kilonya 5 riyals . Konon, kurma sukkari kalau dimakan 7 biji setengah jam sebelum berhungan suami isteri tanpa minum air dulu akan dapat menambah stamina pria. Kurma Sukkari biasanya suka dihidangkan untuk buka puasa. Di Madinah,orang Arab sering memberikan sedekah buka puasa bersama /iftar jama'i di masjid Nabawi. Kurma ini dimakan dengan teh pahit hangat khas Arab. Coba sekali-kali Anda ikut mencoba buka puasa bersama setiap hari senin dan kamis.
Kurma Ajwa atau biasa populer disebut Kurma Nabi, kurma ini paling diminati. Ini merupakan salah satu kegemaran Rasulullah. Bahkan ada hadist mengenai kurma Ajwa. ''Barang siapa di waktu pagi makan tujuh butir kurma Ajwa, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir.'' (Shahih Bukhari).
Dari segi bentuk, sebenarnya tidak berbeda dengan kurma jenis lain, kecuali warnanya agak kehitaman. Ada banyak guratan di permukaan buahnya, yang oleh sebagian kalangan dikatakan mirip tulisan kaligrafi Alquran.
Ukurannya ada yang kecil dan besar. Sementara rasanya manis serta berdaging tebal. Maka dari itu, harganya pun menjadi paling mahal di banding jenis lain. Kurma ini dijual seharga 60 riyal per kg untuk ukuran kecil dan 80 riyal per kg untuk yang agak besar, harga tersebut tergantung kualitas, bahkan harga yang kualitas Mumtaz (premium) bisa mencapai 100 Riyals. Dalam menawar Anda tak perlu khawatir karena di Pasar Kurma ini juga banyak tenaga kerja Indonesia yang menjadi pelayan di toko kurma. Mereka adalah pekerja asal Jawa, Kalimantan dan Lombok. Kadang mereka berbaik hati mau memberi harga khusus. Dan enaknya lagi kalau belanja kurma kita diperbolehkan mencicipi makan kurma ditempat sepuasnya, lumayan kan bisa mencicipi semua jenis kurma dan makanan olehan dari kurma gratis. Namun hati-hati untuk kurma ajwa dan ambhar, biasanya tidak semua penjual membolehkan untuk mencoba. Biasanya penjual akan mengatakan 'haram' untuk dua jenis kurma tersebut kecuali kita memang ingin benar-benar membelinya atau kita minta ijin dulu ke sipenjual dengan menggunakan bahasa isyarat "Halal" sambil memegang buah kurma, jika dibilangnya halal maka tentunya untuk mencicipi sudah diperbolehkan.kalau katanya haram maka jangan dicicipi. Yang dimaksud 'haram' adalah kita tak boleh mencobanya.

Hidangan Untuk Iftar Jama'i

Di Pasar ini juga dapat membuatkan bungkus kurma tersendiri (packaging) jika membeli dalam jumlah besar. Bagi jamaah yang ingin praktis ada juga kurma yang telah dipak dalam kardus kecil. Biasanya kurma jenis ini telah divariasikan misalnya diisi kacang almond di dalamnya atau dilapisi coklat di bagian luar. Bentuknya seperti satu bungkus rokok. Cukup praktis.
Selain kurma ajwa, ada juga kurma Ambhar yang harganya relatif mahal. Namun kualitas kurma ini dibawah kurma Ajwa dan di atas kurma lainnya. Ukurannya besar dan harganya sekitar 35-40 riyal per kilogram. Bentuk kurma ini hampir mirip dengan Ajwa.

Kalau kurma Safawi, hampir mirip dengan kurma Ambhar warnanya hitam berkerut seperti kurma ajwa, hanya saja safawi ukurannya lebih besar dan lebih legit.


Kurma Sukhari


Selain di Pasar Kurma, jamaah juga bisa membeli kurma ke perkebunannya langsung. Umumnya perkebunan kurma di Madinah juga menjadi tempat penjualan dan pengepakan kurma sebelum dipasarkan.
Harga kurma di Madinah lebih murah dibanding di Makkah. Selisihnya berkisar 5-10 riyal per kilogram. Jika di Madinah, harga satu kilogram Ajwa sekitar 40-60 riyal untuk ukuran kecil, maka di Makkah harganya bisa mencapai 100-120 riyal per kilogram. Sedangkan kurma Safawi yang di Madinah bisa 15 riyal per kilogram di Makkah dijual dengan harga paling murah 20 riyal.

Kurma Rukhtob

Belanja kurma di Madinah kalau Anda belinya cukup banyak maka biasanya di kasir, diberi baksis (bonus), beberapa kotak kecilbuah tin atau makan olahan dari kurma lainnya, nah kalau menurut Anda baksisnya kurang, maka Anda bisa minta lagi dan biasanya dikasih tambahan lho.
Jadi jika ingin praktis dan efisien, belilah kurma di Madinah, dan sebaiknya tidak usah belanja kurma di perkebunan yang biasanya pada saat ziarah sering dibawa kesana.Harga diperkebunan kurma ternyata lebih mahal disamping itu jenis kurmanya juga tidak selengkap dibanding yang dijual di pasar kurma. Berkunjung ke perkebunan kurma ini sebenarnya kepentingan sopir bus aja yang memang dia mendapat persenan/komisi dari pemilik kebiun jika membawa jamaah haji ke sana. Bagi Anda yang tergabung dalam Gelombang I, cukup merepotkan memang belanja di Madinah karena masih harus menuju Makkah dalam waktu yang lama. Tapi dibanding di Makkah, harga dan kualitas kurma di Madinah jauh lebih unggul. Lagian kalau beli di Madinah juga dimasukkan ke koper besar tidak masalah koq. kan koper tersebut bukan kita yang bawa. Keuntungan lainnya kalau belanja di Madinah jarak dari pasar ke hotel dekat, nah bayangkan jika Anda belanja di Makkah bawa barang belanjaan berat dengan jarak ke hotel bisa di atas 2 Km lebih.


Kurma muda

Kurma Muda, rasanya manis dan segar. Kurma seperti ini biasanya banyak dijual di super market,toko kecil atau dipedagang asongan. Kurma ini tidak tahan lama sehingga tidak bisa dijadikan oleh-oleh dibawa ke tanah air. Rasanya yang segar akan membuat Anda merasakan sensasi makan kurma dari biasanya.

Kurma Hijau, katanya sih bisa digunakan untuk obat penyubur bagi wanita yang ingin cepat memperoleh keturunan (wallahu a'lam).


Pohon Kurma

Buah kurma biasanya kalau sudah tua akan dibungkus agar tidak jatuh ketika masak dipohon. Kalau Anda punya kesempatan bisa melihat perkebunan kurma di Madinah.

Sunday, December 9, 2007

"Walimatussafar Haji" Perlu Dilakukan ?


SETIAP calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah haji, lazimnya mengadakan suatu acara dimana keluarga, handai tolan, tetangga, akan hadir di rumah calon haji tersebut tujuannya untuk menyampaikan ucapan selamat dan mengiringi doa keberangkatan calon jamaah haji agar lancar didalam pelaksanaan ibadah dan mendapat predikat haji mabrur. Bermaaf maafan, kemudian sebagian dari undangan yang hadir memesan doa tertentu atau bahkan oleh-oleh tertentu dari Arab Saudi kepada calon haji. Kebiasaan ini diiringi suatu harapan, pada suatu hari kelak, mudah-mudahan mereka pun mampu melaksanakan ibadah haji sebagaimana orang yang akan melaksanakan Rukun Islam kelima tersebut.

Sebenarnya kegiatan yang biasa disebut "Walimatussafar Haji" ini tidak ada tuntunannya baik dari Rasulullah maupun para sahabat jika ini dikaitkan dengan ritual perjalanan haji itu sendiri. Ini hanyalah sebuah tradisi, sehingga Anda sebagai calon jamaah haji harus mengetahui betul bahwa yang Anda lakukan bukan suatu keharusan, tidak ada kewajiban maupun sunnahnya.
Tradisi yang demikian tidaklah buruk asalkan niat Anda melakukan bukan karena hal-hal yang bersifat syar'i.
Waliimatussafar berasal dari akar kata Waliimah yang berarti jamuan atau pesta dan Safar yang berarti perjalanan. Dengan demikian kata Waliimatussafar berarti jamuan atau pesta bagi orang yang hendak melakukan perjalanan jauh.
Dalam kaitannya dengan ibadah haji maka sebenarnya Rasulullah tak pernah melakukan acara Waliimatussafar secara khusus, dan jika berkeyakinan bahwa acara Waliimatussafar ini merupakan rangkaian dari ibadah haji maka itu mengada-ngada (bid’ah). Apalagi kalau acara Waliimatussafar akan merusak ibadah haji itu sendiri seperti mengurangi keikhlasan, padahal ikhlas itu ruhnya ibadah. Pasalnya tak sedikit orang ingin menggelar acara Waliimatussafar hanya untuk tujuan tak seharusnya seperti agar nantinya ia disebut pak/ibu haji, sehingga terjebak dalam perbuatan Riya.
Namun demikian kalau acara Waliimatussafar ini sebagai bagian dari rangkaian adab-adab safar (melakukan perjalanan jauh) dan bukan bagian dari rangkaian ibadah haji maka itu malah dianjurkan.

Aku pernah lihat ada acara yang disebut "Tepung Tawar" dengan melempar beras kuning dll, bukankah hal ini jadi mubadzir saja karena tidak akan mendapatkan apa-apa disisi Allah.

Kalau aku sendiri tidak melakukan acara walimatussafar ini, walaupun banyak keluarga besar yang mempermasalahkan keyakinanku ini.
Bagi Anda yang akan melaksanakan acara ini, hilangkan rasa riya' yang mungkin saja akan mampir didalam hati Anda ketika acara tersebut mulai berlangsung, karena syaitan akan selalu mencari celah untuk merusak niat ibadah haji Anda mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai Anda kembali ke tanah air, syaitan dan iblis tidak akan rela jika Anda mendapatkan haji mabrur. Karena tidak setiap orang mampu menghalau perasaan bangga, riya' karena bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Be carefull........

Kemudian, agar Anda bisa melaksanakan proses perjalanan dengan tenang dan Anda ingin menyelenggarakan walimatussafar untuk menjalankan adab perjalanan jauh , sebaiknya Anda dapat mengatur pelaksanaan acara ini secara baik. Kalau perlu, kirimlah undangan seluruh kerabat dan kolega, pada hari tertentu, atau jam tertentu sehingga seluruhnya bisa hadir dalam suatu acara yang disebut walimatussafar, kalau aku sih lebih baik mengundang dengan subject Silarurahim saja tanpa ada protokoler apa-apa.
Mengapa harus demikian ?. ya karena memang tidak ada tuntunannya.

Alokasi waktu dan mengundang semua kerabat menjadi bagian yang penting jika Anda hendak melaksanakannya, sebab jika kita tidak mengundangnya dalam waktu tertentu, maka bisa jadi, kerabat kita akan datang dalam waktu yang berbeda-beda. Bahkan bisa jadi waktu-waktu terpenting kita untuk menyiapkan berbagai hal penting seperti dokumen haji, barang-barang bawaan, bahkan kesehatan kita terganggu. Tidak sedikit calon jemaah haji tidak sempat tidur tiga hari tiga malam karena para tamu yang ingin menyampaikan ucapan selamat tidak kunjung berhenti.
Kalau calon haji tersebut memiliki daya tahan fisik yang baik, mungkin hal itu tidak mengapa. Tapi jika calon jemaah tersebut seorang yang dikategorikan berisiko tinggi (risti), baik karena usianya yang lanjut serta mengidap berbagai macam penyakit kronis, maka bisa jadi calon jemaah tersebut akan ambruk sebelum benar-benar berangkat ke Arab Saudi. Untuk itu, aturlah acara ini sedemikian rupa, sehingga calon jemaah memiliki waktu yang cukup untuk persiapan.
Sebaiknya dilakukan paling lambat seminggu sebelum berangkat haji. Jika dilakukan terlalu berdekatan dengan waktu pemberangkatan, dikhawatirkan seorang calhaj tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan pemberangkatan. Gunakanlah waktu sebelum berangkat untuk mengecek seluruh persiapan, kalau perlu menggunakan semacam check list supaya tidak ada yang ketinggalan. Jika sudah siap, berangkatlah menuju tempat pemberangkatan dengan hati yang mantap.
Mulai dari embarkasi

Di dalam acara walimatussafar juga tidak usah terlalu banyak protokoler, seperti pembacaan surah yasiin secara bersama-sama, pembukaan dengan mendatangkan qori, ceramah agama, dll. Buatlah sesimple mungkin yang pada intinya Anda bisa menyampaikan permohonan maaf jika didalam pergaulan sehari-hari terdapat hal-hal yang kurang berkenan kemudian minta bimbingan buat keluarga yg ditinggal (misalnya untuk anak-anak kita), terakhir kita menerima ucapan selamat dari para undangan tersebut.
Minggu yang lalu aku menghadiri undangan family isteri yang kebetulan akan menunaikan ibadah haji 1428 H (Gelombang II), pada acara ceramah agama ada beberapa point yang sempat aku rekam didalam ingatanku yang mengusik pemahamanku selama ini :

  1. Untuk keluarga yang ditinggalkan begitu orang tua (calon haji) kita sudah terbang / lepas landas nanti, maka anak-anaknya diminta membaca surah yasiin dan berdo'a agar diberi keselamatan.
  2. Ketika calon haji sedang di Arafah, maka keluarga diminta membaca surah Yasiin dan berdo'a agar diberi kemudahan dan tidak kepanasan.Kemudian membagikan makanan kepada orang miskin (Shodaqoh) untuk satu orang jatahnya membagi ke 9 orang miskin jadi kalau suami isteri membagi makanan untuk 18 orang. Kalau mau bersedekah ya sedekah aja ngga' usah dikait-kaitkan dengan pelaksanaan ibadah haji.
  3. Ketika calon haji melakukan melontar jumrah, maka keluarga diminta membaca surah Yasiin dan do'a karena pada saat melontar begitu banyak jamaah haji yang meninggal seperti kasus terowongan mina dsb, untuk itu didoakan agar diberi selamat.
  4. Setiap malam jum'at agar diadakan yasinan (baca surat yasin bersama, mengundang jamaah).ngga' tahu dalil dari mana
  5. Ketika besok akan berangkat maka malamnya diadakan yasinan.padahal tidak ada dalilnya
  6. Ketika pulang haji diadakan syukuran. mungkin biar sekalian declare kalau dia sudah jadi haji/hajjah terus mulai saat itu harus panggil pak haji atau bu hajjah he he.
  7. Kalau mau ba'dal haji maka yang melakukannya harus sudah haji minimal sudah 2 kali haji, padahal tidak ada dalil minimal sudah haji 2 kali, yang ada yang dititipin mengerjakan haji sudah pernah haji. koq. bisa nambah-nambahin dalil ya.

Padahal agama ini mudah kenapa syiar yang dilakukan oleh ustadz, kiyai jadi mempersulit. Coba pikir untuk mengadakan acara yasinan dengan mengundang orang setiap malam jum'at bukankah butuh biaya (pantas aja biaya haji terasa semakin berat ya) lagian kan ngga' ada tuntunannya dari Rasulullah, kenapa harus dibela-belain untuk dilaksanakan. Nah ini ada macam-macam tradisi lain yang terus dipertahankan oleh sebagian masyarakat kita :

  1. Ketika calon haji mau keluar rumah, maka dikumandangkan Adzan didepan pintu keluar (banyak dilakukan di Medan dan Palembang juga tidak tahu kalau didaerah lain). Harusnya calon haji mengucapkan do'a keluar rumah.
  2. Kain ihram yang akan dipakai kalau di Pematang Siantar (SUMUT) dibasahi dengan air dulu kemudian didoakan oleh ustadz katanya biar dingin dipakai ditanah suci. Padahal kalau sudah nyampe sana kain ihramnya sudah keburu kering apa mungkin bisa jadi dingin ya..apa ngga lebih baik dibasahi disana aja.ada ada saja.
  3. Menuliskan lafadz dua kalimat shahadat, kemudian dipotong menjadi shahadat ain dan shahadat rasul, potongan yang satu dibawa oleh calon haji yang satunya ditinggal dirumah agar nanti si calon haji bisa kembali ke tanah air dengan menyatukan lagi potongan tadi manjadi kalimat utuh dua kalimat shahadat. yang ini ngga tahu deh maknanya.

Untuk membantu Anda dalam memahami adab safar berikut ada adab safar menurut Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Iidhaah dimana adab-adab safar itu antara lain:

  1. Pertama, sebelum berangkat meninggalkan rumah dianjurkan untuk shalat dua rakaat dimana pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca Al-Ikhlas, kemudian setelah salam membaca ayat Kursi, surat Al-Quraisy, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas yang dilanjutkan dengan berdo’a agar urusannya dimudahkan.
  2. Adab safar lain yang disebutkan Imam Nawawi adalah: hendaknya ia mengucapkan wada’ (pamitan) terhadap keluarga, para tetangga dan para teman dekatnya. Tujuannya adalah untuk meminta maaf terhadap mereka dan agar mereka mendo’akannya.
  3. Imam Nawawi menyebutkan adab-adab kepulangan dari safar, di antaranya: ketika tiba di rumah dianjurkan agar menuju mesjid terdekat untuk kemudian shalat dua rakaat, dan demikian juga apabila masuk ke rumah dianjurkan untuk shalat dua rakat lalu berdo’a dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah swt. Adapun niatnya adalah tanpa perlu mengucapkannya dengan lafal-lafal khusus yang berbahasa Arab, tapi cukup berniat di hati saja tanpa perlu dilafalkan. Jadi shalat dua rakaat sepulang ibadah haji bukanlah sunah haji tetapi bagian dari adab safar saja.

Mungkin Anda juga menemui hal-hal lain yang masih dipertahankan oleh masyarakat disekitar kita, semoga kita bisa memilah dan memilih mana yang menjadi tuntunan mana yang tradisi agar kita tidak masuk dalam hal-hal kurafat.

Wallahualam bishowab

Saturday, December 8, 2007

Transportasi, Angkutan Umum di Tanah Suci



Selama Anda berada di tanah suci Mekkah dan Madinah suatu saat Anda perlu menggunakan sarana angkutan umum. Kalau di Madinah mungkin hampir jarang jamaah haji menggunakan angkutan umum karena jarak maktab atau penginapan dengan masjid Nabawi dapat ditempuh dengan berjalan kaki, paling jauh 600 meter jaraknya. Di Madinah angkutan umum biasanya digunakan jika kita hendak melakukan ziarah ketempat-tempat sejarah. Ziarah yang dimaksud adalah ziarah yang diluar tanggungan atau fasilitas yang disediakan oleh pemerintah kita, karena untuk ziarah yang menjadi fasilitas yang diberikan pemerintah sifatnya gratis (sudah termasuk dalam BPIH yang kita bayarkan) hal ini perlu diketahui jamaah khususnya yang mengambil haji mandiri terkadang kita dimintai uang lagi untuk ziarah oleh KBIH dimana kita digabung dalam kelompok mereka oleh depag (pengalamanku waktu itu juga diminta tetapi aku tidak mau karena memang gratis). Sebaiknya jika akan ziarah Anda dapat membuat kelompok dan lebih baik lagi jika bisa memenuhi isi satu mobil karena akan lebih menghemat waktu dan ongkos. Kendaraan angkutan umum kalaudi Madinah biasa mangkal didepan pintu keluar menuju perkuburan Baqi, nah disitu sisopir mencari penumpang dengan teriak teriak "ziaraah...ziarah.." Anda bisa bayar ongkos per orang sesuai dengan tarif yang berlaku (sebaiknya ditanyakan untuk memastikannya), tarif ziarah sekitar 10 riyals per paket. Untuk naik ke mobil jika Anda hendak duduk didekat sopir, harus diperhatikan kalau pas naik laki-laki dahulu yang masuk jadi isteri terhalang dari si sopir, tetapi kalau dibagian belakang tidak mengapa. Anda juga bisa menggunakan taxi, dengan cara tawar menawar harga, kalau Anda 4 orang mungkin bisa menggunakan angkutan ini karena bisa kongsi tetapi ketika di Madinah atau Mekkah jarang sekali jamaah menggunakan jenis angkutan ini.

Ketika Anda sudah berada di Mekkah, maka angkutan umum mulai diperlukan apalagi pada musim haji 1428 H ini penempatan pemondokan jamaah haji Indonesia jauh. Pemerintah hanya memfasilitasi Bus gratis untuk zone tertentu seperti di Ajiziyah. Dari tanah air diinfokan gratis namun kenyataannya (aku baca di detik.com setiap jamaah dipotong sebesar 100 riyals per orang) , ya itulah masih banyak yang mencari keuntungan disaat-saat tamu Allah yang semestinya diberi kemudahan, tapi ada saja oknum yang tidak bermoral di negeri ini. Menggunakan angkutan gratis ini juga memerlukan strategi agar Anda tidak rebutan ketika akan pulang dari masjidil haram hal ini dikarenakan tidak beresnyapetugas yang melakukan pengaturan jadi sebaiknya Andalah yang harus memanage diri misalnya pulang ke maktab tidak pas selesai waktu sholat mungkin Anda menunggu sambil membaca Al Qur'an atau dengan cari makan disekitar masjidil haram dulu. Kalau berangkat dari maktab sih gampang tidak berdesakan.
Untuk Anda yang pemondokannya selain di Ajiziyah misal di Hafair, maka banyak angkutan jenis van yang mangkal didepan hotel/pondokan kita, tarifnya 1 riyals mereka akan teriak-teriak "Haram...haram.. 1 riyals", namun tarif ini akan bergerak naik mendekati hari tarwiyah atau tanggal 8 Dzulhijah, mulai dari 2 riyals, 5 riyals dan puncaknya ditekan sampai 10 riyals. Kalau aku sarankan kepada Anda yang usia cukup lanjut sebaiknya kalau ke masjidil haram gunakan angkutan aja agar menghemat tenaga, sehingga bisa anda gunakan untuk ibadah di masjidil haram, kemudian jangan terlalu sering bolak balik ke maktab karena disamping capek membuat Anda males untuk ke masjidil haram, sehingga jangan heran kalau banyak jamaah yang memilih sholat lima waktu di masjid-masjid dekeat pemondokan dan bukan di masjidil haram, sayang kan jauh-jauh datang ke Mekkah dan dengan kesempatan yang mungkin hanya saat itu saja bisa menunaikan ibadah haji namun tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Kalau dihitung nilainya juga tidak terlalu mahal koq, kalau Anda alokasikan dana dari living cost juga masih mencukupi.
Jika Anda menginginkan untuk melakukan Umrah setelah melaksanakan Umrah Tamattu' haji, maka Anda bisa memilih jenis Taxi sedan kalau Anda 4 orang, bisa Anda tawar kalau waktu aku disana dari Hafair ke Tan'im kemudian sopirnya menawarkan untuk menunggu di tan'im untuk mengantar ke masjidil haram tarifnya +/- 30 s/d 40 riyals. Atau jika Anda mau menggunakan angkutan umum, bisa naik dari depan masjidil haram ke tan'im per orang 3 riyals, kalau ke ja'ronah per orang 5 riyals sekali jalan, nanti dari tan'im dan ja'ronah banyak angkutan sejenis yang ngetem untuk jurusan masjidil haram. Dari depan masjidil haram dekat pintu keluar ke arah hotel hilton. Diseberangnya juga ada angkutan sejenis sedan dan minibus yang menawarkan trayek ke Jedah jika Anda mau ziarah ke laut merah, tetapi aku sarankan tidak usah karena cukup jauh dan nanti juga ketika akan pulang ke tanah air Anda mampir ke jedah sekalian ziarah disekitar sana.
Jika Anda memutuskan untuk Tanazul pada hari tarwiyah, yaitu menuju Mina sebelum ke Arafah, maka banyak angkutan yang menawarkan diri, cuma jangan harap Anda akan duduk dengan nyaman karena hampir tidak ada space/ruang kosong dimobil, semua ditawarkan ke jamaah yang mau ke Mina dengan tarif sama, duduk di dalam atau di atas semua diperlakukan sama. Tarif ke Mina dari Makkah ditawarkan sebesar 20 s/d 40 riyal, tetapi kebanyakan jamaah yang tanazul berjalan kaki.
Pilihan angkutan lain dapat Anda peroleh dengan menggunakan ojek, ya...ternyata disana ada juga tukang ojek. Angkutan ini akan ramai ketika pelaksanaan haji dimulai, mereka menawarkan jasa untuk ke Mina, Arafah dan sehabis melontar jumrah Aqobah di tanggal 10 Dzulhijah menuju Mekkah untuk melakukan Tawaf Ifadah, kemudian juga dari Makkah ke kemah di Mina.
Tarifnya cukup mahal, cuma memang jadi lebih cepat karena ojek ini bisa menyelinap dikerumunan jamaah yang berjalan kaki.


Kendaraan sepeda motor yang dijadikan ojek juga merupakan kendaraan tua, heran juga ya...negara kaya begini koq kendaraan beginian masih ada, kalau dikita uang 500 ribu sudah dapet sepeda motor baru.



Sekarang tinggal Anda yang memutuskan sambil berhitung bekal uang Anda. Kemudahan memang tidak selamanya Gratis, namun kita juga jangan terlalu hitung-hitungan dengan bekal kita kalau memang itu untuk kemudahan pelaksanaan ibadah kita, Insya Allah semua yang kita korbankan sebanding dengan ganjaran yang Allah berikan kepada kita. Semoga bermanfaat. Salam.

Wednesday, December 5, 2007

Tata Cara Pendaftaran Perjalanan Ibadah Haji

Bagan Alir, prosedur pendaftaran Ibadah Haji Depag
"Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam "( QS. Ali Imron : 97).

I. Memilih Bank Tempat Menyetor BPIH


Sebelum Anda memutuskan untuk menyetor BPIH ( Biaya Perjalanan Ibadah Haji) ada baiknya Anda cari informasi tentang Bank penerima setoran yang mempunyai pelayanan terbaik bagi calon jamaah juga mudah memberikan informasi ( sebagai masukan bagi Anda, baca pengalaman saya di sini ).
Agar waktu Anda tidak banyak terbuang untuk pembukaan setoran ke Bank sebaiknya Anda minta informasi tentang persyaratan diperlukan melalui telpon ke pihak Bank yang sudah Anda putuskan untuk menjadi tempat menyetor BPIH. Ada baiknya Anda sudah mempersiapkan dokumen sbb :
  • Photo Copy KTP ( Anda prepare banyak juga tidak mengapa kira-kira 4 - 6 lembar, nanti lebihnya Anda simpan karena akan dibutuhkan untuk dokumen haji di depag dan kesehatan)

  • Meterai 6000 (bisa Anda persiapkan 3 lembar, untuk urusan Bank dan dokumen haji
    lainnya)

  • Photo Copy Kartu Keluarga (2 lembar), disamping itu dokumen asli (KTP, KK yang masih berlaku) sebaiknya Anda siapkan dalam satu map dengan photo copy di atas, hal ini untuk memudahkan Anda jika diperlukan

  • Pas Photo 3x4 dan 4x6 (jumlahnya bisa Anda tanyakan ke Bank tempat Anda akan menyetor BPIH). Persiapan Pas Photo sebelum ke Bank akan menghemat waktu Anda dalam menyelesaikan dokumen di Bank dan di depag nantinya. Kalau aku membuat photo sendiri (tidak ke studio) kebetulan ada camera digital. Photo yang diminta adalah photo berwarna dengan syarat sbb :

  1. )- Tidak memakai kaca mata hitam (boleh pakai peci bagi pria).
  2. )- Latar belakang berwarna putih
  3. )- Komposisi photo adalah wajah 80% mendominasi (bisa lihat contoh photo disamping). Biasanya kalau Anda ke studio photo mereka sudah tahu ketika kita minta photo untuk Haji. Dan kalau Anda membuat photo sendiri dan mencetak sendiri juga tidak sulit dan mungkin lebih hemat karena kalau cetak di studio photo lumayan juga biaya yang dikeluarkan untuk photo aja karena banyak banget jumlahnya.
II. Membuka Tabungan Haji

Biasanya Bank yang ditunjuk sebagai Bank penerima setoran BPIH mempunyai product tabungan Haji. Setoran awal secara umum adalah Rp. 500.000,- ( 500 ribu rupiah). Setoran ini merupakan syarat pembukaan tabungan, selanjutnya Anda harus mengisi saldo tabungan Anda sampai mencapai Rp 25.000.000,- (25 juta rupiah) sebagai syarat untuk mendapatkan nomor kursi (nomor porsi haji). Kalau memang tabungan Anda di Bank lain sudah mencukupi sebaiknya langsung saja ditransfer ke tabungan Anda ini, karena sistem pendaftaran haji saat ini terbuka terus ke SISKOHAT secara online, yang menentukan nanti adalah apakah nomor porsi Anda masuk dalam pemberangkatan haji tahun itu. Nah kalau sudah memenuhi syarat minimum saldo 25 juta rupiah (sebelumnya hanya 20 juta rupiah), baru Anda mengisi Form-form lanjutan yang diberi dari pihak Bank. Dan Anda akan diberi bukti Setoran BPIH sebagai syarat awal Anda bisa mendaftar ke kantor Depag.

III. Proses Pendaftaran

Setelah Anda menerima bukti setor BPIH dari Bank tempat Anda menyetor uang BPIH, dan mengisi formulir SPPH (Surat Permohonan Perjalanan Haji) yang ditandatangani oleh calon jemaah haji yang bersangkutan dilengkapi foto copy KTP 2 lembar, pas photo ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.

  • Dokumen SPPH dan Bukti Pelunasan Setoran BPIH (memerlukan pas photo 3x4 sebanyak 2 lembar) , Anda bawa dokumen ini ke Kantor Depag (Kanwil depag untuk urusan Haji dan Umrah di masing-masing daerah)

  • Sebaiknya dokumen-dokumen Anda (KTP, KK, Bukti setor, SPPH dan photo copynya selalu Anda bawa didalam Map). Di kantor depag nanti Anda akan dilayani oleh petugas, dimana dokumen dan permohonan SPPH Anda akan dicatat dan diberi nomor porsi. Ketika dapat nomor porsi, coba Anda tanyakan kuota Haji untuk keberangkatan haji tahun ini (sesuai dengan rencana keberangkatan Anda) sampai nomor porsi berapa. Hal ini sangat penting karena Anda sudah bisa memprediksi apakah Anda dapat berangkat pada tahun tersebut atau masuk dalam waiting list. Sekalian untuk memutuskan apakah Anda akan mulai ikut bimbingan manasik haji melalui KBIH, karena banyak yang terjadi sudah ikut bimbingan di KBIH dan sudah bayar jutaan rupiah tetapi masuk dalam waiting list.
  • Tahap selanjutnya Anda tinggal menunggu informasi berapa besar BPIH dari pemerintah secara resmi, dan nanti oleh pihak Bank Anda akan dihubungi untuk menyelesaikan sisa uang untuk melunasi sesuai besaran BPIH yang sudah ditetapkan secara resmi, ditambah uang administrasi Bank.
  • Setelah keputusan besarnya biaya BPIH oleh pemerintah keluar dan Anda sudah dihubungi oleh Bank untuk dapat mulai melunasi setoran, maka sisanya sebaiknya Anda transfer saja jika uang Anda ada pada tabungan lain atau Bank lain untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Perlu diingat karena BPIH/ONH ini menggunakan kurs dollar, maka setoran Anda pada saat itu dikonversikan dulu dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Jika setoran Anda melebihi BPIH yang ditetapkan, nanti Bank akan mengembalikan sisanya karena buku tabungan Anda otomatis akan ditutup jika sudah melakukan pelunasan.
    Petugas akan mencetak bukti setor BPIH lunas sebanyak 5 (lima) lembar, meliputi :
    a) Lembar pertama asli (warna putih) dibubuhi materai Rp. 6.000,- dan pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 untuk calon jemaah haji
    b) Lembar kedua (warna merah muda) dibubuhi pasfoto berwarna berukuran 3 x 4 untuk Visa Haji
    c) Lembar ketiga (warna kuning) untuk Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota
    d) Lembar keempat (warna biru) untuk lampiran SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama) kalau di Palembang kemarin masuk Asrama haji tidak pakai surat ini, lembar ke empat ini diserahkan kepada PPIH (Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji) embarkasi pada saat calon jemaah haji masuk asrama
    e) Lembar kelima (warna putih) untuk Bank tempat menerima setoran BPIH
    f) Calon jemaah haji setelah menerima bukti setoran BPIH lunas dari Bank segera mendaftarkan diri kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota domisili setelah menerima lembar bukti setor lunas BPIH dengan menyerahkan :
  • Surat keterangan kesehatan dari Puskesmas domisili (Bisanya Puskesmas tempat pemeriksaan akan ditentukan berdasarkan domisili calon haji, untuk hal ini Anda bisa tanya ke depag dan biasanya diumumkan juga lewat KBIH). Pada saat pemeriksaan Anda harus melengkapi photo copy KTP juga dan ada uang pemeriksaan ( 15 sampai 20 ribu), tetapi di Palembang mulai 1428 H ini pemeriksaan kesehatan dibebaskan dari biaya juga di tahun 1430H ini akan ada bantuan living cost dari Pemdanya sebesar 200 Riyals, ya tergantung kebijakan daerah masing-masing. Kalau di Medan, kebijakan dari Pemda setempat untuk kasih uang 100 riyal per jamaah tetapi kesehatan bayar.
  • Fotokopi KTP yang masih berlaku dengan memperlihatkan aslinya
  • Bukti setor BPIH lembar kedua (warna merah muda) dan ketiga (warna kuning)
  • Pas photo berwarna terbaru, tidak berkacamata hitam (boleh berjilbab bagi wanita dan berpeci bagi pria) ukuran 3 x 4 sebanyak 16 lembar dan 4 x 6 sebanyak 2 lembar untuk Paspor Haji, SPMA, dan tanda pengenal jemaah
  • SPPH lembar kedua (warna merah muda)
  • Petugas Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota setelah menerima kelengkapan persyaratan pendaftaran bagi calon jemaah haji akan meneliti kelengkapan pendaftaran calon jemaah haji . Sampai disini selesailah pengurusan dokumen, dan jangan lupa Anda bawa dokumen pendaftaran haji Anda dan jadikan satu dokumen dengan dokumen lainnya.
  • Menunggu pemeriksaan kesehatan Tahap II, pemeriksaan ini dilakukan jika Anda memang sudah positip masuk dalam kuota haji / porsi haji pemberangkatan tahun tersebut. Tempat dan waktu pemeriksaan nanti akan diumumkan melalui KBIH dan juga melalui media massa, biasanya dilakukan di Puskesmas Kotamadya/Kabupaten. Pada pemeriksaan ini Anda sudah mendapatkan Buku Kesehatan Haji.
  • Selesailah proses pendaftaran Anda. Selanjutnya Anda tinggal mempersiapkan diri dan menunggu pengumuman jadwal pemberangkatan.
  • Kalau Anda memilih haji Mandiri tanpa melalui KBIH maka Anda tinggal menunggu jadwal manasik haji yang diselenggarakan oleh Depag selama lebih kurang 1 minggu. Anda juga bisa mengajukan permohonan kelompok regu (jika Anda merasa cocok dengan anggota jamaah lain maka bisa membuat kelompok untuk diusulkan ke depag sebagai kelompok haji mandiri). Tetapi kalau tidak nanti akan diatur oleh Kanwil Depag, digabungkan dengan Kloter berapa dan didata sebagai kelompok mandiri. Haji Mandiri ternyata lebih enak, Alhamdulillah saya dua kali menjalaninya.

Catatan: Prosedur pendaftaran ibadah haji yang dikeluarkan oleh depag seperti pada gambar bagan alir di atas ternyata dilapangan tidak 100% seperti itu. Yang saya alami, ya..seperti cerita di atas.

Tuesday, December 4, 2007

Masjid Nabawi Terbuka 24 Jam


Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kebijakan khusus menyambut musim haji tahun 1428H / 2007 M ini. Jika sebelumnya Masjid Nabawi di Madinah ditutup enam jam di malam hari, pada musim haji tahun inni masjid tersebut dibuka 24 jam setiap harinya. Kebijakan ini akan memudahkan jamaah untuk berjiarah ke masjid tersebut.

Kebijakan tersebut baru dilakukan pada musim haji tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya dengan pertimbangan keamanan, semua pintu Masjid Nabawi ditutup dari pukul 22.00 hingga pukul 03.00 dinihari waktu Arab Saudi. Berbahagialah bagi Anda yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini dan tahun yang akan datang, karena kesempatan Anda untuk berlama-lama didalam masjid yang agung ini menjadi lebih mudah.


Mish'al bin Salim, salah seorang petugas penjaga pintu Masjid Nabawi membenarkan adanya peraturan baru tersebut. Menurutnya sejak tahun ini Masjid Nabawi akan dibuka 24 jam setiap harinya pada bulan Ramadhan serta pada musim haji. Namun demikian tidak semua pintu masjid dibuka pada malam hari."Hanyanpntu 1 dan pintu 2 yang dibuka,selain itu akan ditutup. Jamaah yang datang dari arah lainnya silahkan memutar jika ingin ke masjid. (sumber http://www.detik.com/)


Pintu 1 dan pintu 2 yang dimaksud adalah pintu akses menuju Masjid paling dekat dengan posisi Nabi Muhammad dan Raudho.


Kebijakan ini memang patut disyukuri karena, di Madinah udaranya sangat dingin padahal jamaah sejak tengah malam sudah berkumpul dan rebutan untuk masuk ke masjid. Jamaah menunggu didepan pintu masjid sejak sebelum pukul 03.00 dini hari, kondisi dingin ini yang sering menjadi penyebab menurunnya kesehatan para jamaah haji.

Mulai tahun ini juga jamaah haji dari Indonesia akan berada di Madinah selama sembilan hari, kalau tahun-tahun sebelumnya hanya delapan hari (sehingga bagi Anda yang sudah berniat untuk menyelesaian sholat 40 waktu dapat lebih mudah, karena tidak terganggu dengan jadwal keberangkatan ke Makkah atau kembali ke tanah air).




Saturday, December 1, 2007

Cara Memakai Pakaian Ihram Pria

Photoku di Arafah 1426H

Cara menggunakan pakaian ihram pria saat ini banyak versi atau cara, yang kesemuanya tentunya didasarkan atas kebiasaan yang dicontohkan oleh orang-orang sebelum kita. Pada intinya pemakaian kain ihram khususnya bagi kaum pria haruslah memperhatikan hal-hal comfort/nyaman dan aman sehingga tidak mudah terbuka yang tentunya akan berakibat fatal (maklumlah kaum pria ketika ihram kan...dilarang memakai pakaian dalam).


Ada beberapa referensi yang bisa Anda gunakan, dan silahkan Anda pilih sesuaikan dengan selera dan kemudahan menggunakannya.Jika Anda berminat, silahkan download di sini.

Sedangkan untuk kaum hawa tidaklah rumit, hanya yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh menutup wajah dan telapak tangan.